7 Tipe Lembaga Sosial dan Contohnya Lengkap

Diposting pada

Tipe-Tipe Lembaga Sosial dan Contohnya

DosenSosiologi.ComTipe lembaga sosial pada hahekatnya mengalami perkembangan seiring dengan adanya perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat. Hal ini dikatakan demikianlah karena sejatinya bertambahnya lembaga sosial selalu berbanding lurus dengan perkembangan masyarakat.

Lembaga Sosial

Lembaga Sosial yang ada dalam kehidupan masyarakat selalu berbeda antara satu dengan lainnya. Perbedaan ini didaatkan karena proses atau latar belakang yang mendasi terbentuknya lembaga sosial juga berbeda. Oleh karena itulah secara garis besar lembaga sosial dikelompokkan berdasarkan tipenya.

Tipe-Tipe Lembaga Sosial

Tipe-tipe yang ada dalam lembaga sosial dapat dikategorika berdasarkan beberapa kriteria sebagai berikut, yang setidainya ada 5 kriteria yang diberikan dalam lembaga sosial. Antara lain adalah sebagai berikut;

Berdasarkan Nilainya

Berdasarkan nilainya, tipe lembaga sosial dibedakan sebagai berikut;

Lembaga Sosial Primer (Basic Social Institutions)

Lembaga SosiaI primer Iebih bersifat mendasar pokok, dan utama untuk mengatur kehidupan bermasyarakat Lembaga sosial dapat dikatakan primer karena memiliki kaidah sosial yang tinggi untuk mengatur hubungan masyarakat.

Adapun keadilan sosial yang ada di Iingkungan masyarakat sebagai ialah sebagai berikut;

Kaidah Agama

Kaidah agama mengatur hubungan antara individu dan Tuhan berdasarkan pada seluruh ajaran dan Iarangannya untuk membentuk perilalcu umat beragama

Kaidah Kesusilaan

Kaidah kesusilaan berasal dalam individu itu sendiri. Apabila proses internalisasi nilai dan norma berhasil secara maksimal, individu dapat menjajankan kaidah kesusilaan dalam masyarakat. Contoh kaidah kesusilaan adalah sifat jujur, tanggung jawab dan disiplin.

Kaidah Kesopanan

Kaidah kesopanan berhubungan dengan sosialisasi dan interaksi yang terbentuk oleh hubungan sosial di lingkungan masyarakat misalnya sikap menghormaj orang yang Iebih tua.

Kaidah Hukum

Kaidah hukum merupakan seperangkat peraturan yang dibuat oleh pihak berwenang dan bersifat tertulis serta mernaksa warga negara untuk melaksanakan tertib hukum. Lembaga sosial primer dalam masyarakat antara lain lembaga keluarga, lembaga pendidikan lembaga hukum, lembaga ekonomi, lembaga agarna, dan lembaga kesehatan.

Lembaga Sosial Sekunder (Subsidiary Social Institutions)

Lembaga sosial bersifat sekunder berarti nilainya dianggap tidak penting oleh sebagian masyaraka Apabila lembaga ini tidak dijalankan atau tidak dipenuhi maka niscaya tidak akan memberikan pengaruh besar pada kehidupan masyarakat.

Akan tetapi sebaliknya, apabila lembaga ini dipenuhi dianggap sebagai pénambah nilai lebih saja. Berdasarkan konteks ruang dan waktu tidak menutup kernungkinan bahwa masyarakat lain rnenganggap lernbaga sosial yang bersifat sekunder ini menjadi suatu kebutuhan primer bagi mereka. Sebagai contoh nyata dalam lembaga sosial subsidiary social institutions adalah lembaga pariwisata.

Lembaga sosial primer dapat saja berubah menjadi lembaga sosial sekunder akibat perbedaan pola pikir masyarakat dalam memandang sesuatu. Sebagai contoh masyarakat tradisional yang mana menganggap pendidikan formal tidak terlalu penting.

Dengan demikian, bagaima masyarakat tradisional lembaga pendidikan formal dianggap sebagai lembaga sosial sekunder. Akan tetapi, anggapan tersebut dapat berubah. Seiring Perkembangan zaman yang menuntut pelaksanaan pendidikan formal. Lembaga pendidikan yang semula bersifat sekunder dapat berubah menjadi primer.

Berdasarkan Perkembangannya

Berdasarkan Perkembangannya lembaga sosial dibedakan menjadi menjadi dua bentuk, yaitu Crescitive Social Institutions dan enacted social instutions. Penjelasannya adalah sebagai berikut;

Crescive Social Institutions

Crescive social institutions merupakan lembaga yang tidak sengaja tumbuh dan berkembang dalam masyarakat. Crescive social institutions terbentuk melalui pola-pola perilaku masyarakat yang telah terintegrasi kuat dalam kehidupan anggota masyarakat.

Pola-pola perilaku tersebut Iama-kelamaan dan tanpa disadari berkembang menjadi adat istiadat. Adat istiadat inilah yang kemduian pada tahap selanjutnya terlembaga dengan baik. Contoh crescive social institutions, yaitu lembaga perkawinan, agama, adat, dan hak milik.

Enacted Social Institutions

Enacted social institutions merupakan lembaga sosial yang sengaja dibentuk untuk mencapai tujuan tertentu. Lembaga ini pada dasarnya berawal dari  crescive social institutions yang dilengkapi struktur dan sistem sosial.

Contoh enacted social institutions adalah lembaga ekonomi yang berfungsi sebagai pengatur berbagai bentuk kegiatan yang dilakukan, antara lain adalah kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi dalam kehidupan masyarakat.

Berdasarkan Sudut Penerimaan Masyarakat

Berdasarkan sudut penerimaan masyarakat, lembaga sosial dibedakan menjadi dua hal, yaitu antara lain adalah sebagai berikut;

Approved/Social Sanctioned Institutions

Approved social sanctioned institutions juga sering disebut social sanctioned institutions. Lembaga sosial mi diterima dan diakui keberadaannya oleh masyarakat. Sebagao contoh dari lembaga sosial ini adalah lembaga kesehatan, lembaga transportasi, dan lembaga perdagangan.

Unsanctioned Social Institutions

Unsanctioned social institutions merujuk pada lembaga yang dibentuk oleh suatu kelompok namun tidak diakui keberadaannya karena dianggap meresahkan anggota masyarakat. Contoh daripada lembaga sosial tipe unsanctioned social institutions adalah organisasi kejahatan seperti jaringan terorisme.

Berdasarkan Fungsinya

Berdasarkan fungsinya lembaga sosial dibedakan menjadi operative social institutions dan regulative social institutions.

Operative Social Institutions

Operative social institutions merupakan lembaga yang bertugas menghimpun pola atau cara mencapai tujuan suatu lembaga. Contoh operative social institutions adalah lembaga pertanian, lembaga industri, dan lembaga pendidikan.

Regulative Social Institutions

Regulative social institutions merupakan lembaga sosial yang bertugas mengawasi adat istiadat di lingkungan masyarakat. Contoh regulative social institutions adalah lembaga pengadilan dan kejaksaan.

Berdasarkan Penyebarannya

Tipe lembaga sosial ditinjau dan sudut penyebarannya menunjukkan luas jangkauan dan tujuan dan fungsi lembaga tersebut. Berdasarkan proses penyebarannya, tipe lembaga sosial dalam hal ini adalah sebagai berikut.

General Social Institutions

Lembaga sosial ini ada dalam hampir semua masyarakat sehingga lebih bersifat menyeluruh (universal). Lembaga yang dapat diterima oleh masyarakat secara luas berarti memiliki nilai (value) yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan seluruh elemen masyarakat. Contoh general social institutions adalah lembaga agama.

Secara umum seluruh agama mengajarkan umatnya untuk berbuat baik kepada setiap orang tanpa membeda-bedakan kedudukan satu sama lain.

Restricted Social Institutions

Lembaga sosial mi dibentuk berdasarkan kepentingan kelompok, kelas, atau golongan tertentu hingga membangun suatu ciri khas dan tidak dapat diterapkan pada golongan, kelompok, atau kelas lain. Contoh restricted social institutions adalah lembaga yang mencerminkan kearifan lokal atau tradisi dalam adat istiadat budaya setempat seperti organisasi pengairan di Bali. Selengkapnya, baca; Contoh Lembaga Sosial dalam Masyarakat

Demikinalah penjelasan dan pembahasan mengenai 7 Tipe Lembaga Sosial dan Contohnya secara lengkap. Semoga dengan adanya tulisan ini bisa menambah refrensi dan juga menambah wawasan bagi segenap pemnaca mengenai berbagai tipe yang ada dalam lembaga sosial. Trimakasih.

4.5 (90%) 2 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *