Contoh Asumsi dalam Kehidupan Masyarakat

Diposting pada

Asumsi di Masyarakat

Asumsi atau anggapan dasar biasanya digunakan dalam menjelaskan suatu contoh permasalahan sosial yang ditemui. Dalam membuat pelaporan mengenai suatu masalah, asumsi diperlukan sebagai landasan teori untuk menerangkan suatu permasalahan. Lebih lanjut dalam artikel ini akan membahas beberapa hal mengenai asumsi serta contoh asumsi di dalam kehidupan masyarakat.

Asumsi

Menurut Winarno Surakhmad, asumsi atau anggapan dasar juga diakui sebagai postulat dari sebuah titik tolak pemikiran yang kebenarannya diterima oleh penyelidik. Setiap individu umumnya memiliki cara pandang dan postulat yang berbeda dalam merumuskan serta menjelaskan sebuah permasalahan.

Sementara menurut Arikunto, anggapan dasar didefinisikan sebagai sesuatu yang diyakini kebenarannya oleh peneliti yang akan berfungsi sebagai hal-hal yang dipakai untuk tempat berpijak bagi peneliti dalam mengerjakan atau menyelesaikan penelitiannya.

Selanjutnya, asumsi juga diakui sebagai dugaan atau anggapan sementara yang belum terbukti kebenarannya sehingga memerlukan sebuah pengujian untuk membuktikannyya. Pengujian tersebut dijadikan skenario atau wadah untuk mensimulasikan realitas atau situasi yang berbeda.

Walaupun demikian, asumsi dalam pratiknya kerap dihubungkan sebagai aturan praktik yang perlu dipertimbangkan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, asumsi diartikan sebagai dugaan yang diterima sebaga dasar landasar berpikir karena dianggap benar.

Menilik dari beragam definisi asumsi yang telah dipaparkan di atas, dapat disimpulkan bahwa asumsi merupakan suatu perspektif atau landasan berikir individu dalam menyimpulkan, menduga, memperkirakan, memperhitungkan, dan meramalkan sesuatu yang sifatnya perlu diuji untuk dipastikan kebenarannya.

Sebab bila asumsi tersebut dibiarkan dan ternyata memuat ketidakbenaran maka asumsi tersebut akan menjadi berbahaya karena sifatnya yang subjektif. Oleh karenanya dalam menerima atau mengemukakan sebuah asumsi di masyarakat perlu dibarengi dengan ilmu pengetahuan atau pengujian.

Pada umumnya, sebuah asumsi lahir dari timbulnya sebuah keadaan yang asing atau tidak dimengerti, sehingga muncul anggapan berupa dugaan (praduga) untuk menjelaskan keadaan asing tersebut. Tidak sedikit orang yang menerima cuma-cuma sebuah asumsi yang dilontarkan individu lain karena tidak memiliki asumsi lain yang mampu menjelaskan keadaan yang tidak dimengerti olehnya (asing).

Contoh Asumsi

Guna mengetahui contoh-contoh asumsi di dalam kehidupan masyarakat, berikut akan disebutkan beberapa keadaan yang mampu menjelaskannya. Antara lain;

  1. Anggapan mengenai hari kiamat terjadi di tahun 2012. Hal tersebut merupakan asumsi yang jauh dari kebenaran sebab tidak terbukti demikian
  2. Banyak makan membuat seseorang menjadi gemuk. Hal ini dapat dikatakan sebagai asumsi pun dapat dikatakan sebagai bagian dari kebenaran, sebab banyak makan sama dengan menambah asupan ke dalam tubuh yang bila tidak dikontrol atau diperhatikan dapat membuat seseorang menjadi obesitas
  3. Banyak belajar membuat seseorang menjadi stress dan cepat meninggal. Hal ini dapat dikatakan sebagai asumsi pun dapat dikatakan sebagai bagian dari kebenaran. Belajar umumnya membuat seseorang menjadi tahu dan pintar, sementara bila aktivitas belajar yang dilakukan berlebihan maka seseorang mungkin dalam keadaan yang tidak stabil otak pun emosi akibat kelelahan. Bila aktivitas belajar tersebut tetap dilanjutkan maka seseorang mungkin akan menjadi stress. Ketika seseorang mengalami stress secara rutin dalam waktu yang panjang, maka ia kemungkinan akan mengalami kematian dalam waktu cepat
  4. Semakin langka suatu barang maka akan semakin mahal barang tersebut. Hal ini dapat dikatakan sebagai asumsi pun dapat dikatakan sebagai bagian dari kebenaran. Kelangkaan menggambarkan adanya pemenuhan kebutuhan yang tidak terpenuhi, di tengah kebutuhan akan suatu barang tetap namun barang tersebut justru tidak ada (langka) maka harga barang tersebut akan melonjak akibat permintaan yang tinggi untuk suatu barang yang statusnya langka
  5. Masyarakat miskin harus dibantu negara atau pemerintah. Asumsi ini berkaitan dnegan fakta, di mana negara sebagai alat pemerintahan perlu memperhatikan rakyatnya, bila ada rakyatnya yang kurang mampu maka sudah sewajarnya negara ikut campur di dalamnya sebagaimana termuat dalam perundang-undangan
  6. Membuang sampah ke laut dapat menyebabkan laut menjadi kotor. Hal ini dapat dikatakan sebagai asumsi pun dapat dikatakan sebagai bagian dari kebenaran (fakta). Bila seseorang masyarakat membuang sampah ke laut, sampah yang notabene adalah sesuatu yang tidak dapat diolah kembali dibiarkan memuhi laut maka jelas laut akan menjadi kotor. Dampak lain yang disebabkan apabila membuang sampah ke laut adalah merusak ekosistem laut termasu biota penghuni laut dan terumbu karang
  7. Anak menjadi nakal bila orang tua pergi bekerja. Ini dapat dikatakan sebagai sebuah asumsi karena tidak sampai pada alasan yang bisa diterima. Penyebab anak menjadi nakal bukan karena orang tua pergi bekerja, melainkan karena tidak diberikan perhatian atau kasih sayang.
  8. Rajin membaca buku dapat membuat seseorang berkarakter. Hal ini dapat dikatakan sebagai asumsi pun dapat dikatakan sebagai bagian dari kebenaran. Membaca umumnya dapat membuat menjadi tahu atau kaya akan pengetahuan. Persoalan menjadikan seseorang berkarakter merupakan hal yang mungkin, bila seseorang termotivasi untuk menjadi seseorang yang berkarakter atau belajar dari buku yang dibacanya
  9. Seseorang menjadi fasih berbicara (public speaking) bila rajin mendengar siaran radio. Hal ini dapat dikatakan sebagai asumsi pun dapat dikatakan sebagai bagian dari kebenaran. Seseorang baru akan menjadi fasih berbicara ketika ia mencoba belajar atau praktik berbicara di depan orang baik berjumlah sedikit ataupun banyak, bukan hanya rajin mendengarkan siaran radio tanpa latihan berbicara
  10.  Seseorang akan menjadi juara bila rajin berdoa. Hal ini dapat dikatakan sebagai asumsi pun dapat dikatakan sebagai bagian dari kebenaran. Juara merupakan sebuah pencapaian yang baru diperoleh setelah belajar dengan giat dan tekun. Bila hanya rajin berdoa tanpa dibarengi dengan komitmen untuk usaha dengan giat dan konsistensi maka seseorang tersebut tidak akan menjadi seorang juara
  11. Sebuah wilayah akan kehabisan air bila wilayah tersebut dihuni oleh banyak penduduk. Hal ini dapat dikatakan sebagai asumsi pun dapat dikatakan sebagai bagian dari kebenaran. Air dalam sebuah wilaya mungkin saja habis bila penduduk menggunakan ari tersebut melewati batasnya
  12. Sering bercermin dapat membuat kaca tersebut pecah. Hal ini merupakan asumsi semata karena tidak dibarengi dengan alasan yang logis. Cermin memiliki fungsi untuk memantulkan cahaya, bila sering digunakan cermin tersebut umumnya akan tetap disebut dan menjadi cermin. Cermin tersebut baru akan pecah ketika jatuh saat digunakan bercermin. Keadaan sering bercermin yang dijelaskan sebagai pemicu cermin dapat pecah terlalu berlebihan, namun menjadi mungkin ketika bercermin dilakukan terlalu sering dan seseorang kehilangan kestabilan menjaga cermin hingga kemudian cermin tersebut jatuh dan pecah.
  13. Menggunakan narkoba dapat membuat seseorang menjadi kecanduan. Asumsi ini berkaitan dengan fakta, sebagaimana narkoba merupakan jenis narkotika dan obat-obatan berbahaya merupakan jenis obat terlarang karena dapat membuat seseorang menjadi kecanduan dan hilang kesadaran sehingga membuatnya berhadapan dengan hal yang berbahaya
  14. Menjadi pribadi yang bertanggungjawab dapat membuat disukai banyak orang. Asumsi ini berkaitan dengan fakta di masyarakat. Sebab pribadi yang bertanggungjawab merupakan salah satu ciri seseorang yang berintegritas, sehingga akan banyak disukai pun dipercaya dalam masyarakat
  15. Belajar matematika dapat membuat seseorang kehilangan rambutnya. Hal ini dapat dikatakan sebagai asumsi pun dapat dikatakan sebagai bagian dari kebenaran. Matematika merupakan pengetahuan yang memerlukan logika, perhitungan yang tentunya membuat seseorang harus berpikir secara komprehensif dan terstruktur dalam pengujian. Aktivitas tersebut kerap kali dikaitkan dengan aktivitas yang memicu seseorang menjadi stress. Akibat stress yang menjangkiti seseorang, seseorang mungkin saja akan kehilangan beberapa rambutnya akibat rambutnya menjadi rontok
  16. Manusia berasal dari tanah. Hal ini dapat dikatakan sebagai asumsi pun dapat dikatakan sebagai bagian dari kebenaran. Manusia umumnya lahir dari aktivitas reproduksi dan bukan dari gumpalan tanah yang disusun menyerupai bentuk manusia. Asumsi tersebut mungkin saja lahir karena adanya kandungan mineral dalam tubuh manusia yang juga termuat dalam tanah
  17. Nuklir dapat menghancurkan bumi. Hal ini dapat dikatakan sebagai asumsi pun dapat dikatakan sebagai bagian dari kebenaran. Nuklir bila ditabrakan dengan suatu partikel lainnya akan menghasilkan reaksi nuklir. Tingkat reaksi nuklir tersebut tergantung pada partikel dan jarak tubrukan, bila 100 bom nuklir ditabrakan ke bumi makan kemungkinan besar bumi dapat hancur karenanya
  18. Orang akan meninggal bila tidur lewat dari jam 12 malam. Asumsi ini merupakan mitos semata namun dapat menjadi kebenaran bila dipengaruhi faktor lainnya. Faktor tersebut adalah bila seseorang secara rutin tidur larut dan tidak mengatur pola makan serta istirahatnya maka imun tubuh seseorang akan menurun dan memungkinkannya menjadi sakit atau kehilangan nyawanya
  19. Menjadi sakti bila mengenakan batu akik. Hal ini dapat dikatakan sebagai asumsi pun dapat dikatakan sebagai bagian dari kebenaran. Batu akik merupakan jenis batu mulia yang memiliki kandungan mineral yang berbeda tergantung jenisnya. Penggunaan batu akik dengan konsentrasi mineral tinggi mungkin saja akan memberi pengaruh pada tubuh seseorang namun bukan berarti ia dapat dikatakan sakti karenanya. Oleh karenanya asumsi ini memerlukan pengujian lebih lanjut guna mengetahui kebenaran asumsinya
  20. Membakar buku kemudian mencampur arang dari pembakaran tersebut kemudian meminumnya dapat membuat seseorang menjadi pintar. Hal ini merupakan asumsi semata yang jauh dari kebenaran. Bila seseorang ingin menjadi pintar seseorang perlu belajar lebih giat dan tekun bukan dengan cara instan sebagaimana asumsi di atas.

Demikianlah penjelasan mengenai contoh asumsi di masyarakat. Semoga dengan adanya tulisan ini dapat menambah wawasan juga pengetahuan bagi segenap pembaca yang sedang mendalami ataupun mencari referensi mengenai “asumsi atau anggapan sementara”. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *