Ciri-Ciri dari Chauvinisme dan Contohnya

Diposting pada

Ciri Chauvinisme

Sikap chauvinisme diakui ataupun tidak menjadi salah satu bentuk integrasi nasional yang cukup kuat bagi setiap arti masyarakat. Alasannya karena dengan mengamalkan sikap ini mampu memberikan dorongan kepada setiap warga negara untuk mengakui bahwa bangsanya lebih unggul dibandingkan dengan bangsa lainnya.

Meskipun begitu, karakteristik yang muncul dalam chauvinisme banyak memberikan dampak negatif, lantaran nantinya menimbulkan fanatisme yang mampu memberikan gejolak bagi ketentraman serta keteraturan sosial yang sudah tercipta.

Chauvinisme

Chauvinisme adalah superitas atas dominasi suatu bangsa untuk memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa mereka lebih unggul dibandingkan dengan lainnya, dalam berbagai aspek yang tercipta baik dalam politik, militer, ataupun dalam pendidikan.

Sehingga kemunculan sikap ini mampu mendorong suatu bangsa untuk melakukan ekspansi bahwa penjajahan kepada negara lainnya dengan alasan bahwa meraka memiliki status sosial yang lebih tinggi sehingga layak dihormati.

Ciri Chauvinisme

Adapun shauvinisme sendiri memiliki beberapa ciri, antara lain;

  1. Perilaku Fanatik yang berlebihan terhadap bangsa dan negaranya

Sikap fanatik merupakan karakter seseorang yang mencintai atau mengikuti paham secara berlebihan dan enggan untuk memiliki pandangan baik dari paham selain yang diikutinya. Chauvinisme ini memiliki ciri kefanatikan yang sangat berlebihan terhadap rasa cintanya kepada bangsa dan negaranya.

Pasalnya, seseorang yang menganut paham chauvinisme sangat yakin bahwa arti ras dan bangsanya merupakan yang paling baik dari yang terbaik sekalipun. Sehingga sangat tidak heran apabila orang-orang yang menganut paham chauvinisme ini merasa paling superior dan memiliki hak yang sangat tinggi atas orang lain.

  1. Menilai bahwa bangsa lain rendah dan melakukan penindasan terhadap ras lain

Chauvinisme yang melekat dengan rasa cinta berlebihan kepada negara dan bangsanya sendiri ini juga memiliki ciri berikutnya yaitu selalu memandang rendah bangsa lain. Bukan hanya itu saja, akan tetapi orang-orang yang menganut paham chauvinisme juga selalu melakukan penindasan terhadap bangsa lain.

Kondisi inilah yang pada akhirnya membuat hubungan antar bangsa satu dengan yang lainnya menjadi tidak harmonis dan menjadi latar belakang seseorang untuk melakukan tindakan rasis pada orang lain. Alasannya yaitu hanya karena menganggap dirinya lebih baik dan berhak atas diri mereka yang memiliki perbedaan dengan dirinya mulai dari warna kulit, mata, dan lain-lain.

  1. Punya Pemimpin Revolusionis dan Diktatoris

Umumnya paham chauvinisme ini akan dipimpin oleh seorang pemimpin yang revolusionis dan diktatoris. Arti dari revolusionis adalah pemimpin yang memiliki jiwa memimpin dengan kekerasan. Sedangkan yang dimaksud dengan pemimpin diktatoris ialah pemimpin yang memiliki kekuasaan sangat mutlak dan segala keputusan yang telah diambil seorang pemimpin tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun.

Sehingga dengan pemimpin semacam ini bangsa atau rakyat haruslah patuh terhadap semua aturan maupun kebijakan dari seorang pemimpin yang memimpin negaranya.

  1. Jiwa seseorang menjadi lebih tertutup dan sulit bersosialisasi dengan orang

Paham chauvinisme juga memiliki ciri-ciri sulit melakukan sosialisasi dengan orang lain. Hal ini karena mereka menganggap bahwa dirinya lah yang paling baik, sehingga tidak memerlukan orang lain yang berbeda paham dengan dirinya.

Dari rasa ketertutupan diri kepada orang lain inilah yang membuat seseorang penganut chauvinisme menjadi kesulitan untuk melakukan tahapan sosialisasi dengan orang lain.

  1. Melupakan Tuhan Yang Maha Esa sebagai pencipta alam semesta

Orang-orang yang menganut chauvinisme menganggap bahwa bangsa dan dirinyalah yang paling baik diantara manusia-manusia lain dimuka bumi ini. Bahkan orang-orang ini juga sering melupakan kekuasaan Tuhan sebagai pencipta segala sesuatu yang ada di bumi.

Hal ini karena mereka memiliki sikap sombong yang terlalu tinggi dan rasa cinta berlebihan yang menghilangkan segala bentuk sikap toleransi kepada umat manusia lainnya.

  1. Mempersatukan warga negaranya menjadi satu kesatuan yang tunduk terhadap pemerintahan

Ciri terakhir chauvinisme ialah semua warga negara bersatu menjadi satu kesatuan dan dituntut untuk bisa tunduk terhadap pemerintahan yang memimpinnya. Segala upaya persatuan ini dilakukan agar bangsa memiliki kekuatan secara bersama-sama dan tidak mudah untuk dilawan.

Sedangkan sikap tunduk terhadap pemerintahan dimaksudkan agar bangsa tidak melakukan penentangan dalam bentuk apapun, dan selalu bersedia untuk melakukan segala sesuatu sebagai bentuk kecintaanya kepada negara.

Contoh Chauvinisme

Sedangkan untuk contoh pengamalan atas sikap chauvinisme yang oernah terjadi. Misalnya saja;

  1. Penjajahan Jepang ke Negara Lainnya

Jepang pernah menerapkan sikap chauvinisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga pada saat itulah masyarakat Jepang merasa lebih maju dan tinggi peradabannya dibandingkan dengan negara lainnya. Sehingga membuatnya melakukan penjajahan kepada negara lain, termasuk Indonesia.

Penjajahan yang dilaukan Jepang ini pada akhirnya menimbulkan perang dunia 2, yang berakhir dengan menyerahnya Jepang kepada sekutu.

Nah, itulah tadi serangkaian penjelasan dan pemaparan yang bisa diberikan pada semua kalangan berkenaan dengan ciri-ciri sikap chauvinisme dan contohnya yang pernah terjadi. Semoga mampu memberikan wawasan bagi semua pembaca sekalian.

No votes yet.
Please wait...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *