Pengertian Imitasi dan Contohnya Lengkap

Diposting pada

Imitasi dalam Sosiologi

DosenSosiologi.Com– faktor-faktor yang menjadi dasar terbentuknya syarat interaksi sosial salah satunya adalah imitasi, yang seringkali memiliki arti meniru perilaku dan tindakan orang lain. Prilaku dan tindakan orag lain yang ditiru dalam imitasi ini bisa berakibat baik akan tetapi juga bisa berakibat buruk. Oleh karenanya dalam tulisan ini akan memberikan penjelasan mengenai pengertian imitasi dan contohnya.

Pengertian Imitasi

Pengertian imitasi adalah meniru perilaku dan tindakan orang lain dengan sama persis apa yang dilakukan oleh orang lain tersebut. Sebagai suatu proses, imitasi tentunysa dapat berarti positif apabila yang ditiru tersebut adalah perilaku individu yang baik sesuai nilai dan norma masyarakat.

Akan tetapi, sebaliknya proses imitasi bisa juga berarti negatif apabila sosok individu yang ditiru adalah perilaku yang tidak baik atau prilaku yang menyimpang dari nilai dan norma yang berlaku di dalam kehidupan bermasyarakat. Baca jugaPengertian Penyimpangan Sosial, Ciri, Faktor, dan Bentuknya

Contoh Imitasi

Berbagai contoh mengenai kejadian tentang imitasi, antara lain contoh-contoh tersebut adaah sebagai berikut;

  • Seorang siswa yang ada di Lembaga Pendidikan meniru penampilan yang dilakukan oleh selebritis yang ada di televisi, seperti meniru untuk membuat rambut gondrong (panjang), memakai anting, memakai gelang dan kalung secara berlebihan. Tindakan imitasi seperti itu dapat mengundang reaksi dari masyarakat yang menilai penampilan itu sebagai urakan ataupun tidak sopan.
  • Seorang balita mulai mengucapkan kata-kata yang diajari ayah atau ibunya. Contoh imitasi seperti ini seringkali berada dalam pengertian lembaga keluarga, khususnya yang dilakukan oleh orangtua. Sebab pendidikan pertama yang di dapatkan oleh seorang individu sebelum terjun dalam kehidupan masyarakat dan kelompok sosial memang berasal dari keluarga.
  • Adanya seseorang yang ingin menjadi wirausaha, seperti Chirul Tanjung (Anak Singkong) memiliki Trans Crop. Adalah contoh proses imitasi yang diarahkan pada hal-hal positif, laran proses ini bisa menambah wawasan/pelajaran terhadap manusia untuk bisa hidup mandiri.
  • Rina adalah anak SD 02 Sukamaju, yang sangat mengagumi penyanyi idolanya, yaitu Rosa. Dia ingin sekali meniru segala penampilannya agar sama dengan idolanya. Tindakan yang dilakukan oleh rina tersebut juga bagian daripada imitasi.
  • Adanya seseorang yang memiliki kecenderungan untuk berprilaku seks menyimpang, seperti kasus homoseksual, lesbian, dan tindakan lainnya. Juga bagian daripada imitasi terhadap pola kebudayaan asing (westrenalisasi) yang tentusanya adat-adat seperti itu tidak sesuai dengan nilai dan norma sosial yang ada dalam masyarakat Indonesia.
  • Adanya kejadian yang dilakukan si Oon salah satu Mahasiswa PTS Jawa Barat, yang tampil di atas pentas dia bergaya ala Michael Jackson. Tampilnya yang telah dilakukan oleh si Oon tersebut juga didasari oleh faktor imitasi dalam interkasi sosial.
  • Adanya klaim kebudayaan yang dilakukan oleh Negara Malaysia terhadap Reog Ponorigo dengan meyakinkan bahwa itu adalah Kebudayaan Malaysia, adalah salah satu faktor imitasi negatif. Lantaran kebudayaan seperti Reog Ponorigo adalah kebudayaan yang asli atau khas dari Indonesia.
  • Tingkat keberhasilan yang dilakukan oleh Pemerinta Provinsi Jawa Barat dalam memerangki korupsi dan menerapkan keterbukaan publik di masyarakat, sehingga banyak wilayah-wilayah lain di Indonesia menerpkan pola yang sama adalah contoh bagian imitasi yang dilakukan dalam lembaga pemerintahan.
  • Si Arina memasak sayur bayam, dengan sebelumnya dijari oleh orangtuanya. Adalah bagian dari imitasi yang seringkali kita temukan di dalam kehidupan sehari-hari.
  • Rianto belajar untuk membuat kolam ikan di salah satu lembaga kursus, dan akhirnya setelah selesai dan bisa membuat kolam sendiri ia membuka jasa kursus pembuatan kolam sama perisis dengan yang didapatkannnya adalah bagian daripada contoh imitasi yang mudah kita temukan.

Pada akhirnya, dari pengertian dan contoh-contoh imitasi tersebut dapat dikatakan bahwa selalu ada dalam setiap pergaulan yang dilakukan seseorang yang sedang tumbuh dewasa, yang pada umumnya tidak lepas dari peniruan (imitasi) terhadap orang lain yang dijadikan idolanya.

Imitasi juga bisa berdampak negatif dan postif, tergantung bagimana seseorang dapat melakukannya. Bahkan dalam prilaku kejahatan terbentuk seringkali juga melalui proses imitasi, pelaksanaan peran sosial, diferensiasi, kompensasi, identifikasi dan kekecewaan yang agresif hingga menimbulkan hal-hal buruh dan tidak diinginkan oleh masyarakat.

Oleh karenanya dalam imitasi yang dilakukan tidak kita sadari selama ini kita juga jalani. Mekipun demikin dalam banyak pendapat para ahli ada beberapa syarat bagi seseorang sebelum melakukan imitasi.

Syarat-Syarat Imitasi

Syarat yang ada dalam proses terjadinya imitasi, antara lain adalah sebagai berikut;

  • Adanya minat dan perhatian yang cukup besar terhadap hal yang akan ditiru.
  • Adanya sikap mengagumi hal-hal yang diimitasi;
  • Hal yang akan ditiru cenderung mempunyai penghargaan sosial yang tinggi

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian imitasi dan contohnya secara lengkap. Semoga dengan adanya tulisan ini bisa memberikan wawasan dan juga memberikan pengetahuan bagi para pembaca yang sedang membutuhkan refrensi mengenai “Imitasi dalam Sosiologi”. Trimakasih,

Berikan Rating

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *