7 Contoh Aspek Psikomotorik dalam Kehidupan Sehari-Hari

Diposting pada

Contoh Aspek Psikomotorik

Salah satu klasifikasi aspek dalam sistem pembelajaran ialah aspek psikomotorik. Dimana pada bagian aspek ini sendiri bertujuan untuk terselenggarakan pembelajaran dalam arti pendidikan ke dalam tingkat kompleksitas dan kekhususan bersamaan dengan kognitif dan afektif.

Oleh karena itulah, wajar jikalau pada bagian penilaian aspek psikomotorik senantisa termuat adanya rubik terkait dengan beragam gerakan yang dilakukan siswa ketika dalam pendidikan formal, pendidikan informal, ataupun pendidikan non formal.

Aspek Psikomotorik

Aspek psikomotorik adalah bagian daripada aspek yang mencakup gerakan fisik, koordinasi, dan penggunaan keterampilan motorik. Dimana dalam pengembangan keterampilan motorik membutuhkan latihan dan diukur dari segi kecepatan, ketepatan, jarak, prosedur, atau teknik dalam pelaksanaannya

Contoh Psikomotorik

Contoh yang termasuk dalam aspek psikomotorik yang dibedakan berdasarkan tujuh kategori utama mulai dari perilaku yang paling sederhana hingga yang paling kompleks, yaitu:

  1. Persepsi (kesadaran)

Kategori pertama dalam aspek psikomotorik adalah kemampuan untuk menerapkan informasi sensorik ke aktivitas motorik. Atau dengan kata lain, kemampuan dalam menggunakan isyarat sensorik untuk memandu aktivitas motorik. Ini berkisar dari stimulasi sensorik, melalui pemilihan isyarat, hingga translasi/penerjemahan.

Contohnya yaitu mendeteksi isyarat komunikasi non-verbal; memperkirakan di mana bola akan mendarat setelah dilempar dan kemudian pindah ke lokasi yang benar untuk menangkap bola; menyesuaikan panas kompor untuk mencapai suhu masakan yang tepat.

  1. Kesiapan

Kategori kedua dalam aspek psikomotorik adalah kesiapan untuk bertindak. Ini termasuk kesiapan mental, fisik, dan emosional. Ketiga perangkat ini adalah disposisi yang menentukan respons seseorang terhadap situasi yang berbeda (kadang-kadang disebut pola pikir).

Contohnya yaitu mengetahui dan bertindak berdasarkan urutan langkah dalam proses manufaktur; mengenali kemampuan dan keterbatasan seseorang dalam menunjukkan keinginan untuk mempelajari proses baru (motivasi).

  1. Respon terpandu

Kategori ketiga dalam aspek psikomotorik adalah kemampuan untuk meniru perilaku yang ditampilkan atau melakukan coba-coba.

Kecukupan kinerja dicapai dengan berlatih. Contohnya yaitu seseorang mengikuti petunjuk manual dalam mengoperasikan mesin; mengerjakan persamaan matematika seperti contoh yang ditunjukkan; mengikuti instruksi tertentu untuk membuat suatu model.

  1. Mekanisme (kemampuan dasar)

Kategori keempat dalam aspek psikomotorik adalah kemampuan untuk mengubah respon yang dipelajari menjadi tindakan kebiasaan dengan kemahiran dan kepercayaan diri. Contohnya yaitu seorang ibu dapat memasak makanan yang lezat setelah berlatih cara memasaknya; memperbaiki keran yang bocornya saja dalam mengendarai mobil.

  1. Respon tampak yang kompleks

Kategori kelima dalam aspek psikomotorik adalah kemampuan untuk secara terampil melakukan pola tindakan yang kompleks. Kemahiran ditunjukkan dengan kinerja yang cepat, akurat, dan sangat terkoordinasi, yang membutuhkan energi minimum.

Kategori ini mencakup pertunjukan tanpa ragu-ragu, dan kinerja otomatis. Contohnya yaitu mengetik laporan di komputer tanpa melihat keyboard; memindahkan mobil ke tempat parkir paralel yang sempit; menampilkan kompetensi saat bermain piano.

  1. Adaptasi

Kategori keenam dalam aspek psikomotorik adalah kemampuan untuk memodifikasi keterampilan yang dipelajari agar sesuai dengan persyaratan khusus. Contohnya yaitu seorang desainer menggunakan botol plastik untuk membuat gaun; merespon secara efektif terhadap pengalaman yang tidak terduga; memodifikasi instruksi untuk memenuhi kebutuhan peserta didik.

  1. Penciptaan

Kategori keenam dalam aspek psikomotorik adalah kemampuan menciptakan pola gerakan baru untuk situasi tertentu. Hasil belajar menekankan pada kreativitas berdasarkan keterampilan yang sangat berkembang. Contohnya yaitu seorang koreografer menciptakan rutinitas tarian baru; menciptakan teori baru; mengembangkan program pelatihan baru dan komprehensif.

Itulah saja penjelasan yang bisa dibagikan pada semua kalangan berkenaan dengan adanya beragam contoh aspek psikomotorik di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Semoga saja mampu memberi wawasan bagi kalian yang membutuhkannya.

No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.