5 Contoh Kajian Sosiologi Kesehatan di Masyarakat

Diposting pada

Contoh Kasus Sosiologi Kesehatan

Hakikat sosiologi sebagai ilmu pengetahuan sosial senantisa mempelajari masyarakat, pola interaksi sosial, dan proses yang melestarikan dan mengubahnya. Penjelasan ini tentusaja dilakukan dengan terus menerus memeriksa dinamika bagian-bagian penyusun masyarakat seperti institusi, komunitas, populasi, dan gender, ras, atau kelompok usia. Bahkan dalam persoalan kesehatan sosiologi juga memberikan kajiannya secara mendalam.

Tetapi yang pasti, aspek kajian dalam sosiologi kesehatan meliputi epidemiologi sosial, penyakit, kesehatan mental, kecacatan, dan medisisasi.

Sosiologi Kesehatan

Arti sosiologi kesehatan dan penyakit adalah cabang sosiologi yang secara khusus mengkaji tentang interaksi antara masyarakat dan kondisi kesehatannya. Sehingga secara khusus kebanyakan para sosiolog memeriksa bagaimana kehidupan sosial berdampak pada tingkat morbiditas dan mortalitas dan bagaimana tingkat morbiditas dan mortalitas berdampak pada masyarakat.

Disiplin ilmu ini juga melihat kesehatan dan penyakit dalam kaitannya dengan institusi sosial seperti arti keluarga, pekerjaan, sekolah, dan agama serta penyebab penyakit, alasan untuk mencari jenis perawatan tertentu, dan kepatuhan atau ketidakpatuhan pasien.

Prihal ini bahwa sosiologi juga mempelajari status atau stratifikasi sosial, gerakan sosial, dan bentuk perubahan sosial, serta gangguan masyarakat berupa kejahatan, penyimpangan, dan revolusi akibat daripada pengaruh lain penyebab kesehatan.

Contoh Sosiologi Kesehatan

Adapun untuk contoh kajian bidang sosiologi kesehatan di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:

  1. Pengaruh faktor sosial dalam kesehatan dan penyakit

Sosiologi kesehatan dan penyakit membutuhkan pendekatan analisis yang bersifat global sebab pengaruh faktor sosial yang bervariasi di seluruh dunia. Penyakit diperiksa dan dibandingkan berdasarkan pengobatan tradisional, ekonomi, agama, dan budaya yang khas untuk masing-masing daerah.

Misalnya, HIV/AIDS berfungsi sebagai dasar umum perbandingan antar daerah. Meskipun sangat bermasalah di daerah-daerah tertentu, di daerah lain hal itu telah mempengaruhi persentase populasi yang relatif kecil. Faktor sosiologis dapat membantu menjelaskan mengapa perbedaan tersebut ada.

  1. Pengaruh penyebaran Virus Corona terhadap kondisi sosial

Virus corona telah berpengaruh pada berbagai bidang kehidupan. Bukan hanya berdampak negatif terhadap kesehatan masyarakat, tapi juga berdampak luas pada kondisi sosial. Untuk mencegah penyebaran virus maka diterapkan kebijakan-kebijakan menjaga jarak fisik kurang lebih 1-2 meter.

Selain menjaga jarak (physical distancing), terjadi perubahan dalam kebiasaan masyarakat yang harus selalu mengenakan masker ketika berada di luar rumah, harus rajin mencucui tangan, tidak berjabat tangan, dan lain-lain.

  1. Epidemiologi sosial terkait dengan penyebab dan distribusi penyakit

Epidemiologi sosial adalah studi tentang penyebab dan distribusi penyakit. Epidemiologi sosial dapat mengungkapkan bagaimana masalah sosial terhubung dengan kesehatan populasi yang berbeda. Studi epidemiologis ini menunjukkan bahwa masalah kesehatan negara-negara berpenghasilan tinggi sangat berbeda dari negara-negara berpenghasilan rendah.

Beberapa penyakit, seperti kanker, bersifat universal. Tetapi yang lain, seperti obesitas, penyakit jantung, penyakit pernapasan, dan diabetes jauh lebih umum di negara-negara berpenghasilan tinggi, dan merupakan akibat langsung dari gaya hidup yang tidak banyak bergerak yang dikombinasikan dengan pola makan yang buruk.

  1. Kesehatan mental

Kajian tentang kesehatan mental meliputi kesejahteraan sosial, psikologis, dan emosional yang mempengaruhi cara berpikir, merasa, dan bertindak, serta membantu pula dalam menentukan bagaimana seseorang menangani stres, berhubungan dengan orang lain, dan membuat pilihan yang sehat.

Kesehatan mental merupakan hal yang sangat penting di setiap tahap kehidupan, mulai dari masa anak-anak dan remaja hingga dewasa.

  1. Medikalisasi

Medikalisasi merupakan proses di mana kondisi dan masalah manusia didefinisikan dan diperlakukan sebagai kondisi medis, dan dengan demikian menjadi subjek studi medis, diagnosis, pencegahan, atau perawatan. Sehingga medikalisasi dapat didorong oleh bukti atau hipotesis baru tentang kondisi dengan mengubah sikap sosial atau pertimbangan ekonomi atau dengan pengembangan obat atau perawatan baru.

Nah, itulah saja artikel yang bisa dibagikan pada semua kalangan berkenaan dengan contoh sosiologi kesehatan di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Semoga saja mampu memberi wawasan sekaligus pengetahuan bagi kalian semuanya.

No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *