Contoh Nilai Budaya yang Ada di Masyarakat

Diposting pada

Contoh Nilai Budaya

Kebiasaan di masyarakat biasa disebut sebagai bagian dari arti budaya. Dimana unsur budaya terus berkembang sesuai dengan keadaan suatu lingkungan sosial setempat. Budaya tetap ada di masyarakat karena memiliki arti tersendiri pada setiap proses kehidupan. Mulai dari lahir hingga meninggal dunia. Sedangkan untuk sesuatu yang memiliki manka biasa disebut nilai.

Oleh karena demikinalah budaya sendiri juga memiliki nilai bagi para pelaku dan melestarikan budaya yang ada. Baik untuk masyarakat dalam bentuk kelompok sosial ataupun untuk individunya sendiri..

Nilai Budaya

Sebuah budaya dapat digambarkan melalui sebuah simbol. Simbol dapat berupa tindakan atau gambar. Melalui sebuah simbol akan memberikan makna tersendiri bagi seseorang dalam kelompok masyarakat tertentu yang sama-sama memiliki nilai bagi kehidupan.

Budaya tidak dapat ditinggalkan begitu saja mengingat perannya dari dulu hingga saat ini dapat menjadi pedoman hidup masyarakat. Budaya yang ada akan membentuk berbagai jenis kegiatan yang dianggap tidak melanggar. Budaya akan memunculkan norma, nilai, dan lain-lain yang bersifat tidak tertulis.

Atas makna ini, dapatlah dikatakan bahwa nilai budaya adalah sesuatu yang telah disepakati dan telah tertanam dalam masyarakat baik di lingkungan sekitar, organisasi, kelompok, sosial, dan lain-lain yang bersifat telah mendarah daging. Acuan yang digunakan dalam sebuah nilai ialah sesuatu yang diaggap baik oleh masyarakat.

Contoh Nilai Budaya

Berikut merupakan beberapa contoh nilai budaya yang ada di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Antara lain;

  1. Mengatakan permisi

Budaya yang ada di lingkungan kita mengedepankan adab. Salah satu adab yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari mengatakan permisi ketika berjalan di depan orang atau melewati kerumunan orang. Hal ini menjadi sebuah kebiasaan yang menjadi nilai tersendiri di lingkungan masyarakat. Bahkan apabila tidak mengucap permisi dianggap kurang sopan.

Tak jarang banyak masyarakat luar negeri akan merasa nyaman dan senang berada di lingkungan negara Indonesia sehingga banyak orang yang suka dengan budaya Indonesia.

  1. Larangan makan di depan pintu

Orang jawa memilik anggapan yang unik, yaitu larangan makan di depan pintu. Beberapa orang tua mengatakan kepada anak-anaknya bahwa makan di depan pintu akan menghalangi datangnya rejeki atau jodoh. Hal ini juga berkaitan dengan norma kesopanan yang ada di lingkungan. Nilai ini masih dipegang hingga saat ini dan masih banyak yang menerapkan dalam kehidupan sehari-sehari.

  1. Grebek maulud

Nilai dari sebuah budaya grebek maulud berdasarkan sejarah yang dahulu untuk menyambut bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Sambutan ini dilakukan dengan cara yang beragam, ada yang melakukan kegiatan kirab, arak-arakan, lomba-lomba, tirakatan, dan lain-lain. Perayaan ini memiliki nilai yang sangat penting bagi umat Islam, baik segi agama dan budaya. Grebek maulud yang paling menonjol ialah di daerah Surakata, Yoogyakarta, dan Madura.

  1. Sedekah bumi

Perwujudan rasa syukur sekelompok masyarakat yang memperoleh rejeki atas panen atau hasil nelayan yang melimpah pada bulan tertentu yang telah disepakati sejak zaman dahulu. Kesepakatan ini akan terus berjalan hingga waktu yang tidak dapat diprediksi.

Kadang beberapa prosesi telah diubah namun tak mengurangi makna dari adat tersebut. Prosesi ini dilakukan dengan iring-iringan dengan membawa hasil yang didapat dari bumi dapat berupa hasil pertanian, hasil laut, dan lain-lain.

  1. Bersikap ramah

Sikap yang menghargai merupakan nilai yang dijunjung tinggi. Perwujudan sikap saling menghargai dapat dilakukan dengan sikap ramah tamah dengan orang disekitar kita. Perwujudan ini bahkan sangat biasa dilakukan di lingkungan tanpa ada paksaan.

Sikap ramah tamah ini membuat kenyamanan tersendiri bagi seseorang yang berada disekitar kita. Sikap ramah tidak hanya untuk orang yang lebih tua namun juga untuk semua orang yang disekitar kita.

  1. Rangakian acara kelahiran

Ketika seorang bayi lahir maka akan banyak rangkaian acara hingga usia anak tersebut satu tahu. Rangkaian acara ini memiliki makna dan nilai budaya yang tinggi.

Mulai dari hari lahir ada kenduri, dilanjutkan separsaran, selapanan sampai pitunglapan, setahunan, dan ada beberapa orang melakukan aqiqahan. Rangkaian acara ini tentu memiliki makna ungkapan rasa syukur dan mendoakan seorang bayi agar menjadi pribadi yang berguna bagi lingkungannya.

  1. Rangkaian acara pernikahan

Penikahan memang memiliki makna yang sangat mendalam baik bagi kedua mempelai atau orang tua. Setiap daerah di Indonesia memiliki adat tersendiri dalam acara ini mulai dari praacara sampai hari H. Pra acara ada berbagai rangkaian acara kemudian hari H dengan sakral.

Setiap prosesi memiliki makna tersendiri yang berisi doa-doa untuk kehidupan baru yang akan ditempuh oleh kedua mempelai. Rangkaian acara dengan berbagai jenis simbol pada setiap tahap prosesi pernikahan. Nilai ini masih memiliki ikatan yang kuat di lingkungan masyarakat.

  1. Mengucap salam

Sebuah kebiasaan yang telah menjadi adat saat ini adalah mengucap salam ketika bertemu orang atau memulai sesuatu yang bersifat formal.

Salam memiliki makna penghormatan terhadap lawan bicara. Salam dalam beberapa agama dan kepercayaan yang dianut di Indonesia memiliki makna mendoakan satu sama lain. Beberapa acara resmi bahkan menggunakan salam dari beberapa agama yang dipercayai.

  1. Merayakan hari raya

Hari raya setiap agama memang berbeda, namun tak jarang umat yang berbeda agama juga merayakan hari raya mayoritas masyarakat yang ada di lingkungan. Hari raya merupakan hal yang sangat penting bagi masing-masing golongan.

Perayaan ini tentu memiliki makna yang mendalam bagi masing-masing individu. Perayaan hari raya di Indonesia yang sering kita temui hari raya idul fitri dan idul adha, hari raya nyepi, hari rasa natal, tahun baru hijriyah, tahun baru masehi, tahun baru saka, dan lain-lain.

  1. Saling toleransi

Keadaan masyarakat yang sangat beragam membuat kita harus paham akan sebuah perbedaan. Perbedaan bukan sebuah kesalahan, namun harus dihargai. Sikap saling menghargai satu sama lain merupakan nilai yang harus dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari.

Sikap dalam arti toleransi merupakan hal yang telah ada dari zaman dahulu. Banyak simbol yang menandakan berbagai jenis toleransi. Mulai dari toleransi bahasa, adat istiadat, agama, ras, suku bangsa, dan lain-lain.

  1. Makan nasi

Sebagian besar orang Indonesia memiliki anggapan bahwa makanan yang wajib dikonsumsi setiap hari adalah nasi. Mengingat pentingnya nasi bagi kehidupan hingga ada sebuah dogeng tentang dewi Sri. Tokoh dewi Sri dianggap sebagai sesosok yang berkaitan dengan padi.

Melalui dongeng ini menyimpan makna bahwa tidak boleh membuang-buang makanan. Nilai ini masih dipegang hingga saat ini. Makanan yang wajib dimakan oleh sebagian besar masyarakat.

Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan, dapatlah dikatakan bahwa faktor yang membentuk sebuah budaya antara lain, letak geografis, kepercayaan, perkembangan teknologi, hubungan antar sesama manusia, spiritual, sosial, suku, dan lain-lain. Hal tersebut yang membuat banyaknya budaya di suatu negara.

Sehingga atas dasar inilah fungsi budaya dalam nilai sangat penting untuk suatu daerah yang selalu hidup dengan budaya. Banyak nilai-nilai yang tidak bisa dihilangkan dari dahulu hingga saat ini. Oleh sebab itulah banyak contoh budaya yang mengandung nilai ini akan membuat sebuah kehidupan yang bermakna.

No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *