Contoh Kerukunan di Sekolah, Keluarga, Masyarakat, dan Agama

Diposting pada

Kerukunan di Sekolah, Masyarakat, Keluarga

Kerukunan menjadi salah satu element penting dalam mencipatakan kedamaian hidup manusia. Hal ini di dasarkan pada dampak yang di timbulkan yakni dapat mencegah disintegrasi bangsa, perpecahan, dan konflik. Oleh sebab itulah setiap pihak hidup di dalam lingkungan sosial sangat di sarankan untuk dapat terus menerus mengamalkan beragam contoh sikap kerukunan.

Kerukunan

Arti kerukunan dalam tirminologi pembahasannya berasal dari Bahasa Arab yakni “Rukun” dengan makna pondasi dasar. Sikap ini menjadi sangat penting dilakukan mengingat setiap individu yang hidup bisa mendapatkan landasan untuk menjaga ketertiban.

Contoh Kerukunan

Untuk memperjelas tentang beragam definisi kerukunan, berikut ini adalah contoh-contoh yang bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:

Sekolah

Lembaga pendidikan dalam hal ini adalah sekolah sejatinya sudah menanamkan kerukunan, baik secara nyata atupun tidak. Secara tidak nyata di sekolah dengan jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA setiap pelajar diharuskan memakai seragam.

Seragam yang dipergunakan tersebut tentusaja menjadi indentitas kebersamaan serta menghilangkan beragam kecemburuan sosial. Lebih launjut, terapan dalam rukun di sekolah, antara lain;

  1. Mengerjakan tugas kelompok yang membuat seseorang siswa sadar bahwa ia tidak bisa hidup sendiri
  2. Saat terjadi pemilihan ketua kelas terjadi musyawarah mufakat, yang artinya menunjukan cerminan bahwa perbedaan pilihan bukanlah permasalahan selama untuk kemajuan kelasnya masing-masing.
  3. Membuat jaket kelas yang menunjukan adanya kesatuan dengan seragam yang ditunjukan
  4. Membuat aturan tidak membolos yang menjadi pendorong untuk semangat mencapai cita-cita yang diinginkan.
  5. Melaksanaan piket di sekolah yang menunjukan adanya rasa memiliki serta memberikan gambaran bahwa hidup di dalam sekolah sejatinya memiliki tangung jawab yang sama yaitu menjaga kebersihan.

Keluarga

Lembaga keluarga menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam menjaga kerukunan hidup. Lembaga ini menjadi sangat krusial sebab setiap individu sebagai mahluk sosial senantiasnaya memilikinya. Oleh sebab itulah berikut ini contoh nyata tindakan rukun dalam keluarga, antara lain:

  1. Menjadwalkan untuk makan bersama-sama di tengah kesibukan seorang ayah, ibu, dan anak-anaknya.
  2. Memberikan porsi tangung jawab yang adil antara kakak dan adik dalam kelaurga. Hal ini dilakukan misalnya saja untuk seorang adik diberikan tugas mengepel rumah sedangkan kakaknya yang lebi besar diberikan tugas untuk menyirami tanaman atau mengambil air.
  3. Saling memberikan nasehat dalam anggota keluarga yang mencegah teradinya disintegrasi keluarga. Pasalnya dengan nasehat tersebutlah seseorang dalam keluarga di harapkan sadar akan kesalahannya.
  4. Saling memberikan kabar satu sama lain, misalnya dengan menggunakan henphone atau melalui media sosial yang saat ini.
  5. Membuat group Watshaap atau Facebook khusus anggota keluarga yang mencerminkan adanya sikap tangung jawab untuk saling support dan memberikan sharing tentang kabar-kabar yang sekiranya dibutuhkan.

Masyarakat

Lembaga sosial dalam kehidupan masyarakat juga memiliki makna kerukunan yang sangat penting, hal ini terjadi dengan sebab hidup bermasyarakat sejatinya ialah hidup bersama-sama dengan berbagai karakteristik yang berbeda satu sama lainnya. Oleh karena itulah kerukunan dalam masyarakat diperlukan. Tindakan tersebut misalnya saja sebagai berikut:

  1. Menjengguk tetangga yang sakit, baik di rawat di rumah ataupun Rumah Sakit. Cerminan atas tindakan ini menunjukan adanya rasa kepedulian ketika hidup berdampingan.
  2. Melayat ke anggota masyarakat lain ketika mengalami musibah yakni “Meninggal Dunia”. Kondisi ini dilakukan sebagia salah satu bentuk adanya sikap belasungkawa antar anggota masyarakat yang ada.
  3. Melakukan tugas ronda atau Siskampling untuk menjaga keamanan lingkungan, hal ini biasanya dilakukan secara bersamaan dengan jadwal yang etlah ditentukan.
  4. Melaksanaan sholat atau ibadah bersama-sama yang diharapkan dengan adaya tindakan ini dapat mendoroang tingkat interaksi sosial yang lebih demi menjaga kerukunan.
  5. Saling bertegus sapa antar masyarakat, baik itu saudara, tentangga, ataupun yang lainnya. Minimal tindakan seperti ini bisa dilakukan ketika sedang mengedari motor atau mobil menelakson.

Agama

Tindakan lainnya dalam beragama juga sangat diperlukan kerukunan, hal ini lantaran khusus di Indonesia terdapat berbagai agama yang kadang dampak negatifnya seringkali terjadi pergesakan terhadap hal-hal yang tidak dingginkan. Adapun untuk beberapa contoh kerukunan umat beragama, antara lain terlihat sebagai berikut:

  1. Terjadinya saling mengunjungi tentangga ketika berbeda agama terjadi pelansaan Hari Raya. Misalnya saja untuk kondisi ini ada agama Hindu yang dating ke rumah orang Islam saat terjadi Idul Fitri/Idul Adha.
  2. Sikap lainnya tentang cerminan dalam kerukunan umat beragama di Indonesia terlihat ketika sosk Banser sebagai salah satu Badan Otonomi Nahdlatul Ulama (NU) menjaga geraja ketika sedang Natal. Cerminan ini adalah tindakan dalam menjaga marwah kerukunan.
  3. Saling menghormati kepercayaan masing-masing yang dintujukan dengan sikap apik. Misalnya dalam hal ini ialah menghargai bahwa orang Islam dilarang memakan daging Anjing atau Babi, maka sejatinya orang yang berbeda kayakinan dengan Islam haruslah menghormati dengan tidak menawarkan kedua masakan dari daging tersebut.
  4. Tidak mencela atas kepercayaan masing-masing agama, baik melalui laman media sosial ataupun secara nyata.
  5. Saling mengingatkan teman, tentangga, atau masyarakat tentang kewajibannya untuk menjalankan keyakinan. Cerminan ini misalnya saja dilakukan ketika di sekolah sebagai salah satu contoh lembaga pendidikan ada yang memiliki kepercyaan berda di ingatkan waktunya Sholat, ke Gereja, ataupun kepercyaan lainnya.

Nah, itulah tadi serangkaian artikel yang sudah kami tuliskan secara lengkap kepada segenap pembaca terkait dengan contoh-contoh sikap kerukunan yang ada di sekolah, keluarga, masyarakat, dan agama yang mudah ditemukan serta diamalkan. Semoga melalui artikel ini bisa memberikan wawasan serta menambah referensi kepada segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *