7 Contoh Nilai Politik di Masyarakat dalam Keseharian

Diposting pada

Contoh Nilai Politik

Nilai politik adalah bagian daripada hubungan sosial perpolitikan yang terkait dengan institusi, organisasi, pandangan, dan ide yang dihasilkan dari serangkaian bentuk transformasi kenegaraan. Sehingga dalam praktik sosiopolitik kreatifnya perwujutan bentuk nilai politik ini dari adanya kekuatan sosial yang memenuhi persyaratan kemajuan sosial dan pengembangan kepribadian manusia pada skala sosial.

Disisi lainnya, penerapan atas adanya kasus nilai politik sangatlah mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya saja money politic yang dianggap sebagai sarana mencapai tujuan dengan memberikan uang kepada masyarakat untuk memeroleh kekuasaan atas peran sosial akibat status sosial yang lebih tinggi. Sehingga kegiatan yang termasuk money politic adalah bagian daripada nilai politik yang negatif.

Nilai politik

Nilai politik adalah arti nilai-nilai yang dimiliki setiap orang yang membantu mereka untuk memahami suatu kebijakan dalam satu atau lain caranya. Sehingga mengacu pada konsep tersebut, nilai politik dapat diartikan sebagai suatu hal yang membuat orang mendukung ideologi tertentu. Konsep tersebut telah dimodifikasi sepanjang sejarah dengan munculnya ide-ide baru.

Adapun disisi lainnya, pendekatan Harold Lasswell dan Manifesto Komunis Marx adalah dua faktor yang terkait erat dengan apa itu politik dan bagaimana persepsinya. Cara seorang warga negara memandang politik terkait erat dengan cara dia menghargainya.

Contoh Nilai politik

Contoh nilai politik diantaranya yaitu:

  1. Kiri dan Kanan

Ide-ide politik yang dimiliki oleh setiap orang dapat dibagi menjadi dua gaya keyakinan, yaitu kiri dan kanan. Istilah “sentral” juga telah diciptakan untuk merujuk pada ide-ide politik yang bertentangan dengan kedua keyakinan.

Keyakinan kiri mencakup semua kepercayaan yang berusaha menghilangkan hierarki dalam masyarakat. Biasanya kiri diasosiasikan dengan ide-ide yang berusaha mereformasi sistem demokrasi dan cenderung lebih ke arah sosialisme dan komunisme. Kiri juga dikaitkan dengan nilai-nilai anti perang dan gerakan hak-hak sipil dan kebebasan sosial yang muncul di dunia.

Di sisi lain, keyakinan kanan mencari pemeliharaan ketertiban dalam masyarakat, mendukung hierarki anggotanya dengan mengklaim bahwa ketertiban tersebut tidak dapat dihindari untuk mendukung berfungsinya suatu negara.

  1. Liberalisme dan Otoritarianisme

Kedua visi politik ini erat kaitannya dengan bagaimana nilai kebebasan dalam suatu masyarakat dipersepsikan. Dalam masyarakat di mana hak-hak individu setiap orang berusaha untuk mendukung tujuan kolektif sebelum keuntungan setiap warga sipil, mereka biasanya dianggap otoritatif.

Di sisi lain, liberalisme menentang kekuasaan Negara di bidang politik dan mendukung nilai kedaulatan rakyat. Dalam kepercayaan liberal, keputusan rakyat menjadi kekuatan utama dalam sistem politik.

  1. Konstitusi

Konstitusi adalah prinsip-prinsip dasar dan hukum suatu bangsa, negara, atau kelompok sosial yang menentukan kekuasaan dan tugas pemerintah, serta menjamin hak-hak tertentu kepada orang-orang di dalamnya.

Konstitusi juga dapat diartikan sebagai kumpulan doktrin dan praktik yang membentuk prinsip fundamental pengorganisasian politik suatu negara. Dalam beberapa kasus, seperti Amerika Serikat, konstitusi adalah dokumen tertulis tertentu. Di negara lain, seperti Inggris Raya, konstitusi berbentuk kumpulan dokumen, undang-undang, dan praktik tradisional yang secara umum diterima sebagai pengatur masalah politik.

  1. Kebebasan Individu

Kebebasan individu yang disebut individualisme pada dasarnya adalah hubungan antara konsep kebebasan dan konsep otonomi. Otonomi berarti hak untuk mengatur diri sendiri. Kebebasan individu secara umum berarti kebebasan yang dimiliki seseorang untuk mengekspresikan diri, dan dalam tampil sama di hadapan pengadilan.

Hal itu termasuk hak-hak dasar seperti hak berkumpul, kebebasan pers, keamanan dan kebebasan, serta privasi. Artinya setiap individu yang menjadi bagian dari suatu masyarakat mempunyai kebebasan untuk bertindak menurut kehendaknya sendiri tanpa paksaan dari pihak luar.

  1. Tanggung Jawab Pribadi

Tanggung jawab pribadi adalah keyakinan bahwa manusia memilih dan mengendalikan tindakan dan nasibnya sendiri. Oleh sebab itu, tindakan individu adalah tanggung jawab mereka sendiri dan bahwa mereka harus bertanggung jawab secara moral dan hukum atas hasil dari tindakan tersebut.

Tanggung jawab pribadi juga berarti bahwa ketika individu gagal memenuhi standar yang diharapkan, mereka tidak mencari-cari faktor di luar diri mereka untuk disalahkan. Hilangnya tanggung jawab pribadi terjadi ketika individu menyalahkan keluarga mereka, rekan-rekan mereka, keadaan ekonomi mereka, atau masyarakat mereka untuk kegagalan mereka sendiri untuk memenuhi standar.

  1. Pasar Bebas

Pasar bebas adalah sistem pertukaran ekonomi yang tidak diatur, di mana pajak, kontrol kualitas, kuota, tarif, dan bentuk lain dari intervensi ekonomi terpusat oleh pemerintah tidak ada atau minimal. Atau dengan kata lain, pasar bebas adalah sistem ekonomi yang didasarkan pada penawaran dan permintaan dengan sedikit atau tanpa kendali pemerintah.

Pasar bebas berlawanan dengan spektrum ekonomi komando, di mana lembaga pemerintah pusat merencanakan faktor-faktor produksi dan penggunaan sumber daya, serta menetapkan harga. Di pasar bebas, perusahaan dan sumber daya dimiliki oleh individu atau entitas swasta yang bebas untuk memperdagangkan kontrak satu sama lain.

  1. Hak Milik pribadi

Hak milik menentukan kepemilikan teoretis dan legal atas sumber daya dan bagaimana mereka dapat digunakan. Sumber daya ini dapat berwujud atau tidak berwujud dan dapat dimiliki oleh individu, bisnis, dan pemerintah. Bahkan di banyak negara, termasuk Amerika Serikat, individu umumnya menggunakan hak milik pribadi untuk mengumpulkan, menahan, mendelegasikan, menyewakan, atau menjual properti mereka.

Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan, dapatlah dikatakan bahwa nilai politik ialah bagian daripada keyakinan individu terhadap suatu hal yang memotivasi untuk bertindak dengan satu atau lain cara. Sehingga pada umumnya, orang cenderung mengadopsi nilai-nilai politik berhubungan dengan karakteristik dimana ia berada.

Bisa saja seseorang juga cenderung percaya bahwa nilai-nilai itu “benar” karena itu adalah nilai-nilai budaya tertentu. Namun yang pastinya, adanya nilai-nilai politik yang diikuti oleh masing-masing individu memunculkan keyakinan politik tertentu. Berdasarkan hal tersebut, individu cenderung mendukung partai politik yang lebih terkait dengan nilai-nilai mereka sendiri dan mempunyai ide-ide yang mengadvokasi keuntungan.

Itulah saja artikel yang bisa dibagikan pada semua kalangan berkenaan dengan adanya beragam contoh nilai politik di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Semoga saja mampu memberi wawasan bagi kalian yang sedang membutuhkannya.

No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.