Pengertian Penelitian Partisipatoris, Ciri, Syarat, dan Contohnya

Diposting pada

Penelitian Partisipatoris Adalah

Menjelaskan beragam jenis penelitian sosial pada kenyataan beragam. Salah satunya dalam metode riset ini dikenalkan pula dengan penelitian partisipatoris/partisipatif yang pada dasarnya metodologi ini bisa dijalankan apabila ingin mengewaluasi serta memberikan bimbigan pada lembaga, institusi, ataupun organisasi. Oleh sebab itulah pada artikel ini akan menuliskan tentang pengertian penelitian partisipatoris,

Penelitian Partisipatoris

Pada kenyataannya sejarah mengatakan bahwa berkembangnya riset partisipatoris ini terjadi ketika adanya istilah tentang “pembangunan partisipatoris” dalam sebuah makna pemberdayaan masyarakat.

Pada fenomena inilah para ahli setidaknya mulai berpikir secara analisis kritis mengenai masyarakat serta berbagai ketimpangan-ketimpangan yang muncul yang meninggalkan seseorang untuk dapat mengatasi berbagai contoh masalah sosial tersebut.

Pengertian Penelitian Partisipatoris

Pengertian penelitian partisipatoris adalah metode riset yang bersifat dari atas ke bawah (bottom-up) dimana dalam tahapan ini si peneliti berusaha untuk memberikan dorongan serta mendukung masyarakat dalam melakukan berbagai kegiatan keseharan. Diantaranya seperti;

  1. Melakukan identifikasi kebutuhan mereka sendiri
  2. Menetapkan tujuan mereka sendiri
  3. Memonitor dan mengevaluasi kinerja mereka sendiri

Pengertian Pengertian Penelitian Partisipatoris Menurut Para AHli

Sedangkan menurut pendapat ahli, definisi dari penelitian partisipatoris ini antara lain adalah sebagai berikut;

Kemmis & Taggart (2007)

Pengertian penelitian partisipatori adalah metode riset yang memberikan komitmen dalam model pembangunan dengan menyoroti dari aspek sosial, ekonomi, dan politik yang semua itu dilakukan untuk upaya memenuhi kebutuhan hidup masyarakat.

Dalam riset ini, si peneliti secara kolaboratif dapat  melakukan berbagai analisis yang berbasis definisi masalah sosial masyarakat yang dilakukan untuk mendalami tindakan masyarakat atas bentuk perubahan sosial yang ada.

Ciri Penelitian Partisipatoris

Kerangka yang menjadi ciri khas dari model penelitian penelitian partisipatoris ini, antara lain adalah sebagai berikut;

Program

Sebelum melakukan penelitian, maka si peneliti haruslah merencanakan program dengan ikut melaksanakan program, serta mengkaji program dan pelaksanaan program secara terus menerus.

Evaluasi

Ciri kedua dalam metode peneliti ini setidaknya penelitian haruslah secara bersama-sama dengan masyarakat untuk dapat mengevaluasi dampak dari program yang dipergunakan sebagai upaya memperoleh stimulasi yang pas untuk organisasi, institusi, lembaga dalam kehidupan masyarakat.

Keterlibatan

Ciri selanjutnya dalam proses penelitian metode ini si peneliti haruslah secara aktif terlibat secara terus menerus mulai dari awal penelitian hingga akhir, sehingga prosesi keterlibatan ini juga menjadi bagian daripada tahapan penelitian.

Syarat Metode RP (Riset Partisipatoris)

Adapun untuk pelaksanaan dalam model penelitian partisipatoris ini, memiliki beberapa prasyarat. Antara lain adalah sebagai berikut;

  1. Penelitian haruslah dilakukan dengan identifikasi pertanyaan-pertanyaan yang gayut/relevan
  2. Terdapatnya perencanaan rancangan penelitian yang jelas
  3. Terdapatnya pemilihan ukuran-ukuran dan metode pengumpulan data yang tepat
  4. Adanya proses dalam teknik pengumpulan data dan analisis dalam penelitian
  5. Terdapatnya pencapaian konsensus mengenai temuan, kesimpulan dan saran
  6. Haruslah dilakukan dengan penyebar-luasan hasil dan penyiapan rencana tindakan untuk memperbaiki keadaan

Kelebihan Penelitian Partisipatoris

Terdapat berbagai kelebihan yang terjadi dalam metode peneleitian untuk partisipatoris ini, diantaranya adalah sebagai berikut;

Mampu untuk engidentifikasi pertanyaan-pertanyaan yang relevan.

Penelitian partisipatoris menjamin bahwa pusat perhatian evaluasi pada pertanyaan-pertanyaan yang diungkapkan kepada responden memiliki sifat lokal yang relevan dalam memenuhi kebutuhan perencana program dan orang-orang yang memperoleh keuntungan dari program.

Memberdayakan Peserta

Suatu pendekatan partisipatif pada hakekatnya adalah implementasi daripada contoh pemberdayaan masyarakat karena pendekatan ini mendaku bahwa hak bagi penduduk lokal untuk mengawasi  dan terlibat dalam proses pembuatan keputusan dan melaksanakan keputusan itu.

Membangun Kapasitas

Melakukan penelitian partisipatoris berarti meningkatkan pembelajaran bagi para peserta dan merupakan kesempatan untuk memperkenalkan dan memperkuat ketrampilan merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi program.

Menumbuhkan pemimpin-pemimpin dan membangun tim

Riset partisipatoris pada dasarnya ialah proses membangun tim dan komitmen peserta melalui penelitian kolaboratif/bersama, ini penting dan menjadi salah satu kelebihan metode ini.

Melangsungkan pertumbuhan dan pembelajaran organisasi

Akhirnya, penelitian partisipatoris bukan hanya berminat di dalam penemuannya; evaluasi partisipatoris difokuskan pada terciptanya proses pembelajaran.

Kekuarangan Penelitian Partisipatoris

Adapun untuk kekuarangan dalam model penelitian ini, antara lain adalah sebagai berikut;

  1. Memakan waktu lama, lantaran si peneliti haruslah terlibat secara akhtif dalam menyusun program sampai dengan proses selesainya program sebagai upaya untuk memperoleh hasil-hasil relevan yang bisa dipergunakan masyarakat.
  2. Biaya yang mahal (banyak), pada proses penelitian ini juga mamakan biaya yang mahal. Lantaran si peneliti bertangung jawab atas terjadinya program, oleh karena itulah sebagai upaya mengatasinya diperlukan dana sponsor dari perusahaan, organisasi pemerintahan, atau yang lainnya

Contoh Penelitian Partisipatoris

Sedangkan untuk contoh-contoh dalam model untuk penelitian partisipatori ini, misalnya saja peneliti dari kampus Negri di Indesia bekerjasama dengan kementrian sosial dalam upaya melakukan pengentasan kemiskinan di masyarakat.

Peneliti tersebut haruslah urun rembug dari awal penyelenggaraan program sampai dengan akhir program. Sehingga pada prosesnya aka nada catatan antara keberhasilan ataupun kegagalan, dengan tetep memberikan leluasan pada masukan-masukan/saran dari berbagai pihak.

Nah, demikianlah serangkaian artikel yang bisa kami tuliskan kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian penelitian partisipatoris menurut para ahli, ciri, syarat, kelebihan, kekuarangan, dan contohnya. Semoga melalui materi ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca ya. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *