Pengertian Konflik, Faktor, dan Bentuknya Lengkap

Diposting pada

Pengertian Konflik, Bentuk Konflik, Dampak Konflik, Contoh Konflik, Faktor Konflik

DosenSosiologi.Com– Perbedaan kepetingan dalam masyarakat seringkali menjadi polemik yang berarti, bukan hanya menimbulkan masalah-masalah sosial. Jauh lebih itu, akan menimbulkan konflik atau pertentangan dalam masyarakat. Sebagai penjelasan lebih lanjut, artikel ini akan memberikan arti mengenai Pengertian Konflik, Faktor, dan Bentuknya.

Konflik

Konflik merupakan istilah dalam Bahasa Inggris “conflict” yang tergolong sebagai interasaksi sosial dalam proses disosiatif. Proses disosiatif dalam kajian sosiologi meliputi persaingan, kontraversi, pertikaian, dan terakhir adalah konflik. Yang kesimpulan kesemuanya ialah mendapatkan apa yang dingginkan secara bersama atau secara individu.

Pengertian Konflik

Pengertian konflik adalah suatu perjuangan yang dilakukan masyarakat, bak secara individu atau kelompok sosial untuk memenuhi tujuannya dengan jalan memeberikan perlawanan pada pihak yang disertai kekerasan dan ancaman.

Pengertian Konflik Secara Khusus dan Umum

Pengertian konflik secara khusus atau yang paling sederhana-hanaya pengertian adalah saling memukul (configere), namun dalam definisi secara khusus ini konflik tidak hanya berwujud pertentangan fisik semata. Dalam definisi yang lebih umum lagi, definisi konflik sebagai proses sosial yang terjadi diantara dua pihak atau lebih, yang di dalamnya pihak yang satu berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancur kan atau membuatnya tidak berdaya.

Pengertian Konflik Menurut Para Ahli

Adapun, definisi konflik menurut pendapat para ahli. Antara lain adalah sebagai berikut;

Robbins

Pengertian konflik adalah proses sosial dalam masyarakat yang terjadi antara pihak berbeda kepentingan untuk saling memberikan dampak negatif,  artinya pihak-pihak yang berbeda tersebut senantiasa memberikan perlawanana. Konsekuensinya akan rimbul peperangan, pembunuhan, krimalitas, dan dampak negatif lainnya.

Alabaness

Definisi konflik adalah keadaan masyarakat yang mengelami kehancuran keteraturan sosial yang dimulai dari individu atau kelompok yang tidak setuju dengan pendapat dan pihak lainnya. Sehingga mendorong terjadinya perubahan sikap, prilaku, dan tindakan atas dasar ketidaksetujuannya.

Dari penjelasan mengenai pengertain konflik tersebut, dapat disimpulkan bahwa konflik adalah proses sosial yang selalu ajeg dilatarbelakangi oleh perbedaan kepentingan sehingga perbedaan ini sendiri sulit untuk didamaikan. Perbedaan-perbedaan yang daat mendorong terjadianya konflik tersebut dalam masyarakat antara lain menyangkut ciri fisik, budaya, ras, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, dan keyakinan.

Faktor Konflik

Faktor yang melatarbelakangi terjadinya konflik, di dalam kehidupan masyarakat. Antara lain adalah sebagai berikut;

Perbedaan Individu

Setiap inidividu yang ada di dalam kehidupan bermasyarakat akan senantiasanya mengalami perselisihan, perselisihan ini sendiri meliputi perbedaan pendirian dan perasaan, yang kedua hal tersebut menjadi penyebab timbulnya konflik dalam masyarakat.

Kebudayaan

Faktor kedua yang menjadi penyebab timbulnya konflik dalam masyarakat, adalah perbedaan latar belakang kebudayaan yang satu dengan yang lainnya, sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda pula, contohnyata dalam kasus ini misalnya mengenai prilaku dan tatabicara masyarakat Indonesia yang memiliki karekatristik tidak sama, antara masyarakat Papua dan Masyarakat Jawa Tengah.

Kepentingan

Banyaknya perbedaan kepentingan yang ada dalam masyarakat, antara individu dan kelompok, di antaranya menyangkut bidang ekonomi, politik, dan sosial. Bidang politik seringkali menjadi penyulut timbulnya konflik masyarakat, yang umumnya karena kekuasaan. Begitupula perbedaan ekonomi, dengan ada status sosial dalam masyarakat, antara miskin dan kaya, menjadi penyebab adanya konflik yang sulit dihindari.

Perubahan Sosial

Faktor penyebab adanya konflik dalam masyarakat, yang selanjutnya adalah perubahan sosial. Perbuahan ini faktor alamiah lantaran memang hakekat manusia senantiasany berubah. Yang pasti perubahan-perubahan yang seringkali menjadi penyebab konflik adalah perubahan pada nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat.

Interaksi Sosial

Pengertian interkasi sosial yang seringkali menjadi salah satu penyebab timbulnya konflik dalam masyarakat banyak disebabkan karena ketidakharminisan. Yang akhirnya interaksi sosial tersebut tidak bisa dijanalan, semakin seseorang melakukan interaksi sosial maka semakin riskan pula konflik yang akan ditimbulkan.

Bentuk Konflik

Konflik yang ada dalam masyarakat, memiliki bantak jenis-jenisnya, di macam konflik tersebut antara lain adalah sebagai berikut;

Konflik Pribadi

Konflik pribadi adalah salah satu jenis konflik yang paling dominan terjadi di kehidupan masyarakat, konflik ini hanya merugikan pihak-pihak individu yang berkaiatan satu sama lainnya. Misalnya dalam keluarga, antara adik dan kakak yang bersiang mendapatkan kasih sayang orangtuanya. Maka konflik yang dialami hanya sebatas adik dan kakaknya saja, sedangkan anggota lain tidak mengalami konflik dan dampak konflik.

Konflik Rasial

Konflik rasial adalah konflik yang terjadi karena adanya perbedaan ras, atau perbedaan kebudayaan dalam masyarakat. Perbedaan-perbedaan ini timbul karena adanya persaingan yang tidak sehat sehingga masyarakat satu dengan lainnya saling melawan dan menghancurkan pihak lain. Contoh konflik rasial ini seringkali terjadi antara perang suku di Papua,

Konflik Antarkelas Sosial

Kelas sosial dalam masyarakat ada yang secara horizonal dan ada yang bersifat vartikal. Kelas sosial ini banyak menciptakan konflik yang terjadinya, hal ini sesuai dengan teori yang dikatakan Karl Marx sebagai ahli dalam fisafat. Karl Marx menjelasakan bahwa kelas sosial terdiri dari dua, yakni kelas borjuis dan proleter. Selengkapnya, baca; Pengertian Proletar, Tokoh, dan Contohnya

Kedua kelas ini akan memperebutkan dan mempertahankan status dan peran yang didapatkannya. Selama ada pengelompokan kelas dalam masyarakat, selama itupula konflik akan langgeng terjadi. Oleh karenannya konflik antar kelas tidak bisa dihindari sedikitpun dalam masyarakat.

Konflik Politik

Konflk politik adalah jenis konflik yang terjadi di dalam dunia politik, konflik ini banyak di latar belakangi dengan adanya keinginan untuk berkuasa. Oleh karena itulah keinginan berkuas acapkali memandang segala kebutuhan hidup dan menghalakan sesuatu hal.

Konflik politik bisa dilatar belakangi dengan adanya politik identitas yang mana, dengan kekehan dan kekukuhan hatinya masyarakat sering mengalami pergesekan satu sama lainnya. Jadi singkatnya, jenis konflik ini bagian daripada dinamika kehidupan masyarakat. Selengkapnya, baca; Pengertian Politik Identitas dan Contohnya Menurut Ahli

Konflik Internasional

Konflik selanjutnya, adalah konflik internasional. Konflik ini banyak disebabkan karena eksistensi negara-negara maju dan negara berkembang. Negara maju akan memberikan modal dan mengeruk SDA pada negara-negara berkembang, keadaan ini banyak menimbulkan kekecewaan bagi masyarakat. Yang akhirnya, dengan kekecewaan tersebut tak jarang banyak negara pada akhirnya melakukan perlawanan atau peperang.

Contoh konflik antar negara ini misalnya saja, antara Amerika dan Rusia. Kedua negara ini sejak perang dunia ke-2 selalu memperebutkan eksistensi, baik dalam teknologi, budaya, bahkan dalam ideologi. Dalam ideologi Amerika mengenut sistem demokratis sedangkan Rusia menganut Komunisme. Kedua hal ini seringkali menjadi polemik tersendiri bagai negara-negara yang ada di seluruh dunia.

Konflik Sosial

Pengertian konflik sosial adalah konflik yang terjadi karena masalah-masalah sosial lainnya. Baik masalah ekonomi, pergaulan, hubungan sosial, ataupun masyarakat yang berkaiatan dengan hancurnya tatanan dan keraturan masyarakat.

Jenis konflik ini banyak menimbulkan dampak negatif di bandaingkan dampak postifnya. Oleh karena itulah banyak yang berpendapat konflik sosial harus segera ditasi, sebagai solusli dalam membentuk masyarakat damai, sejahteran, dan tentram.

Konflik Agama

Jenis konflik yang selanjutnya, adalah konflik agama. Konflik ini banyak menimbulkan masalah intens dalam perkembangan di dunia. Agama sebagai bagian kebutuhan hidup bergantung pada keyakinan yang dimiliki umat manusia. Oleh karenannya konflik paling berat dampaknya dibandingkan dengan konflik lainnya adalah konflik agama.

Upaya penyelesainnya konflik dalam masyarakat, terutama agama ini bisa dilakukan dengan memberikan sikap toleransi. Sikap ini diartikan sebagai sikap saling menghargai perbedaan demi terciptanya integrasi sosial dalam kehidupan manusia secara utuh.

Dari penjelasan mengena pengertian konflik di atas, dapat dikatakan bahwa konflik merupakan situasi wajar dalam setiap kehidupan masyarakat. Bahkan sejatinya konflik ini sendiri sama dengan perubahan sosial dan juga globalisasi (Baca; Pengertian Globalisasi) yang tidak dapat dihindari oleh setiap masyarakat.

Dampak Negatif Konflik

  1. Merusak integrasi sosial masyarakat
  2. Menyebabkan trouma secara sosial dan psikologis
  3. Menimbulkan kerusakan harta benda dalam masyarakat
  4. Timbulnya rasa dendam yan tidak bisa menciptakan kehidupan harmonis.

Dampak Positif Konflik

Meksipun banyak dampak negatifnya, ada sejumlah dampak postif dari konflik. Dalam ini Konflik kadang-kadang diperlukan dalam suatu kelompok atau organisasi sosial. Adanya pertentangan dalam suatu kelompok atau organisasi sosial merupakan hal biasa. Apabila dari pertentangan dan pertikaian tersebut dapat dihasilkan kesepakatan, akan terwujud integrasi yang lebih erat dari sebelumnya.

Demikianlah penjelasan dan pembahasan mengenai pengertian konflik, faktor, dan dampaknya. Semoga dengan adanya tulisan ini bisa memberikan wawasan dan juga pengetahuan bagi segenap pembaca yang sedang mendalami materi mengenai “Konflik”. Trimakasih,

Berikan Rating

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *