Pengertian Ras, Klasifikasi, Jenis, dan Contohnya

Diposting pada

ras adalah

Jika mendengar kata Ras tentunya sudah tidak asing lagi, terlebih mengingat Indonesia merupakan negara yang multikultural. Indonesia memiliki beragam Ras yang terbentang dari sabang hingga merauke, dari Pulau We hingga Pulau Rote. Keberagaman ras di Indonesia pada umumnya dapat dikategorikan berdasarkan ciri-ciri fisiknya. Ras memiliki cakupan makna yang luas, dilihat dari berbagai perspektif yang berlainan. Ras merupakan istilah yang merujuk pada sebuah sistem pengelompokan yang dipakai untuk mengklasifikasikan manusia ke dalam populasi atau kelompok besar dan berbeda dengan ciri fisik yang dapat diamati asal-usul geografis, pewarisan dalam makna suku, dan lain- lain.

Pengertian lain dari ras secara umum yaitu pengelompokkan berdasarkan ciri biologis, tidak menurut ciri-ciri sosial yang terkonstruksikan secara struktural. Di Indonesia dijumpai beragam ras, antara lain Ras Mongoloid Barat dan Ras Australoid Barat, Ras Negroid, Ras Weddoid, Ras Melayu Mongoloid, Ras Proto Melayu, Ras Deutro Melayu, Ras Papua Melanezoid, Ras Asiatic-Mongoloid, Ras Kaukasoid. Selain itu, jenis- jenis ras secara umum dapat diklasifikasikan ke dalam 4 golongan, yang meliputi Ras Mongoloid, Ras Negroid, Ras Kaukasoid, serta Ras Khusus. Untuk mempelajari lebih mendalam mengenanai Ras, dalam artikel ini akan diulas secara jelas mengenai pengertian, klasifikasi, jenis serta contoh ras.

Ras

Kata ras berasal dari bahasa Prancis dan Italia ”razza” untuk menjelaskan dan menguraikan himpunan orang yang dapat dibedakan menurut karakteristik fisik. Pada mulanya penggunaan istilah ras diperkirakan muncul sekitar awal tahun 1.600. Saat itu, Frangois Bernier, seorang antropolog kebangsaan Prancis, pertama kali mengemukakan pemikiran tentang diferensiasi manusia berdasarkan kategori atau karakteristik fisik, yang berupa warna kulit dan bentuk wajah.

Istilah Ras di dalam kehidupan, dapat diaplikasikan dalam beragam bidang yang berlainan. Sebagai contoh, di Amerika Serikat misalnya, pilar hukum menggunakan istilah “ras” dalam menentukan latar belakang tersangka yang tersangkut suatu permasalahan hukum dan penggambaran kembali objek tertentu yang belum diidentifikasi.

Selain itu, pada masyarakat pada umumnya, Klasifikasi berdasarkan “ras” mengikuti aturan pola stratifikasi sosial, yang mana bagi ilmuwan di bidang sosial yang mengkaji fenomena  kesenjangan sosial, “ras” dijadikan factor penting. Sebagai elemen sosiologis, kategori “ras” dapat secara terbatas menggambarkan penjelasan yang subyektif, yang di dalamnya  meliputi profil diri dan intitusi sosial terkait.

Pengertian Ras

Pengertian  ras secara umum adalah klasifikasi manusia berdasarkan ciri biologis yang dimiliki bukan berdasarkan ciri- ciri yang terstruktur secara sosial. Ras juga bisa diartikan sebagai golongan penduduk pada suatu daerah yang mempunyai beberapa sifat keturunan, yang berlainan dengan penduduk pada daerah lainnya.

Selain itu, Ras diartikan sebagai suatu kategori dengan pengelompokan sejumlah orang berdasarkan karakteristik fisik tubuh, yang meliputi warna kulit, bentuk tengkorak kepala, struktur rambut, bentuk mata atau hidung, dan symbol- symbol fisik lainnya dengan perspektif subjektif.

Pengertian Ras Menurut Para Ahli

Adapun menurut pendapat ahli, definisi ras adalah sebagai berikut;

Gill dan Gilbert (1988)

Ras merupakan karakteristik biologis yang melekat pada diri manusia, yang dapat menjelaskan sekumpulan orang yang dapat diklasifikasikan menurut karakteristik fisik yang diciptakan melalui proses reproduksi. Pada realita sosial yang dijumpai di masyarakat, seringkali ras justru dijadikan status sosial yang dimaknai dengan perspektif budaya bukan secara biologis..

Banton

Pengertian ras adalah suatu ciri yang menunjukkan suatu peran, serta proporsi fisik yang dijadikan kaidah untuk menunjuk beragamnya peran yang ada. Ras dapat diartikan secara fisik dan sosial. Ras secara fisik mencakup kondisi fisik yang dapat dilihat, sedangkan secara sosial mencakup peran dan unsur budaya maupun kebiasaan yang sering dilakukan.

Grosse

Arti ras adalah sekelompok sosial manusia yang merupakan satu kesatuan yang berpadu padan dikarenakan factor pewarisan sifat jasmani dan rohani yang serupa, sehingga dapat dibedakan dengan kesatuan yang berlainan.

Klasifikasi Ras

Klasifikasi ras atau pembagian ras dapat diidentifikasi dengan cara melihat tanda jasmani atau karakteristik fisik yang melekat. Ciri- ciri fisik tersebut antara lain:

  1. Bentuk Badan

Secara mendasar, bentuk badan bukan factor dominan dalam klasifikasi ras. Namun bentuk badan menjadi salah satu indicator penting dalam klasifikasi ras. Bentuk badan dalam hal ini meliputi tinggi badan, dimana manusia pada umumnya mempunyai tinggi rata-rata 150-178 cm.

  1. Bentuk Kepala

Untuk bentuk kepala dapat dihitung dengan menghitung indeks kepala. Ada rumus yaitu dengan mengalikan lebar kepala x panjang kepala x 100. Sehingga dapat didapat hasil bentuk kepala sebagai salah satu indicator dalam klasifikasi ras.

  1. Bentuk Air Muka dan Tulang Rahang Bawah

Dalam indicator bentuk air muka dan tulang bawah ini, ada lima aspek yang diperhatikan, yaitu:

  • Bentuk tulang pipi yang nampak menonjol keluar

Indikator ini terlihat pada kebanyakan orang Asia Timur, sebagian kecil bangsa Rusia, Orang Pasifik Selatan dan bangsa Indian.

  • Pronagtisme atau standar estimasi ke bagian muka dan air muka
  • Lebar muka atau jarak maksimum antar dua pipi

Panjang muka yaitu jarak maksimal antara batas tulang dahi dan tulang hidung, serta bagian paling bawah dari tengah-tengah tulang rahang atas. Indeks muka bisa dirumuskan dengan hitungan membagi panjang dan lebar muka dikali 100.

  • Bentuk gigi, namun kurang ditekankan dalam analisis

Gigi kurang ditekankan dalam analisis penelitian, dikarenakan bentuk gigi pada manusia pada dasarnya tidak banyak perbedaan yang signifikan. Manusia purba dan manusia modern mempunyai perbedaan yang sangat terlihat. Manusia purba tidak mempunyai tulang dagu, tulang tersebut berkembang terhadap manusia yang lebih tinggi tingkatan perkembangan evolusinya.

  • Bentuk Hidung

Hitungan bentuk hidung dapat dihitung dengan rumus, yaitu dengan cara membagi panjang dan lebar hidup lalu dikalikan 100.

  • Warna Kulit, Warna Rambut dan Warna Mata

Warna kulit manusia dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu putih dan hitam. Selain itu ada juga warna kulit lain yaitu warna kuning pada ras Tionghoa, Warna sawo matang pada orang Dravida, Warna kuning cokelat pada orang Polynesia, dan cokelat hitam pada Ras Negro.

Selain itu, warna rambut beragam pula jenisnya, yaitu meliputi warna hitam, cokelat, pirang, putih dan kekuningan. Kemudian juga beragamnya warna mata ada, yaitu hitam, cokelat, biru, hijau, dan abu-abu.

  • Bentuk Rambut

Dalam kehidupan sehari- hari dapat dijumpai beragam bentuk rambut manusia antara lain lurus, keriting, dan bergelombang.

Jenis Ras

Jenis-jenis atau macam macam ras di dunia menurut A.L Krober dibagi menjadi empat jenis, sebagai berikut:

  1. Ras Mongoloid

Merupakan jenis ras dengan ciri yang melekat yaitu berkulit kuning. Golongan bangsa yang termasuk ras mongoloid antara lain:

  • American Mongoloid

Meliputi Bangsa Eskimo di Amerika Utara, hingga penduduk Terra del Frugo di penjuru Amerika bagian Selatan.

  • Malayan Mongoloig

Meliputi lingkup kawasan Asia Tenggara, Malaysia dan Filipina, serta Kepulauan Indonesia

  • Asiatic Mongoloid

Meliputi wilayah Asia Utara, Asia Tengah, dan juga Asia Timur

  1. Ras Negroid

Merupakan jenis ras dengan ciri fisik yaitu berkulit hitam. Golongan bangsa yang masuk dalam golongan ras negroid antara lain:

  • African Negroid

Meliputi wilayah di Benua Afrika

  • Melanisia

Meliputi wilayah Papua dan Melanisia

  • Negrito

Meliputi wilayah Afrika Tengah, Semenanjung Melayu, serta Filipina

  1. Ras Kaukasoid

Merupakan  ras dengan ciri khas berkulit putih. Golongan bangsa yang termasuk dalam klasifikasi ras kaukasoid antara lain:

  • Nordic

Meliputi wilayah Eropa Utara, tepatnya pada sekitaran Laut Baltik

  • Mediterania

Meliputi wilayah di sekitar laut tengah, Amerika Utara, Amerika, Arabia, Armenia, serta Iran

  • Alpine

Meliputi wilayah di Eropa Tengah dan Eropa Timur

  1. Ras Khusus Yang Tidak Dapat Diklasifikasikan

Yang termasuk dalam klasifikasi ras tersebut antara lain:

  • Ainu

Dapat dijumpai di sekitaran Pulau Kurufoto dan Hokaido di Jepang utara

  • Polynesian

Dapat dijumpai di Kepulauan Mikronesia dan Polinesia

  • Australoid

Dapat dijumpai pada penduduk asli Ausralia

  • Veddoid

Dapat dijumpai di daerah pedalaman Sri Langka dan Sulawesi Selatan

Contoh Ras

Beragamnya Ras yang tersebar di berbagai penjuru dunia dapat dicontohkan sebagai berikut:

  1. Penduduk asli yang menempati wilayah Eropa, Sebagian Afrika dan Asia merupakan golongan Ras Mongoloid
  2. Penduduk asli yang bertempat tinggal di wilayah Afrika, serta daerah sebagian Asia termasuk ke dalam golongan Ras Negroid
  3. Penduduk asli yang bertempat tinggal di wilayah Eropa Utara sekitar laut Baltik, Eropa Tengah, Eropa Timur, Afrika Utara, Armedia Arab,dan juga Iran termasuk ke dalam golongan Ras Kaukasoid
  4. Keberadaan Ras Khusus yang merupakan segolongan ras yang tinggal di pedalaman Sri Lanka, Penduduk pulau Karafuto, Hokkaido, Jepang

Nah, itulah tadi serangkain artikel yang sudah kami tuliskan serta jelaskan secara lengkap kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian ras menurut para ahli, klasifikasi, jenis, dan contohnya yang ada di Indonesia dan Dunia. Semoga bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan mendalam bagi pembaca sekalian. Trimakasih,

Daftar Sumber Tulisan
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Ras_manusia#cite_note-lie-1
  • Soekanto, Soerjono. 2007. Sosiologi suatu Pengantar. Jakarta: P.T.Raja. Grafindo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *