Pengertian Wawancara, Jenis, dan Contohnya Lengkap

Diposting pada

pengertian wawancara, jenis, dan fungsinya

DosenSosiologi.Com– Interview yang lebih dikenal dengan wawancara adalah salah satu teknik pengumpulan data dalam penelitian. Wawancara ini dilakukan oleh dua orang atau lebih di dalam menggai sejumlah informasi penting yang ingin di dapatkan. Sebagai penjelasan lebih lanjut tulisan ini akan memberikan penjelasan mengenai pengertian wawancara, jenis, dan contohnya.

Pengertian Wawancara

Wawancara merupakan pertemuan antara dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu. Dalam penelitian dikenal teknik wawancara mendalam. Teknik mi biasanya melekat sangat erat dengan penelitian kualitatif.

Baca Juga:

  1. “Populasi dan Sampel” Pengertian dan Contoh dalam Penelitian
  2. “Kerangka Penelitian” Pengertian dan Contohnya
  3. “Topik Penelitian” Pengertian, Unsur, Tips, dan Contohnya

Pengertian Wawancara Menurut Para Ahli

Pendapat para ahli tentang definisi wawancara antara lain adalah sebagai berikut;

Charles Stewart dan W.B. Cash

Definisi wawancara adalah proses interaksi yang dilakukan dalam dengan tanyajwab dengan tujuan melibatkan respon terhadap prilaku yang ia rasakan.

KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)

Dalam KBBI, definisi wawancara adalah kegiatan tanya jawab yang dikehendaki oleh pewawancara kepada narasumber.

Baca Juga: Pengertian Penelitian Sosial, Ciri, Tujuan, Manfaat, dan Contohnya

Dari pengertian wawancara menurut para ahli di atas, dapatlah diketakan bahwa wawancara yang dilakukan dengan mendalam (in—depth inteiview) adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dan responden atau orang yang diwawancarai.

Oleh karenannya sebelum melaksanakan wawancara para peneliti diharuskan menyiapkan instrumen wawancara yang dikenal dengan pedoman wawancara. Pedoman mi berisi sejumlah pertanyaan atau pernyataan. Isi pertanyaan atau pernyataan bisa mencakup fakta, data, pengetahuan, konsep, pendapat, persepsi, atau evaluasi responden berkaitan fokus masalah atau variabel-variabel yang dikaji dalam penelitian.

Pertanyaan-pertanyaan dalam pedoman wawancara harus terstruktur. Suatu pertanyaan umum harus dilkuti dengan pertanyaan yang lebih khusus dan lebih terurai sehinggaja jawaban atau penjelasan dan informan menjadi lebih dibatasi dan dapat diarahkan.

Data Hasil Wawancara

Data yang dihasilkan dari proses panjang wawancara dapat dikategorikan sebagal sumber primer karena diperoleh langsung dan sumber pertama. Beberapa tips saat melakukan wawancara antara lain mulai dengan pertanyaan yang mudah, mulai dengan informasi fakta, menghindani pertanyaan multiple, tidak mengajukan pertanyaan pnibadi, mengulang kembali jawaban untuk kiarifikasi, memberikan kesan positif, dan melakukan kontrol emosi negatif.

Selain itu, ada beberapa tips lain yang perlu diperhatikan untuk menjadi pewawancara yang baik, yaitu jujur, mempunyal minat, berkepribadian ramah, tidak temperamental, adaptif, serta berwawasan luas.

Kelebihan Metode Wawancara

Kelebihan metode wawancara antara lain adalah sebagai berikut.

  1. Peneliti dapat menggali informasi dan infonman secara lebih mendalam dan berkualitas.
  2. Peneliti dapat mengembangkan pertanyaan sesuai situasi terbaru.
  3. Peneliti bisa memperoleh informasi khusus yang sering luput dan perhatian.
  4. Dapat digunakan untuk semua tingkat pendidikan.

Kekurangan Metode Wawancara

Kekurangan yang ada di dalam metode wawancara antara lain adalah sebagai berikut;

  1. Membutuhkan banyak waktu dan tenaga baik dan peneliti maupun informan.
  2. Keberhasilan proses wawancana bergantung kepandaian peneliti dalam menggali informasi yang diperlukan.
  3. lnterpretasi peneliti bisa terpengaruh oleh informan sehingga tidak objektif.

Jenis Wawancara

Dilihat dan aspek pedoman wawancara yang umumnya, setidaknya ada tiga jenis wawancara yang seringkali dipergunakan, diantarnya adalah wawancara terstruktur, wawancara tidak terstruktur (bebas), dan wawancara kombinasi.

Jenis-Jenis Wawancara

Adapun penjelasan mengenai ketiga jenis wawancara tersebut adalah sebagai berikut;

  1. Wawancara terstruktur, yaitu wawancara yang dilakukan secara langsung dengan berpedoman pada pedoman wawancara yang telah disiapkan. Pedoman wawancara dalam proses wawancara terstruktur sangat penting untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan.
  2. Wawancara tidak terstruktur, yaitu wawancara yang dilakukan tanpa menggunakan pedoman wawancara. Peneliti dapat memodifikasi proses wawancara sesuai situasi dan kondisi sehingga Iebih fleksibel.
  3. Wawancara kombinasi, yaitu perpaduan wawancara terstruktur dan tidak terstruktur. Selain memiliki pedoman wawancara yang telah dibuat sebelumnya, peneliti juga bebas melakukan improvisasi dengan menanyakan informasi !ain. Wawancara jenis ini diharapkan dapat memberikan data yang lebih mendalam.

Tujuan Wawancara

Tujuan sebuah wawancara dilakukan adalah untuk mendapatkan informasi tepat dari narasumber yang terpercaya dalam metode penelitian yang dilakukan. Selain itu juga berikut inilah beberapa tujuan dari wawancara;

  1. Wawancara dilakukan untuk mendapatkan sumber informasi dari orang pertama, sebagai sumber informasi primer.
  2. Wawancara dilakukan untuk memberikan kelengkapan pada teknik pengumpulan informasi dalam penelitian.
  3. Wawancara dilakukan bertujuan untuk menguji pengumpulan data yang ada di dalam informarman secara jujur dan terpercaya.

Contoh Teknik Wawancara

Contoh teknik wawancara yang dilakukan dalam penelitian, misalnya saja mengenai perubahan sosial yang terjadi akbiat anak bermain game online. Secara tersirat dan tersurat dalam metode ini penelitian dalam melakukan pertanyaan yang berkaitan dengan hal tersebut, misalnya peneliti memberikan pertanyaan kepada orangtua dan pelaku pemain game online.

Pertanyaan yang bisa diberikan, dalam contoh ini misalnya ialah tentang tanggapan orangtua terhadap anak yang suka bermain game online, sedangkan pertanyaan yang diberikan untuk si anak adalah perasaan yang ia rasakan setelah bermain game online.

Demikinalah tulisan mengenai pengertian wawancara, jenis, dan contohnya. Yang perlu setidaknya dipahami bahwa dalam teknik wawancara dilakukan sangatlah diperlukan tentang adanya sikap komunikatif yang dapat diamati melalui kemampuan seseorang menyampaikan informasi dengan jelas, sikap saat bergaul, dan kemampuan bekerja sama dengan orang lain.

Sikap komunikatif dapat mendorong peneliti menjadi pribadi yang menyenangkan dan mampu beradaptasi dengan Iingkungan. Semoga dengan adanya tulisan ini bisa memberikan wawasan dan juga pengetahuan mendalam mengenai materi wawancara. Trimakasih.

5 (100%) 3 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *