6 Pengertian Sosiologi Sastra, Ruang Lingkup, Fungsi, dan Contoh Lengkap

Diposting pada

Pengertian Sosiologi Sastra Menurut Para Ahli

DosenSosiologi.Com– Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan sosial yang pada hahekatnya terbentuk karena adanya ilmu filsafat memiliki banyak cabang dalam pembahasannya. Cabang-cabang dalam ilmu sosiologi ini tentusaja ditinjau dari tanggapan masyarakat, karena sosiologi sendri menjadi objek pengetahuan yang fokus pad masyarakat. Adapun salah satu cabang dari ilmu sosiologi adalah sosiologi sastra. Oleh karenannya dalam tulisan ini akan menjelaskan tentang pengertian sosiologi sastra, ruang lingkup, fungsi, dan contohnya.

Sosiologi Sastra

Sosiologi sastra merupakan dua istilah yang terbentuk, yakni  sosiologi dan sastra. Sosiologi sendiri secara umumnya adalah disiplin ilmu pengetahuan tentang masyarakat sedangkan sastra berasal dari kata “Sanskerta” yang artinya ialah ilmu pengetahuan yang mengandung intruksi dan pendoman dari tindakan yang dihasilkan oleh manusia.

Pengertian Sosiologi Sastra

Pengertian sosiologi sastra secara umum adalah pendekatan terhadap orientasi manusia kepada alam semesta sehingga orientasi yang dihasilkan oleh pengarang dan pembaca bisa menghadapi kenyataan yang terjadi dalam masyarakat.

Pengertian Sosiologi Sastra Menurut Para Ahli

Pendapat para ahli, mengenai sosiologi sastra ini beranekaragam adanya. Diantarany pendapat tersebut adalah sebagai berikut;

Wolff

Definisi sosiologi sastra adalah cabang dari disiplin ilmu sosiologi dan sastra yang terbentuk dan terdentifikasi dengan baik antara kesenian atau kesastraan dengan hubungan masyarakat yang ada di dalamnya.

Faruk (2010)

Pengertian sosiologi sastra adalah ilmu pengetahuan yang mampu menghubungkan antara hasil karya manusia dengan kehidupan yang ada dalam masyarakat. Dengan menggunakan teori dan juga metodologi yang berbeda tapi pada prinsipnya memiliki banyak kesamaan di dalamnya.

Wellek dan Warren (1956)

Pengertian tentang sosiolgi sastra adalah pendekatan terhadap karya sastra yang mampu mempertimbangkan dengan segi sosial, baik perubahan sosial, lembaga sosial dan lain sebagainya. Sehingga karya tersebut mampu hidup dan dipertahankan oleh masyarakat.

Ratna (2003)

Arti sosiologi sastra adalah ilmu pengetahuan yang memberikan keterkaitan erat antara kehidupan dalam masyarakat dengan hasil karya yang dihasilkannya. Baik berupa karya nyata atapun karya yang tidak nyata (abstrak).

Eagleton (1983)

Pengertian sosiologi sastra adalah ilmu pengetahuan yang mampu menonjolkan tengan hubungan manusia dengan hasil karya yang diciptakan. Sehingga karya ini sendiri mampu diadaptasi oleh masyarakat dan bentuk yang nyata.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Dalam KBBI sosiologi sastra adalah sumber ilmu pengetahuan tentang sifat dan perkembangan suatu masyarakat tertentu yang dinilai dari pada kritikus dan sejarawan dengan memberikan ungkapan mengenai status lapisan, ideologi, kondisi ekonomi, dan lain sebaginya.

Dari pengertian sosiologi sastra menurut para ahli diatas, dapatlah disimpulkan bahwa sosiologi sastra adalah cabang ilmu sosiologi dan sastra yang menjadi satu dan membentuk pembahasan dengan mengutamakan istilah masyarakat dan hasil yang diciptakannya.

Ruang Lingkup Sosiologi Sastra

Menjadi ruang lingkup daripada pembahasan mengenai sosiologi sastra antara lain adalah sebagai berikut;

Sosiologi dan Dampak Karya Sastra

Pembahasan mengenai sosiologi sastra tidak lepas dari dampak yang dihasilkannya. Bahasan ini menjadi bahasan penting karena dampak yang dihasilkan dalam masyarakat akan mampu memberikan pemahaman baru dan sumber wawasan baru bagi setiap masyarakat tersebut.

Sosiologi Sastra Merujuk pada Pengarang, Profesi pengarang, dan Istitusi Sastra

Pokok bahasan dalam sosiologi sastra selanjutnya adalah pembahasan mengenai pengarang, profesi dan juga ilustrasi yang dihasilkannya. Sosiologi sastra ini dinilai cukup mampu memberikan telaah tersendiri bagi profesi dan istitusinya di dalamnya.

Sosiologi Karya Sastra Menjadi Telaah Bagi Karya Itu Sendiri

Pokok bahasan dalam sosiologi sastra adalah pokok bahasan yang diberikan. Dengan mampu menjabarakan tentang pengajaran dan pengalaman kepada masyarakat, sosiologi sastra bisa menjadi sumber wawasan pada kehidupan saat ini.

Fungsi Sosiologi Sastra

Fungsi pemberikan pengajaran tentang sosiologi sastra, adalah sebagai berikut;

  1. Fungsi dalam sosiologi sastra adalah sebagai pembaharu dan perombak dari tradisi yang dijalani masyarakat pada saat ini.
  2. Sosilogi sastra memiliki fungsi sebagai media penghibur bagi masyarakat.
  3. Sastra dan Sosiologi menjadi titik batas bahwa antra hal-hal yang bisa dicontoh dan seharusnya bisa diganti atau tidak layak dalam peneliannya.

Contoh Sosiologi Sasta

Contoh karya dalam sosiologi sastra yang menjadi titik bahasan, misalnya saja dalam karya sastra tulis yakni Novel Siti Nurbaya yang memberikan pendekatan mengenai budaya perjodohan, novel ini sendiri sangatlah hits bagi masyarakat Indonesia.

Dalam Novel Siti Nurbaya dikaji mengenai sosiologi sastra adalah tentang hubungan perjodohan dengan bangsa bangsawan. Penilaian terhadap apa yangterjadi ini setidaknya memberikan nuansa pendidikan kepada masyarakat luas tentang arti perjuangan, perjodohan, dan percintaan.

Pendekatan sosiologi sastra dalam Novel Siti Nurbaya diatas setidaknya memberikan penilaian yang bukan hanya dalam segi pengarang akan tetapi juga memberikan pengajaran kepada masyarakat secara umumnya tentang fenomena sosial yang terjadi.

Demikinalah tulisan mengenai pengertian sosiologi sastra, ruang lingkup, fungsi, dan contohnya. Semoga dengan adanya bahasan ini bisa memberikan refrenesi dan juga literasi yang mendalam bagi segenap pembaca yang saat ini mencari literasi tentang “Materi Sosiologi Sastra”. Trimakasih.

Berikan Rating

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *