Contoh Ketimpangan Sosial dalam Berbagai Bidang

Diposting pada

Ketimpangan Sosial Adalah

Ketimpangan sosial pada saat diakui ataupun tidak menjadi salah satu masalah sosial di Indonesia dan berbagai belahan dunia lainnya. Hal ini disebabkan karena pada dasarnya ketimpangan ini menimbulkan dampak yang begitu berarti di masyarakat. Oleh sebab itulah pada tulisan ini akan memaparkan terkait beragam contoh kejadian yang dalam ketimpangan sosial untuk berbagai bidang.

Ketimpangan Sosial

Ketimpangan sosial adalah situasi ketidakmerataan atau ketidaksamaan akses yang didapatkan atau disediakan untuk pemanfaatkan sumber daya yang ada. Sumber daya dalam hal ini dapat berupa kebutuhan primer seperti pendidikan, kesehatan, peluang dalam lapangan pekerjaan dan sumber daya pada kebutuhan sekunder yang dapat berupa sarana pengembangan pengadaan usaha, perjuangan hak asasi, sarana penyaluran gagasan politik, pemenuhan pengembangan karir, dan lain-lain.

Adanya ketimpangan sosial ini akan berdampak pada kelangsungan hidup masyarakat di lingkungan sosial apabila terus menerus dibiarkan timpang. Seperti arti kemiskinan, beragam jenis pengangguran yang meraja lela, sulitnya mencari tenaga kerja yang berkompeten dalam bidangnya, tingkat kriminalitas meningkat, dan masih banyak fenomena sosial lainnya.

Contoh Ketimpangan Sosial

Berikut di bawah ini akan tertulis contoh-contoh ketimpangan sosial dalam berbagai bidang yang disebabkan oleh beragam faktor. Diantaranya;

  1. Koruptor yang memakan uang rakyat hingga milyaran rupiah hanya ditahan selama 3 tahun sedangkan orang yang maling ayam dapat ditahan hingga belasan tahun.
  2. Tidak adanya fasilitas transportasi yang cukup layak untuk penderita cacat.
  3. Orang yang memiliki penampilan dengan pakaian necis diperlakukan dengan sangat baik oleh pelayan dan perlakuannya sangat berbeda dengan orang yang berpenampilan biasa saja.
  4. Bertambahnya penduduk sehingga tidak seimbang dengan persediaan lahan pertaniannya.
  5. Terdesaknya kerajinan di desa oleh produk industry modern.
  6. Di desa tidak banyak kesempatan untuk menambah ilmu pengetahuan.
  7. Kegagalan panen memaksa penduduk desa untuk mencari penghidupan lain dikota. Penduduk desa memiliki anggapan bahwa di kota banyak memiliki lapangan pekerjaan dan lebih mudah untuk mendapatkan penghasilan.
  8. Dikota lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan usaha kerajinan rumah menjadi industry kerajinan
  9. Pendidikan terutama pendidikan lanjutan, lebih banyak dikota dan lebih mudah didapat
  10. Kota dianggap mempunyai tingkat dalam unsur kebudayaan yang lebih tinggi dan merupakan tempat pergaulan dengan segala macam kultur kemanusiawiannya
  11. Kota memberikan kesempatan untuk menghindarkan diri dari kontrol sosial yang ketatatau untuk mengangkat diri dari posisisosial yang rendah
  12. Kurangnya perhatian pemerintah dalam menyediakan fasilitas umum untuk penyandak disabilitas. Solusi yang bisa dilakukan adalah memberikan masukan kepada pemerintah untuk segera menyediakan fasilitas untuk penyandang disabilitas.
  13. Perlakuan yang berbeda antara pelanggan yang berpenampilan layaknya orang kaya dengan orang yang berpenampilan biasa saja di suatu mall. Solusi yang bisa dikerjakan adalah memberikan pengarahan kepada setiap pegawai untuk memperlakukan pelanggan dengan tidak memandang penampilan luar.
  14. Pemberian hukuman kepada koruptor 1 tahun penjara, sedangkan untuk pencuri ayam diberi hukuman 5 tahun penjara. Solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah mengadakan aksi untuk memprotes adanya ketidakadilan terhadap hukum yang ditujukan untuk pemerintah.
  15. Pembedaan pemberian layanan kesehatan di rumah sakit antara pasien kaya dengan pasien miskin. Solusi yang perlu dilakukan adalah memberi masukan kepada pihak manager rumah sakit agar menegur tindakan seperti itu kepada karyawan rumah sakit.
  16. Pemberian fasilitas dalam lembaga pendidikan yang berbeda antara siswa kaya dan miskin. Solusi yang perlu dilakukan adalah menindak pihak sekolah agar tidak melakukan pembedaan antara siswanya dengan menjadikan satu kelas tersebut tanpa ada perbedaan..
  17. Pemberian upah yang berbeda kepada pekerja lulusan SMA dengan lulusan S1. Solusi unuk mengatasinya adalah memberikan upah yang setara. Sebab, pekerjaan yang dilakukan sudah sesuai dengan apa yang dibebankan kepada perusahaan.
  18. Murid yang berprestasi diperlakukan sangat baik oleh guru dibandingkan dengan murid yang tidak berprestasi. Solusi mengatasinya adalah memberi teguran kepada guru tersebut agar tidak membeda-bedakan murid.
  19. Kurangnya peminat terhadap hasil produksi rumahan karena masih menggunakan alat produksi manual. Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah memberikan pelatihan menggunakan alat produksi yang sudah memiliki tekonologi dan memberikan modal tambahan agar menambah motivasi dalam melakukan produksi.
  20. Banyaknya pengangguran di suatu daerah akibat kurangnya lapangan pekerjaan dan tingkat persaingan yang tinggi. Solusi yang perlu dilakukan adalah memberikan pelatihan berwirausaha agar dapat membuka lapangan pekerjaan.

Dari berbagai contoh yang telah disebutkan. Tentusaja mengindikasikan bahwa ketimpangan ini terjadi lantaran adanya faktor yang menjadi penyebab adanya ketimpangan sosial. Diantaranya;

  1. Perbedaan wilayah yang juga memiliki sumber daya alam berbeda
  2. Terbukanya suatu wilayah, ruang, dan pemikiran masyarakat akan globalisasi
  3. Kondisi demografis dan geografis
  4. Kebijakan-kebijakan pemerintah

Nah, itulah tadi penjelasan serta pengulasan yang bisa kami tuliskan kepada segenap pembaca terkait dengan beragam contoh-contoh ketimpangan sosial yang ada di masyarakat pada saat ini beserta dengan solusi yang bisa dilakukan. Semoga memberikan wawasan dan edukasi yang mendalam. Trimakasih,

No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *