Dampak Terjadinya Marginalisasi dalam Kehidupan

Diposting pada

Dampak Marginalisasi

Terjadinya marginalisasi identik dengan keterbatasan seseorang dalam lingkungan sosialnya. Sehingga dalam hal ini ia dijauhkan dari kekuasaan sekaligus sumber daya yang memungkinkan penentuan nasib sendiri baik dalam ekonomi, politik, unsur budaya, dan sosial.

Oleh karena ituah terjadinya marginalisasi ini memberikan berbagai dampak luar biasa dalam kehidupan. Tak jarang marginalisasi menyebabkan terjadinya pemutusan hubungan dari bentuk kelompok sosial dalam masyarakat, terutama yang berkaitan dengan kelompok minoritas dan mayoritas.

Marginalisasi

Marginalisasi adalah sebuah kata yang diartikan sebagai usaha dalam membatasi sesuatu hal. Istilah ini sendiri berasal dari kata dasar marginal ini artinya adalah terpinggirkan. Akan tetapi secara lebih luas pengertian marginalisasi adalah sebuah perilaku yang dilakukan seseorang untuk meminggirkan, mengasingkan, maupun melemahkan kekuasaan kelompok minoritas dari semua hal yang ada hubungannya dengan kepentingan kelompok yang lebih mayoritas.

Dampak Marginalisasi

Marginalisasi memiliki beberapa dampak negatif adanya marginalisasi dalam kehidupan. Antara lain;

  1. Rendahnya kondisi perekonomian dalam negara

Kondisi perekonomian negara menjadi semakin rendah, hal ini karena masyarakat tidak memiliki kesempatan yang sama untuk berpatisipasi dalam bidang perekonomian.

Adanya marginalisasi menyebabkan masyarakat yang berada dalam kelompok dominanlah yang mampu menguasai bidang perekonomian dan hal ini membuat kondisi perekonomian tidak merata secara baik dalam kehidupan masyarakat.

  1. Terjadinya sifat apatis pada masyarakat marginal

Sikap apatis adalah sikap yang sangat tidak baik dalam hidup bermasyarakat. Hal ini karena arti dari sikap apatis ialah tindakan atau perilaku acuh atau tidak peduli dengan segala kondisi yang ada disekitarnya.

Sehingga dengan adanya contoh sikap apatis dalam masyarakat marginal ini membuat proses sosialisasi yang ada di lingkungan masyarakat menjadi semakin rendah dan hilangnya budaya gotong royong. Bahkan kepekaan sosial juga menjadi sesuatu hal yang tidak begitu dipedulikan lagi.

  1. Efektifitas pemerintah semakin melemah

Marginalisasi yang membuat masyarakat mengasingkan diri dari suatu kelompok yang tidak sepaham dengan dirinya membuat mereka tidak ada keinginan untuk ikut campur dalam urusan pemerintahan.

Sehingga hal ini membuat kegiatan dalam pemerintahan kekurangan personil dari masyarakat dan membuat segala bentuk kebijakan yang dibuat tidak dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu efektifitas pemerintah menjadi semakin lemah karena banyak masyarakat yang menarik diri mereka untuk bergabung dalam bidang pemerintah itu sendiri.

  1. Menyebabkan hilangnya rasa persatuan dan kesatuan

Marginalisasi juga berdampak pada hilangnya rasa persatuan dan kesatuan masyarakat. Hal ini karena sudah ada kelompok-kelompok yang menganggap bahwa dirinya lebih baik dari kelompok yang lain dan banyak pula kelompok-kelompok yang mengasingkan dirinya untuk tidak ikut campur dalam urusan yang tidak kepentingan bagi dirinya sendiri.

Kondisi inilah yang pada akhirnya membuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa semakin terkikis karena tidak ada pemikiran untuk berjuang secara bersama-sama demi kepentingan dan tujuan secara bersama pula. Melainkan yang ada dalam pemikiran rakyat hanyalah kepentingan pribadi dan kelompoknya masing-masing.

  1. Menimbulkan diskriminasi yang tinggi dalam hidup masyarakat

Diskriminasi adalah bentuk pembedaan antara yang satu dengan lainnya karena faktor-faktor tertentu dan dipandang dengan sebelah mata. Marginalisasi yang membuat masyarakat mengasingkan dirinya dengan kelompok lain menjadi salah satu hal yang membuat mereka merasa didiskriminasi.

Karena mereka tidak mendapat perlakuan yang sama dengan kelompok lain yang lebih dominan. Inilah yang pada akhirnya membuat diskriminasi dalam masyarakat menjadi semakin tinggi dan menyebabkan seseorang dapat berperilaku dengan lebih semena-mena atau seenaknya sendiri terhadap kelompok yang lebih minoritas.

  1. Sulitnya untuk mengembangkan sektor-sektor negara yang penting

Pengembangan sektor negara yang penting seperti bidang ekonomi, politik, maupun sosial semakin sulit dilakukan. Alasannya karena tidak seluruh masyarakat dapat ikut serta dalam ranah sektor pemerintah itu sendiri. Hanya sebagian yang diberi kesempatan yaitu kelompok-kelompok yang lebih dominan.

Tentunya hal ini membuat masyarakat minoritas kehilangan kesempatan untuk lebih maju dan tidak dapat merasakan ikut andil dalam pengembangan sektor negara.

Selain itu dengan tidak diberikannya kesempatan pada semua orang, hal ini juga menjadi penyebab negara sulit untuk berkembang dan maju karena tidak menghargai masyarakat yang hendak berpartisipasi dalam ranah pembangunan negaranya sendiri.

  1. Terbentuknya kelompok yang menganggap rendah kelompok lain yang tidak sama dengan kelompoknya

Dampak semacam ini menjadi penyebab akan munculnya masalah-masalah lain dalam kehidupan sosial. Pandangan rendah terhadap bangsa lain ini menyebabkan seseorang kehilangan rasa toleransi terhadap sesama manusia. Bahkan juga menjadi salah satu penyebab timbulnya diskriminasi sosial.

  1. Terkikisnya keadilan bagi kelompok masyarakat tertentu

Keadilan merupakan wujud perilaku yang didasarkan atas kebijaksanaan dalam membagi sesuatu hal secara sama rata. Adanya marginalisasi ini membuat kelompok minoritas menjadi terasingkan dari kelompok – kelompok lain yang lebih dominan.

Sehingga mereka cenderung tidak memperoleh keadilan dengan baik. Justru sebaliknya, perlakukan tidak adil lebih sering mereka dapatkan, seperti kurangnya mendapat pelayanan secara maksimal, kurangnya diberi kesempatan dalam hal penyampaian hak, dan tidak bisa ikut serta dalam partisipasi pemerintahan secara langsung. Hal ini juga menghambat proses pertumbuhan dan perkembangan bagi masyarakat yang lebih minoritas itu sendiri.

Contoh Marginalisasi

Sedangkan untuk contoh dari kasus marginalisasi yang pernah terjadi. Antara lain;

  1. Kesetaraan Gender

Konsep marjinalitas umumnya digunakan untuk menganalisis bidang sosial ekonomi, politik, dan budaya. Tetapi tidak terlinggal pula dengan gender (jenis kelamin). Alasannya karena marginalisasi dalam gender ini sangat mudah ditemukan.

Contoh kasusnya ialah adanya kekuasaan tertinggi pada bidang politik lebih dominan laki-laki daripada perempuan, alasannya karena perempuan hanya dianggap sebagai pelengkap. Akibatnya isu-isu tentang perempuan dalam ranah publik jarang dipehatikan.

  1. Suku dan Rasa

Perbedaan antara arti suku dan makna ras dalam sebuah negara kadangpula memunculkan kasus marginalisasi. Hal ini misalnya saja untuk daerah di wilayah timur Indonesia kadangkala mendapatkan sentimen negatif.

Padahal terjadinya diskriminasi yang melahirkan marginalisasi ini mampu pemutusan hubungan kelompok dengan lembaga-lembaga sosial ini berada dalam seluruh bidang mulai dari bidang pendidikan, ekonomi, sosial dan lain sebagainya.

Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan, dapatlah dikatakan bahwa marginalisasi adalah penuculan kepada individu dan kelompok tertentu. Sehingga kondisi ini berakibat banyak kelompok-kelompok yang tunduk dan patuh pada kelompok yang lebih dominan. Selain itu kelompok yang mayoritas juga memiliki kekuasaan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok minoritas.

Di mana orang-orang yang kurang beruntung berjuang untuk mendapatkan akses ke sumber daya dan partisipasi penuh dalam kehidupan sosial. Dengan kata lain, orang-orang yang terpinggirkan mungkin secara sosial, ekonomi, politik dan hukum diabaikan, dikucilkan, atau diabaikan, dan karenanya rentan terhadap perubahan mata pencaharian.

Itulah tadi artikel yang bisa kami kemukakan pada semua pembaca berkenaan dengan berbagai dampak negatif terjadinya marginalisasi dalam contoh kasusnya. Semoga bisa memberi wawasan untuk semua kalangan yang sedang membutuhkannya.

No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *