Pengertian Penetrasi Budaya, Macam, dan Contohnya

Diposting pada

Penetrasi Budaya Adalah

Pernahkan Anda mendengar iatilah penetrasi? Jika Anda pernah mendengarnya, konteks atau topik apakah yang menggunakan istilah tersbeut? Pada dasarnya kata penetrasi dapat digunakan dalam berbagai konteks, misalnya dalam bidang ekonomi ada istilah penetrasi pasar, dalam bidang sosial ada pula istilah penetrasi sosial, dan dalam bidang budaya ada istilah penetrasi kebudayaan, yang berarti masuknya pengaruh budaya asing secara paksa.

Selain dalam beberapa bidang tersebut, istilah ini juga digunakan dalam berbagai konteks lainnya. Secara sederhana penterasi dapat diartikan sebagai proses penerobosan, penembusan, atau perembesan. Untuk memperjelas pemahaman kita tentang penetrasi, khususnya pentrasi yang berkaitan dengan unsur kebudayaan, berikut ini adalah artikel yang akan mengulas tentang pengertian penetrasi budaya, macam-macam, dan contohnya di masyarakat.

Penetrasi Budaya

Dalam konteks kebudayaan, penetrasi dapat diartikan sebagai masuknya unsur-unsur kebudayaan asing secara paksa, sehingga dapat merusak kebudayaan lama yang di datangi.

Jika kebudayaan baru yang masuk seimbang dengan kebudayaan setempat yang sudah ada, maka masing-masing kebudayaan hampir tidak mengalami perubahan atau tidak saling mempengaruhi satu sama lain, inilah yang dinamakan dengan hubungan simbiotik.

Pengertian Penetrasi

Kata penetrasi dalam Bahasa Inggris penetration berasal dari kata Latin penetrare, yang menggabungkan penes (“inside“) dan intrare (“to enter“). Kata tersebut paling sering diartikan dengan menembus untuk menggambarkan masuk atau meresap. Penetrasi juga dapat berarti menguraikan atau memahami.

Pengertian Penetrasi Menurut Para Ahli

Adapun definisi penetrasi menurut para ahli, antara lain:

Kamus Besar Bahasa Indonesia

Penterasi artinya penembusan, penerobosan, atau perembesan. Contohnya yaitu ‘penetrasi kebudayaan luar mempengaruhi daerah itu’.

Oxford Dictionary

Penetrasi mengacu pada suatu upaya untuk masuk atau melewati sesuatu, terutama menggunakan paksaan dan usaha lebih. Penetrasi juga dapat didefinisikan sebagai suatu keberhasilan memahami sesuatu.

Cambridge Dictionary

Penetrasi adalah:

  1. Bergerak masuk atau melewati sesuatu
  2. Kesuksesan dalam menjadi bagian sebuah organisasi atau mendapatkan akses ke suatu perusahaan, atau organisasi, atau sistem yang sulit ditembus.

Macam Penetrasi Kebudayaan

Penetrasi dalam arti kebudayaan dapat terjadi melalui dua cara, yaitu sebagai berikut;

Penetrasi Damai (Penetatration Pasifique)

Penetrasi damai artinya masuknya sebuah kebudayaan yang dilakukan secara damai, sehingga penerimaan kedua macam kebudayaan tersebut tidak akan memunculkan konflik, justru sebaliknya akan memperkaya khazanah budaya masyarakat setempat.

Selain itu, pengaruh kedua kebudayaan ini juga tidak mengakibatkan hilangnya unsur-unsur asli budaya masyarakat. Misalnya yaitu masuknya pengaruh kebudayaan Hindu dan Islam ke Indonesia.

Penyebaran kebudayaan secara damai dapat menghasilkan akulturasi, asimilasi, atau sintesis.

  1. Akulturasi budaya artinya bersatunya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur kebudayaan asli. Contoh akulturasi adalah bentuk bangunan Candi Borobudur yang menunjukkan adanya perpaduan antara kebudayaan asli Indonesia dan kebudayaan India.
  2. Asimilasi artinya bercampurnya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru. Dalam hal ini kebudayaan lama benar-benar hilang. Proses asimilasi ini berlangsung lama, namun terus menerus.
  3. Sintesis artinya bercampurnya dua kebudayaan yang berakibat pada terbentuknya sebuah kebudayaan baru yang benar-benar berbeda dari kebudayaan asli.

Penetrasi Paksa (Penetration Violence)

Penetrasian paksa yaitu proses masuknya sebuah kebudayaan yang dilakukan secara paksa dan sifatnya merusak karena disertai dengan kekerasan, sehingga menimbulkan guncangan yang merusak keseimbangan masyarakat.

Contoh penetrasi damai misalnya adalah masuknya kebudayaan Barat ke Indonesia pada zaman penjajahan. Penetrasi tersebut disertai dengan kekerasan sehingga menimbulkan goncangan-goncangan yang berakibat pada rusaknya keseimbangan dalam masyarakat.

Wujud budaya dunia barat diantaranya yaitu budaya dari Belanda yang menjajah di Indonesia selama 350 tahun lamanya. Adapun budaya warisan dari Belanda masih melekat di Indonesia yaitu sistem pemerintahan Indonesia.

Contoh Penterasi Kebudayaan

Selain untuk konteks yang berkaitan dengan kebudayaan, kata penetrasi dapat diaplikasikan dalam berbagai konteks yang lainnya. Berikut ini contoh penggunaan kata penetrasi, diantaranya yaitu:

Budaya

Penetrasi kebudayaan berarti masuknya pengaruh suatu kebudayaan ke dalam kebudayaan lain. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa penetrasi budaya dapat terjadi melalui dua cara yaitu penetrasi damai dan penetrasi paksa.

Dapat dikatakan juga bahwa penetrasi budaya adalah penggabungan budaya dan bahasa lain ke dalam budaya dan bahasa yang dimiliki masyarakat. Dalam studi ini, contohnya berfokus pada budaya Barat yang menembus budaya negara-negara lainnya.

Budaya Barat telah memengaruhi budaya lain di seluruh dunia. Ini karena orang menyamakan Westernisasi (adopsi adat Barat) dengan Modernisasi (adopsi pengembangan ilmiah). Westernisasi dapat didefinisikan sebagai suatu proses di mana masyarakat mengadopsi budaya barat dalam hal perdagangan, permesinan, urusan kebudayaan politik, keuangan, hukum, standar hidup, makanan, bahasa, kepercayaan atau moral.

Pasar

Sofyan Assauri berpendapat bahwa penetrasi pasar ialah usaha perusahaan untuk meingkatkan penjualannya atas produk dan pasar yang telah tersedia melalui usaha-usaha pemasaran yang lebih agresif.

Penetrasi pasar mengacu pada keberhasilan penjualan produk atau layanan di pasar tertentu. Ini diukur dengan jumlah volume penjualan barang atau jasa yang ada dibandingkan dengan total target pasar untuk produk atau layanan tersebut. Penetrasi pasar adalah kunci untuk strategi pertumbuhan bisnis yang berasal dari Matriks Ansoff (Richardson, M., & Evans, C. (2007).

H. Igor Ansoff pertama kali merancang dan menerbitkan Matriks Ansoff di Harvard Business Review pada tahun 1957, dalam sebuah artikel berjudul “Strategi untuk Diversifikasi”. Grid / matriks digunakan di seluruh bisnis untuk membantu mengevaluasi dan menentukan tahap selanjutnya yang harus diambil perusahaan untuk tumbuh, dan risiko yang terkait dengan strategi yang dipilih.

Dengan banyak pilihan yang tersedia, matriks ini membantu mempersempit strategi yang paling cocok untuk suatu organisasi. Strategi ini melibatkan penjualan produk atau layanan saat ini ke pasar yang ada untuk mendapatkan pangsa pasar yang lebih tinggi. Ini bisa dilakukan dengan membujuk pelanggan saat ini untuk membeli lebih banyak dan pelanggan baru untuk mulai membeli atau bahkan mengubah pelanggan dari pesaing mereka.

Ini dapat diimplementasikan dengan menggunakan metode seperti harga kompetitif, meningkatkan komunikasi pemasaran, atau memanfaatkan sistem penghargaan seperti poin loyalitas / diskon. Strategi baru melibatkan memanfaatkan jalur dan menemukan cara baru untuk meningkatkan laba dan meningkatkan penjualan dan produktivitas agar tetap relevan dan kompetitif dalam jangka panjang.

Dalam Sosiologi

Penetrasi sosial merupakan serangkaian proses pengembangan hubungan individu dengan masyarakat yang dilakukan secara bertahap. Contohnya hubungan sosial tersebut diawali dengan perkenalaan, pengungkapan keterbukakan diri hingga terciptanya keakraban antar masayarakat atau bahkan bisa jadi contoh hubungan sosial tersebut gagal untuk dikembangkan.

Teori penetrasi sosial mengusulkan bahwa, ketika hubungan berkembang, komunikasi antarpribadi bergerak dari tingkat yang relatif dangkal, non-intim ke tingkat yang lebih dalam, lebih intim. Teori ini dirumuskan oleh psikolog Irwin Altman dan Dalmas Taylor pada tahun 1973 untuk memahami pengembangan hubungan antar individu.

Altman dan Taylor mengemukakan bahwa hubungan “melibatkan berbagai tingkat keintiman pertukaran atau tingkat penetrasi sosial“. Teori penetrasi sosial dikenal sebagai teori objektif yang bertentangan dengan teori interpretatif, yang berarti bahwa teori ini didasarkan pada data yang diambil dari eksperimen dan bukan dari adanya contoh kesimpulan berdasarkan pengalaman spesifik individu.

Teori penetrasi sosial menyatakan bahwa pengembangan hubungan terjadi terutama melalui pengungkapan diri, atau sengaja mengungkapkan informasi pribadi seperti motif atau keinginan pribadi, perasaan, pemikiran, dan pengalaman kepada orang lain.

Teori ini juga dipandu oleh asumsi bahwa pengembangan hubungan sistematis dan dapat diprediksi. Melalui pengungkapan diri, pengembangan hubungan mengikuti lintasan tertentu, bergerak dari lapisan pertukaran yang dangkal ke yang lebih intim. Pengungkapan diri adalah cara utama untuk membawa hubungan ke tingkat keintiman yang baru.

Dalam permainan olahraga (basket atau sepak bola)

Penterasi dalam permainan olahraga mengacu pada kemampuan suatu pemain untuk menerobos daerah perthanan lawan.

Dalam Telekomunikasi

Dalam telekomunikasi penetrasi mempunyai 3 arti, yaitu:

  1. Bagian daro kawat, kabel, atau konduktor lainnya yang melalui suatu partisi dari suatu peralatan.
  2. Tindakan illegal menerobos mekanisme keamanan suatu sistem kriptografi atau AIS
  3. Bagain dari frekuensi radio yang berhasil melalui penghalang fisik, seperti partisi, dinding, bangunan, atau tanah.

Dalam Peperangan

Dalam peperangan atau dunia militer, kata penetrasi diartikan sebagai upaya penerobosan secara langsung garis pertahanan lawan dengan maneuver militer strategis.

Dalam sulap

Dalam konteks sulap, penetrasi mengacu pada ilusi yang meneybabkan suatu objek muncul setelah melewati suatu benda.

Nah, demikianlah tadi serangkaian artikel yang telah kami bagikan kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian penetrasi budaya menurut para ahli, jenis, dan contohnya di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Semoga bisa bermanfaat, Trimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *