Sifat Kebudayaan dan Contohnya

Diposting pada

Sifat Budaya

Kadang-kadang seseorang digambarkan sebagai “orang yang sangat berbudaya“, yang berarti bahwa orang tersebut memiliki ciri-ciri tertentu seperti cara bicaranya, seleranya terhadap sastra, musik atau lukisan yang membedakannya dari orang lain.

Unsur budaya, dalam pengertian ini, mengacu pada karakteristik pribadi tertentu dari seorang individu. Namun, ini bukan arti di mana kata budaya digunakan dan dipahami dalam ilmu sosial. Terkadang budaya digunakan dalam wacana populer untuk merujuk pada perayaan atau malam hiburan, seperti ketika seseorang berbicara tentang ‘pertunjukan budaya’. Dalam pengertian ini, budaya diidentifikasikan dengan estetika atau seni rupa seperti tarian, musik atau drama. Ini juga berbeda dari makna teknis kata budaya.

Budaya telah didefinisikan dalam beberapa cara. Tidak ada konsensus di antara sosiolog dan antropolog mengenai definisi budaya. Meskipun terdapat beragam definisi, budaya memiliki sifat atau karakteristik tertentu. Untuk memperjelas pemahaman kita tentang sifat-sifat budaya, artikel ini akan mengulas tentang sifat-sifat kebudayaan dan contohnya di masyarakat.

Kebudayaan

Budaya mengacu pada pola aktivitas manusia dan simbol-simbol yang memberi arti penting bagi mereka. Budaya memanifestasikan dirinya dalam bentuk seni budaya, sastra, pakaian, adat istiadat, bahasa, dan agama. Cara orang hidup dan apa yang mereka yakini merupakan budaya mereka.

Prinsip-prinsip dan nilai-nilai moral mereka juga merupakan bagian penting dari budaya mereka. Orang-orang dari berbagai belahan dunia memiliki nilai budaya yang berbeda. Perbedaan budaya berkontribusi pada keragaman dalam gaya pikir dan gaya hidup masyarakat.

Kata ‘budaya’ berasal dari kata Latin ‘cultura’ yang diturunkan atau diderivasi dari kata colere yang berarti, ‘mengolah’. Budaya kita memiliki andil besar dalam mengolah pikiran kita. Ciri-ciri dan kepercayaan umum yang membentuk pola pikir kelompok, menentukan budaya mereka.

Pengertian Kebudayaan

Pengertian kebudayaan dapat diartikan sebagai hasil dari karya cipta, rasa, dan karsa manusia. Lingkup kebudayaan mencakup beragam aspek kehidupan manusia, diantaranya yaitu hukum, keyakinan, seni, adat atau kebiasaan, susila, moral, dan juga keahlian. Kehadiran budaya dapat berpengaruh terhadap pengetahuan seseorang, gagasan, dan ide meskipun wujud budaya dalam penggambaran ini masih dibilang sebagai hal yang tabu (abstrak).

Pengertian Kebudayaan Menurut Para Ahli

Adapun definisi kebudayaan menurut para ahli, antara lain:

  1. Bierstedt, Budaya adalah keseluruhan kompleks yang terdiri dari segala sesuatu yang kita pikirkan dan lakukan dan miliki sebagai anggota masyarakat.
  2. H.T. Mazumadar, Budaya adalah jumlah total pencapaian manusia, material maupun non-material, yang mampu ditransmisikan, secara sosiologis, yaitu melalui tradisi dan komunikasi, secara vertikal maupun horizontal.
  3. Cooley, Argell dan Car, Budaya adalah seluruh akumulasi benda buatan, kondisi, alat, teknik, ide, simbol dan pola perilaku yang khas untuk sekelompok orang, memiliki konsistensi tertentu, dan mampu ditularkan dari satu generasi ke generasi lainnya.

Sifat Kebudayaan

Berikut ini sifat atau karakteristik kebudayaan beserta dengan contohnya di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:

Kebudayaan Bersifat Esensial

Kebudayaan bersifat esensial artinya budaya memberi kita identitas. Seni dan sejarah yang kita banggakan, literatur yang kita pelajari, dan pendidikan kita membentuk kepribadian kita. Apa yang kita amati di sekitar kita, apa yang diajarkan kepada kita melalui cerita rakyat, dan apa yang dikatakan budaya kita, sudah tertanam kuat di benak kita.

Nilai-nilai budaya kita, dan sistem kepercayaan kita menentukan cara berpikir dan berperilaku kita. Ritual dan tradisi adalah bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Cara kita membawa diri kita dalam masyarakat dan siapa kita sebagai manusia, sangat dipengaruhi oleh budaya yang kita miliki. Untuk membuat kita merasa menjadi bagian dari kelompok dan memberi kita prinsip-prinsip kehidupan, budaya sangat penting.

Bahasa, simbol, nilai, dan norma adalah beberapa unsur atau elemen budaya yang penting. Keyakinan agama, adat istiadat dan tradisi kita, seni, serta sejarah, yang disatukan dapat dianggap sebagai elemen budaya. Mereka memberi makna pada konsep budaya. Semua ini penting untuk perkembangan kita secara keseluruhan sebagai individu.

Contohnya yaitu meskipun masing-masing suku di Indonesia memiliki bahasa atau dialek masing-masing, tapi untuk memudahkan komunikasi antar suku yang berbeda sekaligus untuk menunjukkan identitas bangsa kita, maka Bahasa Indonesia dijadikan sebagai bahasa persatuan. Hal itu juga telah tercantum dalam ikrar Sumpah Pemuda “…Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia”.

Kebudayaan Dibagikan Diantara Masyarakat

Setiap kebudayaan dibagikan oleh sekelompok orang yang biasanya menghuni wilayah yang sama. Wilayah tempat mereka tinggal, kondisi geografis di sekitar mereka, masa lalu negara mereka, sistem kepercayaan dan nilai-nilai warganya, dan warisan yang mereka banggakan, merupakan budaya mereka. Menjadi umum bagi suatu kelompok, aspek-aspek ini mengembangkan rasa persatuan dan kepemilikan di antara orang-orang dalam kelompok itu.

Orang-orang dari berbagai arti komunitas yang sama memiliki nilai, kepercayaan, dan tradisi yang sama. Sastra dan sejarah mereka sama. Bahasa dan tingkah laku mereka, dan cara mereka berkomunikasi serupa. Dibangun oleh sistem kepercayaan mereka, kepribadian mereka memiliki ciri-ciri tertentu.

Contohnya yaitu peran seseorang dalam keluarga dan masyarakat ditentukan oleh budaya mereka. Pekerjaan dan gaya hidup mereka mungkin dipengaruhi oleh budaya mereka. Budaya memberi orang identitas kolektif. Itu milik sebuah komunitas dan bukan milik satu manusia pun. Itu dibagikan diantara mereka.

Kebudayaan Dipelajari Oleh Masyarakat

Kebudayaan tidak diturunkan secara biologis dari generasi yang lebih tua ke generasi yang lebih baru. Itu dipelajari melalui pengalaman. Para anggota budaya berbagi cita-cita tertentu yang membentuk hidup mereka. Generasi mendatang belajar untuk mengikuti cita-cita yang sama. Budaya menyebar dari generasi ke generasi, yang mengadopsi kebiasaan dan tradisi lama mereka sebagai bagian dari budaya mereka.

Cita-cita mereka yang mendasari hidup mereka, adalah bagian dari budaya mereka. Nilai-nilai budaya diberikan dari satu generasi ke generasi, yang merupakan alasan mengapa mereka terus ada dan berlanjut. Bahasa, sastra, dan bentuk seni diturunkan dari generasi ke generasi.

Budaya dipelajari, dipahami, dan diadopsi dari apa yang diajarkan oleh masyarakat dan berasimilasi dari lingkungan. Tidak ada individu yang lahir dengan rasa budaya. Dalam perjalanan hidupnya, ia mempelajarinya.

Contohnya yaitu tradisi pembakaran jenazah di Bali atau dikenal dengan istilah Ngaben yang merupakan warisan leluhur dan telah dilakukan sejak ratusan tahun silam di Bali. Masyarakat Hindu Bali mempercayai bahwa dengan membayar jenazah, roh leluhur menjadi suci dan mereka dapat beristirahat dengan tenang.

Kebudayaan Tidak Bisa Diisolasi

Penelitian telah mengungkap fakta bahwa tidak ada budaya yang dapat tetap terisolasi. Hampir tidak ada komunitas sosial yang benar-benar terisolasi dari seluruh dunia. Setiap budaya sebagian besar dipengaruhi oleh budaya daerah sekitarnya. Nilai-nilai budaya orang di negara tertentu dipengaruhi oleh orang-orang dari negara tetangga.

Contohnya yaitu ketika orang-orang dari lokasi geografis yang berbeda berkumpul, mereka saling memengaruhi budaya masing-masing. Perdagangan antara dua negara, migrasi orang ke berbagai belahan dunia, dan perjalanan untuk tujuan pendidikan atau rekreasi menunjukkan bahwa budaya tidak dapat tetap terpisah.

Budaya yang berkembang pada waktu yang sama menunjukkan kesamaan karena mereka telah berkembang bersama. Beberapa berbaur untuk menciptakan budaya bersama. Tidak ada budaya yang dapat membuat dirinya kebal terhadap pengaruh eksternal.

Kebudayaan Dapat Bersifat Etnosentis

Kebudayaan tidak dapat terisolasi, tapi terkadang menimbulkan sifat etnosentris artinya suatu kebudayaan beranggapan bahwa kebudayaan tersebut yang terbaik diantara budaya-budaya yang dimiliki orang lain. Sifat etnosentrisme ini cenderung memandang rendah orang-orang yang dianggap asing. Sikap etnosentrisme memandang dan mengukur budaya asing dengan tolok ukur budayanya sendiri.

Contohnya yaitu kebiasaan masyarakat Papua pedalaman mengenakan koteka. Apabila dipandang dari sudut masyarakat yang bukan warga papua pedalaman, mengenakan koteka mungkin merupakan hal yang sangat memalukan. Akan tetapi, oleh masyarakat pedalaman Papua, mengenakan koteka dianggap sebagai hal yang wajar, bahkan dianggap sebagai suatu kebanggan.

Kebudayaan Bersifat Universal

Kebudayaan bersifat universal artinya kebudayaan berupaya untuk yang mencari jawaban atas problematika dalam masyarakat, bukan apologi terhadap kesenian, bukan juga apriori terhadap budaya politik yang massa. Akan tetapi, lebih pada rasionalitas melihat dan menjangkau ke depan demi perkembangan masyarakat majemuk Indonesia.

Contohnya yaitu Irwan dari Indonesia dan Steve dari Inggris, mereka sama-sama mempunyai kebudayaan (bersifat universal). Tapi, Irwan mempunyai pola perilaku untuk menerima sesuatu dengan menggunakan dengan tangan kanan., sedangkan Steve mempunyai pola perilaku untuk menerima sesuatu bisa menggunakan tangan kanan atau kiri (ini merupakan ciri khusus kebudayaannya).

Kebudayaan Mengalami Akulturasi

Kebudayaan mengalami akulturasi artinya kebudayaan dapat bercampur ketika suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing, maka kebudayaan asing tersebut lambat laun akan diterima dan diolah ke dalam kebudayaan yang sudah ada tanpa menyebabkan hilangnya unsur kebudayaan kelompok itu sendiri.

Contohnya yaitu Museum Fatahillah Jakarta yang merupakan perwujudan adanya akulturasi kebudayaan yang dibawa oleh bangsa-bangsa Eropa saat menjajah Indonesia. Bentuknya yang menyerupai Istana Dam di Amsterdam, yang terdiri atas bangunan utama disertai dua sayap di bagian timur dan barat, serta bangunan sanding yang dipergunakan sebagai kantor, ruang pengadilan, dan ruang-ruang bawah tanah yang dipergunakan sebagai penjara.

Kebudayaan Bersifat Adaptif

Kebudayaan bersifat adaptif artinya kebudayaan dapat dapat menyesuaikan diri. Kebudayaan merupakan sebuah keberhasilan mekanisme bagi spesies manusia. Kebudayaan memberi kita sebuah keuntungan selektif yang besar dalam kompetisi untuk bertahan hidup terhadap bentuk kehidupan yang lain.

Contohnya yaitu adaptasi terhadap budaya luar, sebab terjadinya bencana alam pada arti masyarakat tertentu menyebabkan mereka harus pindah ke daerah lain yang mempunyai kebudayaan berbeda.

Kebudayaan Bersifat Dinamis (Flexible)

Kebudayaan tidak bersifat statis, tapi selalu berubah atau bersifat dinamis. Tanpa adanya “gangguan” dari kebudayaan lain atau asing pun, kebudayaan akan mengalami perubahan seiring berjalannya waktu.

Jika bukan karena adanya pengaruh dari luar, maka dalam kebudayaan itu sendiri akan ada individu-individu yang memperkenalkan variasi-variasi baru dalam hal bertingkah-laku yang pada akhirnya menjadi milik bersama dan dikemudian hari akan menjadi bagian dari kebudayaan tersebut.

Proses perubahan sosial budaya juga bisa terjadi karena adanya beberapa aspek dalam lingkungan kebudayaan yang mengalami perubahan, sehingga pada akhirnya akan menyebabkan kebudayaan tersebut perlahan menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi tersebut. Pada dasarnya, setiap kebudayaan pasti akan berubah atau berkembang, meskipun kecil dan sering kali tidak dirasakan oleh anggota-anggotanya.

Contohnya yaitu corak pakaian yang dimiliki nenek kita ketika mereka masih muda, berbeda dengan corak pakaian yang kita kenakan saat ini. Pada umumnya, unsur kebedaan seperti teknologi lebih terbuka terhadap proses perubahan daripada unsur rohani seperti moral dan agama yang cenderung statis.

Kebudayaan Bersifat Integratif (Integrasi)

Kebudayaan bersifat integrasi sosial artinya kelompok-kelompok etnik yang memiliki kebudayaan berbeda dapat beradaptasi dan bersikap komformitas terhadap kebudayaan mayoritas di masyarakat. Akan tetapi masih tetap mempertahankan kebudayaan mereka masing-masing.

Contohnya yaitu ketika sekelompok orang pergi kesuatu wilayah dengan budaya yang berbeda dengan budaya asalnya, maka sekelompok orang tersebut sebagai kebudayaan minoritas harus bersikap komformitas terhadap kebudayaan mayoritas masyarakat, tapimasih tetap mempertahankan kebudayaan mereka sendiri.

Demikianlah tadi serangkaian artikel yang menuliskan kepada pembaca terkait dengan sifat-sifat kebudayaan dan contohnya di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat dan menambah pengetahuan bagi semuanya. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *