17 Hubungan Masyarakat Multikultural dan Cara Mengatasinya Lengkap

Diposting pada

Hubungan Masyarakat Multikultural

DosenSosiologi.Com– Masyarakat multikulturalisme merupakan pandangan untuk lebih memilih hidup bersama diatas segala peredaan yang dalam kehidupan masyarakat. Sejarah terbentunya masyarakat multikultural ini bisa di dasari dari adanya nasib yang teleh terbentuk denan proses panjang. Contonya menenai hal ini adalah masyarakat multikultural di Indonesia yang bersatu dalam keanekaragaman dan perbedaan. Sebagai penjelasan lebih lanjut, artikel ini akan menjelaskan tentang hubungan masyarakat multikultural dan cara mengatasinya.

Masyarakat Multikultural

Masyarakat multikultul adalah masyarakat yang mengutamakan persatuan dan kesatuan di atas segala-galanya. Persepsi ini bisa dibentuk atas dasar mencapai tujuan bersama, sebab tanpa adanya persatuan dan kesatuan suatu negara atau kelompok dalam masyarakat akan lebih sulit mewujudukan cita-citanya.

Pengertian Masyarakat Multikultural

Definisi para ahli, mengenai masyarakat multikultural antara lain, sebagai berikut;

Nasikun

Teorikus sosiologi dari Indonesia dan juga dosen UGM ini memberikan pandangan bahwa masyarakat multikultural ialah masyarakat yang memiliki karektristik majemuk yang menghindari bentuk konflik sosial dan mengtamakan satu kesatuan dalam membentuk dan menjaga keteraturan sosial dalam masyarakat. Selengkapnya baca; 4 “Keteraturan Sosial” Pengertian dan Bentuknya

Furnivall

Definisi mengenai masyarakat multikultural adalah masyarakat yang terbentuk dari kelompok-kelompok sosial dengan melakukan pembauran budaya dan etnis dalam menajalani kehidupan bersama. Meskipun masalah utamanya dalam masyarakat multikuturalisme ini sering mengelami konflik, akan tetapi dalam prosesnya jika berhasil akan membentuk hubungan persaudaraan yang lebih erat.

Dari penjelasan di atas, upaya membentuk kelompok-kelompok dalam masyarakat multikultural bersifat dinamis. Oleh karena itu, kelompok-kelompok dalam masyarakat multikultural menjalin hubungan sosial antara satu kelompok dengan kelompok lainnya.

Hubungan Masyarakat Multikultural

Hubungan sosial yang terjadi diantarkelompok dalam masyarakat multikultural tersebut, dapat menghasilkan berbagai konsekuensi sosial. Konsekuensi itu antara lain adalah sebagai berikut;

Mutual Akulturasi

Mutual akulturasi merupakan tahap awal terjadinya integrasi sosial yang ada dalam masyarakat. Mutual akulturasi ini biasanya ditandai dengan sikap terbuka dan menerima berbagai perbedaan. Mutual akulturasi dapat mempercepat proses modernisasi.

Asimilasi

Asimilasi adalah proses pembauran yang terjadi diantara dua kebudayaan disertai dengan hilangnya ciri khas tiap-tiap kebudayaan yang melakukan pembauran tersebut, sehingga hubungan multikultural dan asimilasi ini akan membentuklmenghasilkan kebudayaan baru dalam masyarakat.

Integrasi Sosial

Integrasi adalah proses penyatuan unsur-unsur berbeda daiam masyarakat multikultural. Ciri integrasi yaitu setiap anggota saling mengisi kebutuhan satu sama lain serta mampu menciptakan kesepakatan niai dan norma sosial dalam masyarakat.

Interseksi Sosial

lnterseksi yaitu suatu titik potong atau pertemuan keanggotaan kelompok sosial dan berbagai seksi meliputi agama, suku, jenis kelamin, dan kelas sosial. lnterseksi dapat terjadi melalui kerja sama dalam bidang ekonomi, politik, dan sosial.

Dominasi

Dominasi adalah proses penguasaan suatu kelompok sosial terhadap kelompok sosial lain. Bentuk dominasi tidak hanya terbatas pada jumlah. Akan tetapi, dominasi juga dapat berbentuk pengaruh kebudayaan.

Konsolidasi

Konsolidasi adalah upaya meningkatkan solidaritas masyarakat dengan mempertegas status keanggotaan seseorang. Konsolidasi berpotensi menimbulkan konflik apabila penegasan yang membedakan satu kelompok dengan kelompok lain menyebabkan sikap etnosentrisme meningkat. Selengkapnya, baca; Pengertian Etnosentrisme, Dampak, dan Contohnya

Konflik Sosial

Konflik sosial adalah adalah salah satu proses sosial yang terjadi ketika antarkelompok masyarakat mengalami dinamika kelompok sosial. Konflik sosial ini akan mendorong terjadinya upaya penentangan disertai ancaman atau kekerasan untuk mencapai tujuannya.

Meskipun dalam masyarakat multikultural telah menyepakati adanya hidup bersama, akan tetapi tak mengindari konflik dan permasahalan. Oleh karenannya dalam pemecahan masalah sebagai dampak keanekaragaman dapat dihindari dengan hal-hal sebagai berikut.

Artikel Terkait;

  1. 14 Upaya Penyelesaian Konflik dalam Masyarakat dan Contohnya
  2. Pengertian Masalah Sosial, Bentuk, Faktor, Dampak, dan Contohnya
  3. Pengertian Mobilitas Sosial, Bentuk, Faktor, Saluran, dan Dampaknya

Pemacahan Masalah dalam Masyarakat Multikultural

Sebagai perkembangan masyarakat majemuk, masyarakat multikultural telah memiliki kesadaran tentang keragaman ras, suku bangsa, agama, dan golongan dalam satu kesederajatan. Meskipun demikian, pada kenyataannya masyarakat multikultural tetap mengalami masalah-masalah sosial.

Oleh karena itu, diperlukan upaya tepat untuk mengatasi permasalahan sosial. Adapun upaya mengatasi masalah-masalah sosial dalam masyarakat multikultural sebagai berikut.

Mengembangkan Sikap Simpati

Simpati merupakan perasaan tertarik yang timbul dan din seseorang terhadap orang lain. Sikap simpati dapat menyebabkan terjalinnya interaksi lintas budaya, lintas etnik, lintas agama, hingga lintas generasi.

Mengembangkan Sikap Empati

Sikap empati merupakan kelanjutan dan sikap simpati yang lebih mendalam. Empati adalah kemampuan merasakan din seolah-olah dalam keadaan orang lain dan ikut merasakan hal-hal yang dirasakan orang lain. Melalui sikap empati, seseorang dapat tergerak untuk membantu orang lain.

Menghargai Perbedaan

lstilah menghargai perbedaan digunakan untuk menyikapi bentuk-bentuk perbedaan dalam masyarakat seperti perbedaan jenis kelamin, ras, suku bangsa, pemikiran, dan pendapat. Menghargai perbedaan berarti menenima realitas takdir, tidak menganggap sebagai sesuatu yang buruk atau harus disingkirkan, serta menyadari perbedaan sebagai kondisi yang wajar.

Sikap menghargai perbedaan dapat memberikan pembelajaran dan mengembangkan rasa toleransi dalam diri.

Mengembangkan Toleransi

Toleransi diartikan sebagai sikap tenggang rasa (menghargai, membiarkan, dan membolehkan) dan pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, dan prilaku) yang berbeda atau bententangan dengan pendinian sendiri.

Toleransi menitik beratkan pada bentuk tindakan atau praktik kebudayaan yang berbeda dan setiap kelompok sosial.

Mengembangkan Sikap Kerja Sama

Sikap saling membantu dan memahami dalam kerja sama dapat menjaga harmoni sosial. Pelaksanaan kerjasama antar masyarakat tanpa memandang sifat-sifat primordial dalam pembangunan nasional dapat memajukan bangsa dan menciptakan keterataturan sosial.

Mengembankan Semangat Nasionalisme

Semangat nasionalisme dapat menjadi landasan masyarakat untuk bersatu dalam perbedaan. Semangat nasionalisme ditandai dengan kesediaan mengesampingkann berbagai perbedaan demi keutuhan bangsa.

Mengembangkan Perididikan Multikultural

Sosialisasi pendidikan multikultural merupakan upaya yang dilakukan secara sadar untuk mengajarkan sifat-sifat masyarakat multikultural dalam memandang derajat kedudukan yang sama. SosialisaSi pendidikan multikultural dapat dilakukan oleh berbagai pihak misalnya melalui sosialisasi keluarga, sekolah, masyarakat, pemerintah, dan media massa. Baca Juga; 7 Pengertian Sosiologi Pendidikan, Ruang Lingkup, dan Tujuannya

Menerapkan Sikap Inklusif

Inklusif merupakan kesediaan menerima dan mengakui kehadiran individu lain yang memiliki latar belakang sosial budaya berbeda dengan dirinya. Penerapan sikap inklusif dapat rnengembangkan sikap toleransi, demokrasi, dan antidiskriminasi dalam masyarakat multikultural.

Mengembangkan Sikap Demokratis dan Antidiskriminasi

Sikap demokratis dan antidiskriminasi merupakan perwujudan dan pemenuhan hak asasi setiap individu atau kelompok. Sikap demokratiS dan antidiskriminasi dapat mencegah pertentangan akibat perbedaan latar belakang primordial.

Demokrasi dalam masyarakat tidak dapat tercapai apabila masih terdapat diskriminasi. Kondisi tersebut terjadi karena demokraSi mengutamakan

Mengembangkan Upaya Akomodatif

Upaya akomodatif bertujuan menghindari adanya pihak atau kelompok yang merasa direndahkan atau dikalahkan. Upaya akomodatif untuk menjaga integrasi dalam masyarakat multikultural dapat dilakukan dengan menjunjung pengakuan HAM, mengembangkan wawasan kebudayaan. menggelar berbagai pertunjukan kebudayaan di berbagai daerah, dan membangun forum komunikasi antargolongan. Baca juga; 20 “Akomodasi Dalam Sosiologi” Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Demikinalah pembahasan dan penjelasan secara lengkap mengenai hubungan masyarakat multikultural dan cara mengatasinya. Semoga dengan adanya bahasan ini bisa memberikan refrensi dan wawasan bagi segenap pembaca mengenai “Materi Multikultural”. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *