7 Ciri Tindakan Konsumerisme dan Contoh Kasusnya

Diposting pada
Ciri Konsumerisme
Ciri Konsumerisme

Konsumerisme ialah bagian daripada tatanan sosial dan ekonomi yang sejatinya mendorong peningkatan perolehan barang dan jasa. Dimana dalam bahasan ilmu ekonomi, konsumerisme ini sendiri dapat merujuk pada kebijakan ekonomi yang menekankan pada kasus-kasus konsumsi.

Oleh karena itulah, ciri khas sikap ini menurut para ahli lebih pada hubungan sosial yang terjadi antara konsumerisme dengan isu-isu seperti pertumbuhan dan konsumsi berlebihan. Yang tentusaja tindakan memiliki dampak lebih besar pada lingkungan, termasuk efek langsung seperti eksploitasi berlebihan sumber daya alam atau sejumlah besar limbah dari barang sekali pakai, dan efek yang lebih besar seperti perubahan iklim.

Konsumerisme

Konsumerisme adalah bagian daripada gagasan bahwa proses meningkatkan konsumsi barang dan jasa yang dibeli di pasar merupakan tujuan yang diinginkan. Disinilah menunjukan bahwa kesejahteraan serta kebahagiaan seseorang pada dasarnya bergantung pada perolehan barang-barang konsumsi dan harta benda.

Oleh karena demikian, tak khayal bahwa dalam perannya konsumerisme dihubungkan dengan gaya hidup yang dicirikan oleh beberapa hal, salah satunya yaitu adanya keinginan untuk pamer. Contoh kasusnya dengan membeli barang-barang mewah kemudian dipamerkan di media sosial

Ciri Konsumerisme

Konsumerisme memiliki beberapa ciri, diantaranya yaitu:

  1. Memiliki keinginan untuk tampil beda

Salah satu ciri konsumerisme adalah adanya keinginan dari dalam diri seseorang untuk bisa tampil beda dan tidak ingin disamakan tampilannya dengan orang lain. Padahal sejatinya sikap ini sendiri bisa memberikan efek ketidakpedean kepada pelakunya dalam tampil secara publik.

  1. Memiliki rasa gengsi yang tinggi

Selain adanya keinginan untuk selalu tampil beda, konsumerisme juga dicirkan oleh adanya rasa gengsi yang tinggi, sehingga selalu ingin ingin terlihat istimewa dan kaya di mata orang lain, khususnya dalam segi keuangan atau finansial.

  1. Adanya usaha untuk memiliki barang limited edition

Ciri lain dari adanya penerapan konsumerisme yaitu adanya sebuah usaha untuk selalu mendapatkan barang-barang yang tidak banyak ditemukan di pasaran atau barang-barang edisi terbatas (limited edition). Meskipun barang tersebut memiliki harga yang cukup fantastis.

  1. Mencoba mengikuti tren secara berlebihan

Seseorang yang menerapkan budaya konsumerisme dalam hidupnya juga selalu berusaha untuk mengikuti tren suatu produk secara berlebihan. Misalnya, ketika sedang trend produk gadget tertentu, mereka biasanya akan langsung membelinya tanpa berpikir panjang.

  1. Adanya rasa bangga dan keinginan untuk pamer

Konsumerisme juga dicirikan oleh munculnya rasa bangga dalam diri orang yang melakukannya saat mereka menggunakan atau mempunyai barang-barang limited edition dan cenderung ingin dipamerkan kepada masyarakat umum.

Terlebih lagi ketika barang-barang yang dikonsumsi tersebut kemudian dipuji oleh orang lain, mereka akan merasa senang dan puas.

  1. Adanya kecenderungan ingin selalu tampil menarik di depan umum

Orang yang menerapkan sifat kebudayaan yang bermakna konsumerisme dalam hidupnya memiliki kecenderungan untuk selalu ingin tampil menarik di depan umum dan menjadi pusat perhatian. Sehingga atas dasar inilah maka setidaknya perilaku tersebut seringkali menganggap remeh keberadaan orang lain.

  1. Ingin meniru gaya hidup hidup seseorang

Orang yang menerapkan arti budaya konsumerisme seringkali juga memiliki sifat ingin meniru gaya hidup orang lain yang dianggap atau dijadikan sebagai pedoman hidupnya. Padahal tentusaja setiap individu dan kelompok memiliki kemampuan yang tidak disamakan, khususnya dalam finansialnya.

Contoh Kasus Konsumerisme

Adapun untuk adanya contoh konsumerisme di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saja;

  1. Membeli Jam Tangan Mahal bagi Pelajar

Sebagai seorang anak yang sedang menempuh pendidikan membeli barang-barang mahal tersebut jam tangan sejatinya menjadi bagian daripada sikap konsumerisme apalagi ketika barang tersebut termasuk dalam limited edition. Alasannya tak lain karena ia sendiri belum bisa medapatkan hasil atas pekerjaannya, kembanyakan meminta orang tua.

Disisi lainnya, kegunaan atas nilai barang berupa jam termasuk kebutuhan sekunder yang tentusaja bagi sebagian pelajar lainnya tidak memilikinya.

Demikinalah penjelasan sekaligus penggambaran atas adanya ciri konsumerisme di masyarakat dan contoh kasusnya dalam kehidupan sehidupan sehari-hari. Semoga saja mampu memberi wawasan bagi kalian yang membutuhkan.

No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.