Contoh Amalgamasi di Masyarakat Indonesia

Diposting pada

Contoh Amalgamasi di masyarakat

Amalgamasi dapat diartikan sebagai suatu pencampuran antara dua unsur budaya yang memiliki sifat yang berbeda, yang kemudian menciptakan suatu budaya maupun hal baru. Dalam kajian sosiologi, amalgamasi digunakan untuk menggambarkan terjadinya suatu peleburan kelompok budaya, sehingga memunculkan sesuatu hal yang baru namun tidak menunggalkan budaya sebelumnya. Pembahasan lebih lanjut pada artikel ini contoh amalgamasi di masyarakat dan dampaknya.

Amalgamasi

Amalgamasi berasal dari istilah metalurgi, yang memiliki kaitan dengan istilah metafora dan melting pot. Amalgamasi merupakan istilah yang dikaitkan dengan percampuran dua kebudayaan, khususnya melalui pernikahan berbeda budaya, etnis, suku, ras, bangsa, maupun agama.

Pengertian Amalgamasi

Amalgamasi adalah proses pencampuran dari beragam arti budaya yang dilakukan oleh dua kelompok dengan melalui pernikahan yang didasari pada perasaan cinta ataupun melalui paksaan (perjodohan) yang dilakukan sanak-keluarga.

Pengertian Amalgamasi Menurut Para Ahli

Adapun pengertian amalgamasi yang telah dikemukakan oleh para tokoh, antara lain adalah sebagai berikut;

  1. Dwi Narwoko dan Bagong Suyanto, Amalgamasi merupakan syarat terjadinya interaksi sosial yang dapat menjadi sebuah solusi untuk meredam pertentangan maupun perselisihan yang terjadi dalam suatu kelompok masyarakat.
  2. Partanto dan M. Dahlan, Amalgamasi adalah suatu proses pencampuran antara dua kebudayaan yang memiliki latar belakang kebudayaan yang berbeda.

Dampak Amalgamasi

Adapun dampak dari adanya amalgamasi yang ada dalam kehidupan masyarakat Indonesia pada umumnya, adalah sebagai berikut;

Dampak Positif

Dampak positifnya, antara lain;

Munculnya inovasi budaya

Inovasi dalam arti budaya lahir melalui amalgamasi pernikahan campuran antar ras maupun etnik yang dapat melahirkan generasi dan budaya baru. Sebab, dengan adanya percampuran ras dan budaya yang berbeda dapat bercampur menjadi satu.

Meminimalisir terjadinya konflik

Amalgamasi menjadi sebagai solusi dengan upaya menekan berbagai contoh konflik sosial yang sering bermunculan di sebuah lingkungan masyarakat melalui percampuran dua budaya yang berbeda tersebut.

Pertukaran kebudayaan

Setiap kebudayaan memiliki kebiasaan dan pola hidup yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Bak dari segi kehidupan, kepercayaan, adat istiadat, dan lain sebagainya yang dapat menciptakan pengalaman hidup yang berbeda.

Dampak Negatif

Untuk beragam dampak jelek/negatif dalam amalgamasi ini, antara lain;

Dominasi salah satu budaya

Dominasi salah satu budaya dalam amalgamasi akan mengarah kepada munculnya konflik yang disebabkan karena dominasi kebudayaan tersebut.

Tidak meratanya persebaran penduduk

Ketidakmerataan persebaran penduduk disebabkan oleh adanya keinginan pelaku amalgamasi untuk mengusahakan kerabat terdekatnya untuk melakukan proses pernikahan campuran seperti yang dilakukannya. Hal tersebutlah yang kemudian menjadikan persebaran penduduk menjadi tidak sebanding di beberapa daerah.

Lunturnya kebudayaan asli

Dalam kasus pernikahan campuran, salah satu pasangan akan merasakan pemudaran dalam kebudayaan yang ia miliki. Hal tersebut dikarenakan salah satu pasangan yang terlalu lama jauh dari tempat kebudayaan asli itu berada.

Contoh Amalgamasi

Adapun contoh amalgamasi di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, misalnya saja adalah sebagai berikut;

  1. Pernikahan campuran antara etnis Jawa dengan etnis Betawi yang berakibatkan pada terjadinya percampuran kebudayaan Jawa dan Betawi.
  2. Mahasiswa yang melakukan pertukaran pekajar ke luar negeri yang menyebabkan lunturnya kebudayaan asli dari mahasiswa tersebut.
  3. Pernikahan campuran yang terjadi antara pemeluk agama Islam dengan agama Kristen yang sering terjadi di lingkungan masyarakat yang menimbulan terjadinya percampuran kebudayaan antara Islam dan Kristen.
  4. Wisatawan asing yang sedang berlibur dalam waktu yang lama di suatu daerah. yang berdampak pada kebudayaan asli dari wisatawan tersebut sedikit meluntur.
  5. Timbulnya game on-line buatan Indonesia yang pada dasarnya, budaya bermain di luar adalah budaya Indonesia, sedangkan tekonogi game on-line lahir dari negara Barat. yang menyebabkan berkurangnya bergam contoh sosialisasi primer anak terhadap lingkungan sekitar akibat terlalu lama bermain game on-line.
  6. Bahasa Indonesia menjadi bahasa pergaulan sehari-hari, yang mempermudah seseorang yang sedang merantau ke daerah lain untuk berkomunikasi dengan penduduk asli daerah tersebut yang akhirnya menimbulkan bahasa Indonesia maupun bahasa daerah tidak pudar keberadaannya.
  7. Pernikahan campuran antara ras kulit putih dengan ras kulit hitam yang menyebabkan timbulnya rasa saling menghargai antar ras.
  8. Munculnya perkumpulan paguyuban yang dibentuk oleh orang-orang yang berasal dari daerah yang sama dan tinggal di negara luar. yang akhirnya menyebabkan kebudayaan asli tidak luntur dengan adanya paguyuban tersebut, meskipun berada juah dari tempat kebudayaan asli tersebut.
  9. Munculnya genre musik beraliran Pop-Dut, yang dimana dangdut merupakan aliran musik asli Indonesia, dan aliran musik Pop berasal dari negara Barat, yang akhirnya menyebabkan munculnya variasi aliran musik.
  10. Warga Negara Indonesia yang menetap di luar negeri menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pergaulan sehari-hari. Dampaknya adalah unturnya kefasihan berbahasa Indonesia pada orang tersebut.
  11. Munculnya dance yang menggabungkan unsur budaya Indonesia dengan budaya baratm, yang akhirnya menimbulkan munculnya variasi dari koreografi dance tersebut.
  12. Munculnya variasi rasa pizza dengan topping sambal matah, yang pada hal ini kebudayaan Italia bercampur dengan kebudayaan Indonesia. Dan menyebabkan munculnya variasi baru dari cita rasa pizza tanpa merusak cita rasa asli.
  13. Perayaan hari Valentine sebagai hari kasih sayang di Indonesia, yang notabene hari valentine adalah kebudayaan negara Barat. Yang akhirnta berdampak pada lunturnya rasa nasionalisme pada diri individu.
  14. Penggunaan garpu dan sendok pada rumah makan sederhana, yang dimana sendok dan garpu hadir dari kebudayaan Barat, yang berdampak tingkat higienis pada rumah makan tersebut dinilai sangat tinggi.
  15. Penggunaan celana jeans sebagai celana yang dipakai pada segala kegiatan di Indonesia. Celana jeans merupakan hasil dari kebudayaan negara Barat. Yang akhirnya berdampak pada enggunaan celana jeans sebagai fashion di kehidupan masyarakat.

Demikianlah penjelasan mengenai dinamika amalgamasi  di masyarakat. Semoga dengan adanya tulisan ini bisa menambah wawasan, juga menambah pengetahuan bagi segenap pembaca yang sedang mendalami serta mencari referensi mengenai ‘amalgamasi’. Terima kasih.

Berikan Rating

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *