Ciri Utama Koersi dan Persuasif

Diposting pada

Koersi dan Persuasif

Persuasif dan koersi adalah dua istilah kata yang saling berkaitan, khususnya pada bentuk pengendalian sosial. Dimana untuk tindakan persuasif dilakukan melalui cara-cara damai atau tidak melibatkan kekerasan. Hal itu tentunya berbeda dengan koersi yang bisanya proses pengendalian dari bentuk penyimpangan sosialnya melalui kekerasan atau bahkan ancaman.

Meski terdapat sejumlah perbedaan untuk ukuran efektivitas mana yang lebih baik tentusaja membingungkan, lantaran memang semua itu dilihat dari bentuk penyimpangannya. Tetapi yang pasti, secara ciri utama kedua istilah ini memiliki sejumlah perbedaan.

Koersi dan Persuasif

Definisi persuasif dan koersi dalam objek kajian sosiologi. Sebagai berikut;

  1. Koersi

Koersi yang dikenal dengan coercion adalah tindakan atau proses membujuk seseorang dengan paksa untuk melakukan sesuatu yang tidak ingin dilakukannya yang biasanya pengendalian koersi dilakukan karena terjadinya penyimpangan yang berulang-ulang sehingga merugikan banyak orang, atau dilakukan pada masyarakat yang tidak terlalu teratur yang seringkali melakukan penyimpangan-penyimpangandi lingkungan sosialnya tersebut.

Adapun bentuk pemaksaan atau kekerasan fisik dilakukan dengan tujuan untuk menimbulkan efek jera bagi orang yang melakukannya sehingga tidak mengulangi perbuatannya tersebut di waktu mendatang.

  1. Persuasif

Persuasif adalah langkah dalam upaya penyelesaian jenis konflik dengan meyakinkan individu dan kelompok untuk percaya atau melakukan sesuatu, sehingga cara persuasif biasanya cukup efektif apabila diterapkan dalam lingkup masyarakat yang cenderung aman, tentram, dan teratur, sebab masyarakat sudah mengetahui dan menyadari pentingnya mematuhi norma-norma yang berlaku.

Ciri Koersi dan Persuasif

Sedangkan secara karakteristik yang melakat dalam tindakan koersi dan persuasif. Antara lain;

Ciri Tindakan Koersi

Antara lain;

  1. Kontrol sosial dilakukan secara paksa dan disertai sanksi yang bersifat tegas.
  2. Si penerima sanksi merasakan kekerasan sehingga ia bisa dikatakan jera atas tindakan yang telah dilakukannya.
  3. Koersi dilakukan dengan pemaksanaan, dimana pemaksaan sendiri terbagi atas dasar jenis cedera yang terancam, kedua menurut tujuan dan cakupannya, dan terakhir menurut dampaknya, yang darinya sebagian besar implikasi hukum, sosial, dan etisnya bergantung.
Ciri Tindakan Persuasif

Yaitu;

  1. Harus bisa menimbulkan rasa percaya dari bagi pemangu kebijakan untuk penyelesaian masalah sosial yang terjadi, sehingga hal ini memberikan sikap optimisme bagi semua pihak
  2. Proses penyelesaiannya berlatar belakang atas pendirian bahwa pikiran manusia bisa berubah.
  3. Harus menciptakan kesesuaian melalui kepercayaan
  4. Harus bisa menghindari konflik agar kepercayaan tidak hilang dan tujuan bisa tercapai
  5. Harus ada fakta-fakta dan data secukupnya yang menjadi bukti otentik bagi semua pihak yang bertikai.

Contoh Koersi dan Persuasif

Sebagai penjelasan lebih mendalam. Untuk contoh tindakan yang menggambarkan dalam penyelesaian konflik secara koersi dan persuasif, antara lain;

  1. Contoh Koersi

Misalnya saja;

Adanya proses penyelesaian masalah yang dilakukan oleh Satpol PP kepada para pedagang kaki lima di wilayah tertentu dalam upaya mentertipan pelanggaran-pelanggaran yang terjadi.

  1. Contoh Persuasif

Misalnya saja;

Tindakan yang dilakukan Guru BK menasehati muridnya agar tidak merokok. Guru menasehati muridnya yang ketahuan mencuru barang miliki temannya. Dalam kasus ini, guru akan berupaya untuk memberikan perhatian kepada murid tersebut bahwa hal yang dilakukannya tidak baik, berdosa, dan dapat merugikan diri sendiri karena dapat dikucilkan oleh teman-temannya.

Itulah tadi penjelasan yang bisa kami berikan pada semua pembaca berkenaan dengan ciri tindakan koersi dan tindakan persuasif beserta dengan contohnya. Semoga saja mampu memberikan wawasan bagi semua pembaca yang sedang membutuhkannya.

No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *