4 Contoh Digital Culture dalam Kehidupan Sehari-Hari

Diposting pada

Contoh Digital Culture

Budaya digital yang dikenal dengan istilah digital culture menjadi bagian daripada adanya empat pilar literasi untuk mendukung transformasi digital yang terjadi di Indonesia. Hal ini sesuai dengan penjelasan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo RI).

Di luar daripada hal tersebut tentu adanya sifat kebudayaan digital ini menjadi dasar untuk menjalankan kehidupan yang sesuai dengan kaidah sosial, lantaran berhubungan erat dengan proses sosial dan interaksi sosial sekaligus pendukung adanya penyimpangan yang berhubungan dengan individu dan masyarakat sebagai pelaku ataupun pengguna media digital.

Digital Culture

Digital culture adalah bagian daripada adanya penilaian atas kemampuan yang diperlukan bagi seseorang/individu dalam membaca, menguraikan, membiasan, memeriksa, dan membangun wawasan kebangsaan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dalam memanfaatkan kemajuan teknologi dan informasi.

Pemaknaan atas kata kunci budaya mempergunakan media digital tentu saja dibutuhkan sebagai tameng untuk menangkal radikalisme sekaligus menciptakan rasa nasionalisme di masyarakat. Dengan alasan karena kemajuan teknologi dan informasi pada saat ini tidak dimushili bahwa memberikan pengaruh pada cara besikap dan bertindak setiap masyarakat.

Contoh Digital Culture

Adapun untuk contoh penerapan digital culture di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saja;

  1. Tidak menyebarkan hoks di masyarakat

Penyebaran atas adanya berita bohong atau yang dikenal dengan hoks bisa dikatakan sebagai masyaralah sosial yang sering terjadi.

Padahal sejatinya budaya untuk membaca dan tidak menyebarkan begitu saja menjadi bagian daripada kedisiplinan dalam memahami setiap tulisan yang ada. Oleh karena itulah, dengan berkomitmen untuk terus mengecek pemberitaan yang ada bisa menjadi bagian atas terwujudkan budaya digital yang baik.

  1. Mengembangkan wawasan kebangsaan dalam kebinekaan

Ikut serta dalam mengembangkan wawasan kebangsaan melalui media sosial baik itu YouTube, Blog, TikTok, ataupun lainnya terkait pentingnya rasa nasionalisme menjadi bagian penting daripada budaya mempergunakan kemajuan teknologi dan informasi.

Prihal ini misalnya saja adanya penerapan seseorang yang membuat ide konten untuk YouTube pendidikan yang mengulas tentang bahaya melakukan korupsi dan dampaknya yang terjadi apabila dilakukan oleh seseorang/individu.

Dalam pembagian konten tersebut secara tidak langsung memberikan literasi kepada masyarakat secara luas terkait dengan pemanfaatkan kebaikan melalui media sosial. Artinya selain bisa berkontrubusi untuk mencegah perilaku korupsi bisa juga dimaksimalkan untuk tujuan pendidikan.

  1. Pelestarian Bahasa daerah melalui aplikasi

Penerapan daripada arti budaya digital yang mudah ditemukan dalam kehidupan bermasyarakat lainnya tentu saja bisa berhubungan dengan bahasa yang dipergunakan oleh masyarakat. Bahasa-bahasa kedaerahan khususnya saat ini sangat lazim ditemukan di Google Playstore dari kasus tersebut secara tidak langsung sudah menjadi contoh membangun wawasan kebangsaan.

  1. Memberikan kritik yang membangun di media sosial

Pemanfaatan atas kemajuan digital diperlukan oleh masyarakat dalam upaya memberikan kritik yang membangun, khususnya bagi pengguna media sosial yang acapkali mempergunakan jari jemarinya untuk memberikan kritik yang kadang menjatuhkan, padahal konsep atas penerapan kasus tersebut salah besar alasannya dengan adanya kritik yang menjatuhkan tak jarang menjadi problematika yang merugikan bagi dirinya sendiri ataupun orang lain.

Itulah saja artikel yang bisa dibagikan pada semua kalangan berkenaan dengan adanya contoh untuk penerapan digital culture di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Semoga saja mampu untuk memberi wawasan bagi kalian yang membutuhkannya.

No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.