7 Contoh Kajian Sosiologi Pedesaan dalam Keseharian

Diposting pada

Contoh Sosiologi Pedesaan

Latar belakang lahirnya hakikat sosiologi sebagai ilmu pengetahuan tidak terlepas daripada beberapa cabang dengan contoh spesifikasi kajian yang berbeda-beda. Prihal ini misalnya dalam sosiologi pedesaan yang mengkaji tentang masyarakat pedesaan dengan keanekaragaman di dalamnya.

Alasan objek studi tersebut penting karena dalam ciri masyarakat kota dan desa kontras dipengaruhi oleh beberapa perbedaan yang ada. Dimana, pada umumnya daerah perkotaan dengan industrinya dan masyarakat desa dengan pertaniannya.

Sosiologi Pedesaan                          

Sosiologi pedesaan adalah studi tentang organisasi sosial terkait dengan proses sosial dan interaksi sosial yang merupakan ciri khas dari wilayah geografis di mana ukuran populasi dan kepadatannya rendah dengan tipologi masyarakat pedesaan.

Karena masyarakat pedesaan tidak berdiri sendiri, sosiologi pedesaan juga membahas hubungan sosial dalam lingkungan sosial bermasyarakat pedesaan dengan masyarakat yang lebih luas. Oleh karena itu, sosiologi pedesaan juga berkaitan dengan organisasi spasial dan proses yang menghasilkan alokasi spasial dari populasi dan aktivitas manusia.

Contoh Sosiologi Pedesaan

Contoh kasus yang menjadi kajian dalam bidang sosiologi pedesaan, antara lain:

  1. Karakteristik dan aktivitas masyarakat pedesaan

Sosiologi pedesaan senantisa berkaitan dengan karakteristik, ciri, sifat dan ekologi manusia masyarakat desa. Penjelasan ini juga merupakan studi tentang aktivitas masyarakat pedesaan. Melalui kegiatan-kegiatan tersebut kita mengetahui obyek-obyek kelembagaan masyarakat.

  1. Organisasi sosial pedesaan

Dalam sosiologi pedesaan kajian kasus terkait dengan organisasi sosial pedesaan tak terhindarkan untuk dipelajari. Kajian ini mencakup studi tentang pola keluarga pedesaan, perkawinan, stratifikasi sosial pedesaan, sistem sosial pendidikan, agama, lembaga budaya, dan lain-lain.

  1. Masalah sosial pedesaan

Pokok bahasan sosiologi pedesaan meliputi masalah-masalah kehidupan pedesaan seperti masalah sosial, ekonomi, politik dan budaya. Masalah sosial pedesaan semakin hari semakin meningkat, sehingga menjadi hal yang sangat penting permasalahan itu harus diselesaikan dengan cara yang direncanakan.

Diperlukan analisis tersendiri karena sebab dan akibat dari permasalahan tersebut berbeda dengan permasalahan pada umumnya. Permasalahan sosial di pedesaan misalnya kemiskinan, buta huruf, takhayul agama, tradisionalisme, perumahan yang tidak memadai, pengangguran pedesaan, dan lain-lain.

  1. Kajian agama dan budaya

Dalam masyarakat pedesaan, agama dan budaya adalah hal yang tak kalah penting untuk dikaji, karena ini adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka. Agama memainkan peran penting dalam masyarakat pedesaan. Masyarakat pedesaan pada dasarnya adalah masyarakat yang berorientasi pada agama, yang bertindak sebagai sarana informal kontrol sosial.

Masyarakat pedesaan mengikuti semua peraturan yang berkaitan dengan agama dan budaya. Unsur budaya sendiri mencakup adat istiadat lama, tradisi, kebiasaan, norma, nilai, dan lain-lain. Sosiologi pedesaan mempelajari kompleksitas budaya pedesaan, pola budaya, dan lain-lain.

  1. Studi rekonstruksi pedesaan

Rekonstruksi pedesaan merupakan aspek kehidupan yang penting dan tanpanya pembangunan tidak mungkin dilakukan. Sosiologi pedesaan mempelajari berbagai rencana dan program yang berkaitan dengan program pengembangan masyarakat. Ini juga mempelajari berbagai undang-undang pemerintah tentang rekonstruksi masyarakat desa.

Masyarakat pedesaan membutuhkan perencanaan dan rekonstruksi pedesaan secara sistematis dan terencana. Sosiologi pedesaan melayani tujuan dan memberikan pedoman kepada lembaga-lembaga dan organisasi-organisasi yang terlibat dalam tugas-tugas pembangunan.

Dengan demikian, perencanaan dan rekonstruksi masyarakat pedesaan merupakan pokok bahasan sosiologi pedesaan.

  1. Perubahan Sosial di Masyarakat Pedesaan

Diakui ataupun tidak, istilah “desa” biasanya diterapkan pada jutaan agregasi pertanian atau penggembalaan tradisional yang tersebar di seluruh dunia. Dimana dalam perkembangan sebuah desa secara historis dimulai dengan adanya seseorang yang memiliki pengaruh besar pada orang-orang di sekitarnya karena dapat menggerakkan banyak orang di sekelilingnya untuk menjadi pengikut dan pendukungnya.

Selanjutnya, orang tersebut (yang dapat dinamakan sebagai “Big Man”) mengajak para “pengikut” untuk membuka hutan atau lahan kosong untuk dijadikan sebagai daerah pemukiman baru baginya maupun para pengikutnya tersebut. Bersama-sama, mereka kemudian tinggal di daerah pemukiman baru, yang selanjutnya disebut atau dikenal dengan istilah desa.

Namun yang pastinya, dalam objek kajian sosiologi pedesaan sendiri setiap masyarakat selalu bergerak dinamis bukan setatis. Artinya ada konsep bentuk perubahan sosial di dalamnya.

  1. Pertumbuhan dan Perkembangan Pedesaan

Tingkat kepadatan penduduk tergolong tinggi, mata pencaharian penduduk di desa swasembada dalam klasifikasi desa berdasarkan perkembannya menunjukan adalah kajian tentang sosiologi pedesaan. Bahkan dalam berbagai hal desa yang sudah mulai heterogen atau beragam, ketersediaan sarana dan prasarana yang cukup lengkap untuk menunjang kehidupan masyarakat, tingkat pendidikan masyarakatnya lebih tinggi, adat-istiadat tidak mengikat dengan kuat, dan berbagai ciri lainnya yang tentunya berbeda dengan desa swadaya dan swakarya.

Adapun untuk contoh desa swasembada yang ada di Indonesia misalnya Desa Pariangan, Desa Pujon Kidul, Desa Lembang, dan lain-lain.

Nah, itulah saja artikel yang bisa dibagikan pada kalian semuanya terkait dengan contoh sosiologi pedesaan yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga saja mampu memberikan pemahaman bagi kalian semuanya.

No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.