8 Fungsi Keluarga Menurut Para Ahli Lengkap

Diposting pada

Fungsi Keluarga Menurut Para Ahli

Keluarga menjadi salah satu objek kajian sosiologi. Keluarga ini sendiri bisa didefinisikan sebagai unit terkecil dalam masyarakat yang memberikan penanaman pendidikan seseorang sehingga berpengaruh pada perjalanan kehidupan yang dijalankan. Sebagai penjelasan lebih lanjut dalam artikel ini akan mengemukakan tentang fungsi-fungsi keluarga.

Keluarga

Pengertian keluarga menurut para ahli sebagimana yang dituliskan oleh Departemen Kesehatan RI (1998), adalah sebuah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat dibawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan. Keluarga mempunyai fungsi yang sangat penting bagi perkembangan anaknya.

Fungsi Keluarga

Pengertian fungsi keluarga yang ada dalam kehidupan masyarakat dilakukan dalam mempejelas peranan serta keberadaan keluarga di dalam penanaman moral, nilai, norma, dan menjaga keteraturan sosial masyaralat. Fungsi sosiologi dalam keluarga ini juga dilakukan dalam mempejelas identitas keluarga yang bersangkuatan. Fungsi keluarga ini antara lain adalah sebagai berikut;

Fungsi Biologis

Fungsi biologis dalam keluarga dimaksudkan bahwa setiap keluarga merupakan suatu sarana untuk menyalurkan hasrat seksual seseorang kepada lawan jenis dalam lingkup yang telah dilindungi oleh suatu hukum yang bertujuan untuk memperoleh keturunan berupa seorang anak.

Fungsi biologis serinkali dilakukan seseorang dengan dasar pernikahan yang sah. Pernikahan ini sendiri dilakukan dalam lembaga keluarga, misalnya melalui KUA atau lembaga lainnya yang sah di mata hukum, dan legal dalam hukum agama. Selengkapnya, baca; Pengertian Lembaga Keluarga, Fungsi, dan Contohnya

Fungsi Pendidikan

Fungsi pendidikan dalam keluarga adalah untuk mendidik anak mulai dari awal sampai pertumbuhan anak hingga terbentuk kepribadiannya. Dalam keluarga, anak-anak mendapatkan segi utama dari kepribadiannya, tingkah lakunya, budi pekertinya, sikapnya, dan reaksi emosionalnya.

Jadi dengan kata lain serangkaian fungsi pendidikan dalam keluarga haruslah mengejarkan  anak-anak untuk belajar terhadap norma mengenai apa yang bersifat baik baginya dan norma-norma yang tidak layak di dalam masyarakat. Selengkapnya, baca; Pengertian Sosiologi Pendidikan, Ruang Lingkup, dan Tujuannya

Fungsi Ekonomi

Fungsi ekonomi atau seringkali disebut sebagai unit produksi dalam keluarga menjelaskan bahwa keluarga merupakan suatu sarana yang bertugas untuk memenuhi kebutuhan anggota di dalamnya, dimana ada salah satu orang atau lebih yang menjalankan pekerjaan demi mendapatkan imbalan berupa uang.

Fungsi ekonomi ini berkiatan erat dengan tingkat kesejahteraan keluarga, dengan kesejahteraan yang tinggi pada umumnya setiap keluarga akan mendapatkan fasilitas yang maksimal, dan sebaliknya apabila keluarga memiliki pendapatan rendah maka keluarga tersebut tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupanya. Yang kemudiak keadaan ini dikenal dengan kesenjangan sosial.

Fungsi Agama

Pada masa lampau selain orang tua sebagai guru dalam pendidikan anaknya setiap orang tua juga merangkap sebagai pendeta. Orang tua tempat mengaji dan membacakan kitab suci dalam membentuk kepercayaan anak-anak mereka.

Kemudian dalam perjalannya keluarga memiliki peranan penting dalam penerapan serta penanaman agama bagi keturunan-keturunan yang dimilikinya. Agama dan keluarga tidak bisa terpisahkan, lantaran saling memiliki keterkaiatan yang erat satu dengan lainnya.

Fungsi Sosial

Keluarga diangap masyarakat yang paling primair. Fakta-fakta sosial selalu dapat diterangkan lewat keluarga. Keluarga mengintrodusir anak kedalam masyarakat luas dan membawanya kepada kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan kendisi masyarakat sekitar.

Definisi fungsi keluarga dalam sosial ini tentusaja berkaiatan dengan tingkal sosialisasi keluarga di dalam memberikan penanaman serta memberikan pemahaman terhadap budaya di lingkungan masyarakat yang ditempatunya.

Fungsi Rekreasi

Dahulu. keluarga pusat rekreasi semua bentuk permainan diciptakan (dibuat oleh keluarga). Mereka secara kesatuan bersama-sama rekreasi ke suatu tempat dengan tujuan mendapatkan hiburan dari rutinitas yang dijalankannya. Adapun kegiatan ini akibat faktor pendorong peubahan sosial pada saat ini komersialisasi alat-alat permainan membuat keluarga kehilangan fungsi rekreasinya.

Anak-anak yang ada dalam keluarga lebih peduli dengan permainan, terutama permaianan online seperti game online. Yang akhirnya kepentingan anak untuk mendapatkan rekreasi dari keluarga bisa dipenuhi dengan sendirinya.

Fungsi Psikologis Memberikan Rasa Aman

Fungsi dalam keluarga ini merupakan faktor penting. Perkembangan anak memerlukan rasa aman, kasih sayang, simpati dari orang lain. Keluarga tempat mengadu, mengakui kesalahan-kesalahan, serta tempat mencurahkan segala problema dalam hidup yang dijalankannya.

Fungsi memberkan rasa aman pada keluarga ini seringkali dikaitkan dengan psikologis yang mampu mengungkap segala sisi yang tidak nampak dalam kehidupannya. Fungsi psikologi dengan peranan membarikan perlindungan/atau rasa aman ini akan memberikan kenyamanan bagi seluruh anggota keluarga.

Fungsi Budaya

Fungsi terkhir dari keluarga adanya mendorong untuk menciptakan serta mewarikan kebudayaan yang dimiliki oleh anggota keluarga. Rutinitas ini seringkali berkaiatan dengan tenis yang memiliki karakteritik tertentu dan dilakukan pola pengembangan tertentu.

Dalam perkembangnya fungsi budaya seringkali dikaitkan dengan adat dan istiadat. Adat yang ada dalam keluarga merupakan bagian warisan yang dilakukan secara turun temuruan, keadaan inilah pada akhirnya akan menjadi pendorong seseorang mencitakai kebudayaan yang dimilikinya,

Artikel Terkait;

  1. Pengertian Masyarakat, Unsur, Syarat, dan Bentuknya
  2. Pengertian Disorganisasi Keluarga dan Contohnya
  3. Pengertian Kelompok Sosial, Ciri, Bentuk/Macam, dan Syaratnya

Dari penjelasan mengenai fungsi-fungsi keluarga di atas, dapat dikatakan bahwa serangkaian fungsional keluarga akan memberikan pengaruh besar pada perkembangan generasinya. Contohnya saja dalam penanaman pendidikan keagamaan apabila tidak diberikan orang tua terhadap anak sama halnya dengan orang tua juga tidak memberikan teladan dalam kehidupan yang dijalankan.

Hal ini bisa di dasari pada keadaan orang tua yang harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sedangkan anak selalu membutuhkan pengasuhan yang baik dari orang tua agar perkembangannya baik, selain itu juga komunikasi antara orang tua dan anak sangat penting dilakukan karena dapat membangun kedekatan orang tua dan anak. Dan memudahkan pembelajaran terhadap norma serta nilai sosial yang diberikan.

Oleh karena itulah setiap keluarga, termasuk orang tua harus mempunyai waktu untuk mengurus anak dengan serius, seperti halnya menjalankan komunikasi anak dengan orang tua untuk membangun kedekatan antara orang tua dan anak. Dalam kehidupannya, orang tua tidak memberikan nasehat-nasehat dalam rangka membimbing perkembangan psikis anak. Aturan-aturan juga tidak diterapkan orang tua untuk mengatur kehidupan anak. Anak dapat hidup bebas dan tanpa orientasi, terutama akan sering melakukan penyimpangan sosial.

Demikianlah penjelasan mengenai fungsi keluarga. Semoga dengan adanya penjelasan ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca yang sedang membutuhkan referensi mengenai “keluarga”, khususnya terhadap fungsi keluarga. Trimakasih,

1 (20%) 3 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *