Dampak Korupsi Bagi Masyarakat Indonesia

Diposting pada

Dampak Korupsi Bagi Masyarakat

Korupsi merupakan salah satu contoh kejahatan yang bernama White Collar Crime (Kejahatan Kerah Putih). White collar crime mengandung arti bahwa kejahatan yang hanya bisa dilakukan oleh seseorang atau kelompok yang memiliki wewenang cukup tinggi dalam suatu jabatan. Oleh karena itulah pada artikel ini akan memberikan penjelasan tentang dampak korupsi bagi masyarakat.

Korupsi

Pengertian korupsi adalah kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang untuk mengambil uang dalam jumlah yang besar dimana uang tersebut adalah uang rakyat, yang sejatinya dipergunakan untuk kepentingan negara, akan tetapi di peruntukan untuk pribadi.

Dampak Korupsi

Korupsi menimbulkan masalah sosial serta banyak dampak kerugian bagi negara ataupun masyarakat secara pribadi dan umum. Akibat prilaku ini antara lain sebagai berikut;

Ketidakseimbangan Finansial Negara

Finansial berasal dari bahasa inggris “finance” yang mengandung arti keuangan. Finansial merupakan keuangan yang meliputi keluar masuknya dana bagi perorangan maupun perusahaan bahkan dalam tingkat daerah. Korupsi menyebabkan finansial suatu negara menjadi tidak seimbang.

Hal ini dikarenakan koruptor (koruptor adalah sebutan pelaku tindak pidana korupsi) mengambil uang yang sejatinya adalah milik masyarakat, untuk negara, dan nantinya akan dipergunakan untuk keuangan suatu negara. Apabila keuangan negara berkurang tanpa transparansi yang jelas, maka sudah dapat dipastikan pengurangan keuangan negara tersebut disebabkan karena ulah koruptor.

Pertumbuhan Ekonomi Terhambat

Korupsi dapat mengakibatkan terhambatnya pembangunan ekonomi dan tahap perencanaannya. Contoh pada kasus tersebut adalah dapat kita lihat pada robohnya jembatan penghubung dari daerah A ke daerah B. Dalam kasus ini, anggaran yang disediakan negara untuk membangun jembatan tersebut ibarat kata sebesar 20 milyar rupiah. Penyediaan anggaran tersebut difungsikan agar jembatan mampu berdiri kokoh hingga 100 tahun.

Namun, oknum pembangun jembatan tersebut memangkas dana pengeluaran produksi hingga setengahnya menjadi 10 milyar rupiah. Maka yang terjadi adalah bahan-bahan yang digunakan dalam pembangunan jembatan tersebut pun berkurang kualitasnya. Akhirnya jembatan tersebut hanya mampu bertahan selama kurang lebih 50 tahun.

Padahal jembatan dalam studi kasus tersebut digunakan masyarakat sebagai jalur utama dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Agar kerusakan jembatan tidak menyebabkan kerobohan maka pemerintah mengeluarkan anggaran dana perbaikan jembatan tersebut yang dikurangi dari dana APBD yang sebenarnya dana tersebut untuk keperluan yang lain.

Pembelokan alokasi dana APBD tersebut dapat mengakibatkan pertumbuhan ekonomi terhambat. Karena dana yang harusnya dialokasikan untuk membangun suatu hal yang baru digunakan untuk merenovasi pembangunan jembatan yang dananya telah diambil oleh beberapa oknum koruptor.

Mengganggu Stabilitas Umum

Stabilitas umum dapat terganggu karena dampak korupsi. Dapat kita jumpai bahwa sekelompok massa melakukan demonstrasi agar pelaku tindak pidana korupsi dihukum dengan hukuman yang paling berat. Disini stabilitas umum sudah dapat dikatakan terganggu.

Mencoreng Nama Baik Pelaku Tindak Pidana Korupsi

Tercorengnya nama baik tindak pidana pelaku korupsi adalah hal yang utama terjadi pada dampak korupsi di masyarakat. Contoh dalam kasus ini adalah pada tahun 2009, pada saat pilkada calon kepala daerah Provinsi X memberikan janji-janji yang meyakinkan masyarakat daerah tersebut mencoblos dirinya di pemilu mendatang. Masyarakat yakin untuk memilih calon pemimpin tersebut karena sesuai dengan aspirasi masyarakat.

Dan akhirnya calon tersebut terpilih dan menjadi gubernur Provinsi X. pada suatu ketika, pemimpin tersebut melakukan korupsi dan tertangkap oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Lalu yang terjadi adalah peristiwa tersebut membuat gubernur provinsi tersebut tercoreng nama baiknya dan mendapatkan hukuman yang setimpal.

Ancaman Inflasi

Inflasi adalah penurunan nilai mata uang suatu negara. Inflasi disebabkan karena peredaran uang di masyarakat semakin banyak dan tidak terkendali hingga uang akan berkurang nilai tukarnya. Korupsi dapat menyebabkan inflasi. Sejumlah anggaran yang dikorupsi beberapa oknum tindak pidana korupsi dibelanjakan di masyarakat. Karena jumlahnya sangat banyak maka nilai uang dapat berkurang pada kasus tersebut.

Penurunan Kualitas Barang dan Jasa

Penurunan kualitas barang dan jasa adalah salah satu contoh dampak korupsi di masyarakat. Contoh penurunan barang dan jasa dapat kita simak pada penjelasan kasus jembatan diatas. Dalam kasus lain dicontohkan bahwa penurunan kualitas barang dan jasa sebagai dampak dari terjadinya korupsi adalah menurunnya kualitas beras di pasaran dan menurunnya pelayanan transportasi.

Beras adalah makanan pokok masyarakat Indonesia karena beras adalah asal muasal nasi. Pemerintah mengeluarkan anggaran yang mana anggaran tersebut nantinya diperuntukan alokasinya untuk menyukupkan persediaan beras warganya. Jika angaran beras dikorupsi maka kualitas beras akan menurun dan yang terjadi adalah persebaran beras di masyarakat kualitasnya tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Kualitas penurunan transportasi juga merupakan dampak dari terjadinya korupsi. Transportasi merupakan alat yang digunakan sebagai mobilitas (perpindahan) penduduk dari satu tempat ke tempat lain. Pemerintah juga menyediakan anggaran transportasi yang berguna untuk subsidi masyarakat agar diringankan dalam pengeluarannya untuk biaya transportasi.

Jika dana yang dialokasikan untuk transportasi terkena korupsi dari suatu oknum maka yang terjadi adalah menurunnya kualitas transportasi yang dapat berakibat lebih jauh lagi seperti kecelakaan, mogok, dan lain sebagainya.

Penghasilan Pajak Negara Berkurang

Pajak merupakan devisa tertinggi negara. Pajak paling rentang terkena pengurangan dana atau korupsi bagi beberapa oknum pajak. Pajak nantinya dipergunakan untuk kemajuan pertumbuhan negara. Jika pajak negara berkurang maka yang terjadi adalah pertumbuhan pembangunan dapat terhambat.

Meningkatnya Utang Negara

Korupsi dapat mengakibatkan meningkatnya utang suatu negara. Utang negara terjadi karena negara tidak dapat mengeluarkan sejumlah sanggaran untuk memenuhi kebutuhan masyarakat umum. Maka negara harus mau tidak mau melakukan pinjaman ke negara lain hingga terjadilah gali lubang tutup lubang.

Pinjaman kepada negara lain menggunakan mata uang internasional yaitu dollar Amerika. Hukum ekonomi adalah dimana permintaan bertambah maka harga akan naik. Semakin sering negara melakukan pinjaman ke negara lain maka semakin naik nilai tukar dollar Amerika terhadap rupiah.

Kenaikan nilai tukar dollar Amerika terhadap mata uang Indonesia yaitu rupiah dapat mengakibatkan kenaikan harga sejumlah barang impor. Maka, korupsi harus ditekan suapaya kenaikan harga barang tidak semakin terjadi.

Kemiskinan Bertambah

Korupsi dapat menyebabkan kemiskinan di masyarakat. Korupsi memicu terjadinya inflasi, kenaikan harga barang, dan penurunan kualitas barang dan jasa. Ketiga indikator tersebut menjadi faktor pendorong kemiskinan yang terjadi di masyarakat Indonesia. Baca juga; Pengertian Kemiskinan, Jenis, dan Cirinya

Terbatasnya Akses

Terbatasnya akses yang dimaksud dalam hal ini adalah dampak korupsi bagi masyarakat adalah membatasi akses pelaku tindak pidana korupsi. Selain tersangka kasus tindak pidana korupsi mendapatkan pencorengan nama baik, pelaku oknum tindak pidana korupsi juga mendapatkan terbatasnya akses seperti tidak dapat mencalonkan sebagai pemimpin lagi, ditolak oleh masyarakat, dan lain sebagainya.

Nah, penjelasan diatas adalah materi yang membahas tentang dampak korupsi bagi masyarakat Indonesia. Semoga dengan tertulisnya artikel ini menjadikan berkurangnya jumlah koruptor di Indonesia dan semoga artikel ini dapat menambah ilmu pengetahuan bagi para pembaca. Terima kasih!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *