11 Contoh Kompromi di Masyarakat dalam Kehidupan Sehari-Hari

Diposting pada

Contoh Kompromi

Dalam hubungan sosial yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari istilah penggunaan kompromi seringkali dikatakan sebagai kesepakatan yang tidak menyenangkan pihak mana pun, lantaran ntar pihak yang terlibat seringkali merasa bahwa mereka memberi terlalu banyak atau bahkan menerima terlalu sedikit dari keinginan beserta harapan yang akan diwujudukan. Baik ketika terjadi konflik sosial, perselisihan antar perusahaan, dan lainnya.

Namun yang pasti, penggunaan dalam objek kajian sosiologi tidak terlepas daripada bentuk akomodasi yang dilakukan untuk mendapatkan kesepakatan diantara kedua belah pihak yang terlibat dalam suatu pertikaian dengan cara mengurangi tuntutan masing-masing hingga terjadi perdamaian serta melahirkan keteraturan sosial.

Kompromi

Kompromi dianggap sebagai bentuk tindakan sosial yang dilaukan dalam membuat kesepakatan antara pihak-pihak yang berbeda, di mana masing-masing pihak kemudian menyerahkan sebagian dari permintaan mereka oleh karena itulah dalam segmentasi argumentasi kompromi menjadi konsep untuk menemukan kesepakatan melalui komunikasi dengan penerimaan bersama terhadap ketentuan-ketentuan yang seringkali melibatkan variasi dari keinginan awal.

Contoh Kompromi

Adapun untuk contoh kompromi yang ditemukan dalam kehidupan. Misalnya saja terkait beberapa kasus sebagai berikut;

  1. Konflik

Arti konflik yang terjadi antara kakak dan adik ketika sang kakak akan mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR) nya, sedangkan sang adik ingin mendengarkan musik. Untuk menghindari konflik yang lebih besar kedunya berkompromi.

Hasil dari kompromi tersebut adalah sang adik menurunkan volume musik yang ia dengarkan agar sang kaka tidak terganggu dan tetap bisa fokus dalam mengerjakan PR.

  1. Buruh dan Perusahaan

Kesepakatakan antara serikat buruh dan perusahaan terkait permasalahan, yaitu dengan menaikkan upah buruh, tapi tidak sebanyak yang mereka tuntutkan kepada perusahaan karena menyesuaikan dengan kondisi keuangan perusahaan.

  1. Binis

Pembeli yang berusahan menawar harga suatu barang kepada penjual di pasar sejatinya menjadi kompromi yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Alasannya setelah melakukan kompromi diantara kedua belah pihak, maka disepakati harga yang dapat diterima diantara kedua belah pihak.

  1. Negara

Dalam sistem sosial kenegaraan kompromi yang dilakukan antara dua negara terkait permasalahan letak perbatasan laut milik kedua negara kerpakali masuk dalam kompromi lintas negara. Prihal ini misalnya saja Ketika China mengkalim Natutuna sebagai wilayahnya.

Tentusaja yang menjadi dasarnya ialah ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) yang artinya bahwa wilayah yang luasnya sejauh 200 mil laut dari garis pantai suatu negara, yang mana dalam zona tersebut sebuah negara pantai mempunyai hak atas kekayaan alam di dalamnya sehingga nyata bahwa ini menjadi bagian daripada wilayah Indonesia untuk daerah Kepulaun Natuna.

  1. Sekolah

Kompromi yang ada di sekolah, misalnya saja ketika dua orang anak yang saling berebut penghapus. Masing-masing anak mengkalim bahwa pengahpus tersebut adalah miliknya. Kemudian keduanya melakukan kompromi, dan hasilnya mereka sepakat untuk membagai penghapus tersebut menadi dua bagian.

Untuk bagian lainnya, contoh kasus kompromi dalam peristiwa bersejarah. Misalnya saja;

  1. GAM dan Pemerintah Indonesia

Perjanjian antara Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka atau GAM (gerakan separatisme bersenjata yang bertujuan agar Aceh lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia) dengan memberikan Aceh status sebagai daerah istimewa, sehingga disebut Daerah Istimewa Aceh. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan di Aceh.

  1. The Connecticut Compromise

The connecticut compromise yang juga dikenal sebagai great compromise of 1787 atau sherman compromise adalah kesepakatan yang dicapai oleh negara-negara besar dan kecil selama Konvensi Konstitusi tahun 1787 yang sebagian mendefinisikan struktur legislatif dan perwakilan yang akan dimiliki setiap negara bagian di bawah Konstitusi Amerika Serikat.

  1. Austro dan Hongaria

Kompromi Austro dan Hongaria tahun 1867 dalam mendirikan monarki ganda Austria-Hongaria. Kompromi tersebut mengakhiri kediktatoran militer selama 18 tahun dan kekuasaan absolut atas Hongaria, yang diperkenalkan oleh Francis Joseph setelah Revolusi Hongaria tahun 1848.

  1. Meksiko dan Amerika Serikat

Kompromi tahun 1850 (The Compromise of 1850) yang merupakan paket lima undang-undang terpisah yang disahkan oleh Kongres Amerika Serikat pada bulan September 1850 yang meredakan konfrontasi politik antara budak dan negara-negara bebas mengenai status wilayah yang diperoleh dalam Perang Meksiko dan Amerika.

  1. The Three fifths Compromise

The three fifths compromise yang merupakan kesepakatan yang dicapai selama Konvensi Konstitusi Amerika Serikat tahun 1787 tentang penghitungan budak dalam menentukan total populasi suatu negara bagian. Prihal ini akhirnya terjadi integrasi sosial di wilayah AS.

  1. Organisasi Sosial

Bentuk yang menunjukan adanya kompromi dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saja ketika berada dalam organisasi sosial berbasis kemahasiswaan. Dimana kadangkala pada tahapan pemilihan ketua umum ada semacam kompromi yang dihasilkan dari campur tangan para alumni. Hal ini dijalankan demi terciptanya kesetabilan dalam nuansa organisasi yang berkembang.

Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan, dapatlah dikatakan bahwa kompromi dari masalah pengambilan keputusan bersama dengan melakukan analisis paling mendekati ideal dari pihak yang bertikai sehingga dapat ditentukan dengan metode VIKOR, yang memberikan utilitas maksimum mayoritas, dan penyesalan individu minimum terhadap lawan.

Namun yang perlu dipahami bahwa setidaknya penelitian sosial telah menunjukkan bahwa kompromi suboptimal seringkali merupakan hasil dari negosiator yang gagal menyadari ketika mereka memiliki kepentingan yang sepenuhnya sesuai dengan kepentingan pihak lain dan menerima kesepakatan suboptimal. Hasil bersama yang lebih baik sering kali dapat ditemukan dengan penyelidikan yang cermat terhadap kepentingan kedua belah pihak, terutama jika dilakukan di awal negosiasi.

Oleh karena itulah dalam konotasi negatif kompromi dapat disebut sebagai kapitulasi, yang mengacu pada “penyerahan” tujuan, prinsip, atau materi, dalam proses negosiasi kesepakatan. Ekstremisme sering dianggap sebagai antonim untuk kompromi, yang, tergantung pada konteksnya, dapat dikaitkan dengan konsep keseimbangan dan toleransi.

Nah, itulah saja artikel yang bisa dibagikan pada semua kalangan berkenaan dengan contoh adanya kasus kompromi di Masyarakat dalam keseharian. Semoga saja bisa memberikan wawasan serta literasi yang mendalam bagi kalian semuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *