Ciri Budaya Politik dan Contohnya di Masyarakat Indonesia

Diposting pada

Budaya Politik di Indonesia

Pengertian budaya politik adalah seperangkat sikap yang terdiri atas beragam kepercayaan dan sentimen yang memberi ketertiban serta makna pada proses politik. Sehingga kajian ini memberikan asumsi serta aturan mendasar yang mengatur perilaku dalam sistem perpolitikan yang ada.

Budaya politik juga dikenal dengan manifestasi dalam bentuk agregat dimensi psikologis dan subyektif yang sehingga menimbulkan karakteristik politik yang berbeda antara satu negara dengan negara lainnya.

Budaya Politik

Budaya politik di dalam suatu negara, termasuk Indonesia sebagai negara berkembang sejatinya bisa dikenali dengan memperhatikan karakteristiknya. Sehingga setiap bangsa yang merdeka memiliki ciri berbeda dari beragam tipe-tipe budaya politik secara spesifik, baik secara parokial, partisipan, ataupun kaula.

Contahnya saja seperti Indonesia yang dikenal masuk dalam definisi demokrasi menerapkan sistem budaya politik partisipan. Akan tetapi dalam berbagai daerah seperti di masyarakat Badui yang ada di Provinsi Banten belum bisa menerapkan sepenuhnya mekanisme partisipan ini, suku Baduy pada umumnya masih menerapkan sistem keterwakilan.

Ciri Budaya Politik

Definisi budaya politik dalam kajiannya memiliki ciri-ciri secara umum yang menjadi pembeda atas yang lainnya. Diantaranya yaitu sebagai berikut;

Unsur Pengaturan

Karakteristik yang pertama dalam budaya politik akan senantiasanya terdapat unsur pengaturan kekuasaan di dalam sebuah sistem pemerintahan, baik itu di pusat maupun yang berada di berbagai daerah-daerah dalam kekuasaanya.

Pembuatan Kebijakan

Ciri yang ada dalam budaya politik selanjutnya ialah terdapatnya proses pembuatan kebijakan oleh pemerintah. Kebijakan ini dilakukan guna mempertegas keteraturan sosial dalam masyarakat. Tanpa adanya budaya politik yang baik, kedamaian hanya akan bisa menjadi angan-angan.

Pola Prilaku

Dalam kajian tentang arti fakta sosial memberikan gambaran bahwasanya pola perilaku para pejabat dan aparat pemerintah suatu negara sangat besar dipengaruhi oleh budaya politik yang diterapkan. Hal ini lantaran bersifat mengikat bagi beragam contoh lembaga politik yang ada. Baik dalam legistatif, eksekutif, ataupun yudikatif.

Partai Politik

Partai politik sangat besar pengaruhnya dalam ciri-ciri budaya perpolitikan secara umum. Hal ini lantaran terdapat beberapa partai politik akan memberikan pengaruh besar pada segala aktivitasnya di masyarakat.

Misalnya saja untuk kasus ini di masyarakat Indonesia yang umumnya memberikan multi partai yang melakukan berbagai upaya kampanye untuk mendulang suaranya. Maka dengan sistem yang menjadi ciri demokrasi diharapkan memberikan banyak opsi keterwakilan di lembaga legitatif semakin banyak.

Gejolak Masyarakat

Masyarakat dalam suatu sistem pemerintahan memberikan pengaruh besar tindakannya pada budaya politik. Bahkan tidak jarang ada gejolak di masyarakat dalam menyikapi kekuasaan sistem pemerintah. Artinya dalam hal ini ada pengaruh besar antara beragam contoh konflik sosial dengan budaya politik.

Misalnya saja seperti ini, adanya gejolak masyarakat Indonesia yang bisa menyuarakan di media sosial tentang usul atau kritik terhadap pemerintah, lantaran Indonesia memberikan dorongan untuk masyarakat agar ikut berpatisipasi dalam pembangunan negara. Berbeda hal kondisinya dengan sistem pemerintahan di Korea Utara yang memberikan batas kepada masyarakatnya untuk mengkritik kebiajakan.

Pengakuan

Ciri selanjutanya dalam perpolitikan, khususnya yang terkait dengan unsur budaya ialah terdapat budaya bolitik terkait masalah legitimasi (pengakuan). Kaidah ini biasanya di dasari pada ideology pemerintahan yang menganut kapilalisme, komunisme, ataupun sosialisme.

Misalnya saja yang bisa menjadi contoh untuk Indonesia yang menerapkan budaya politik diakui jika tidak melanggar Pancasila. Selama memberikan pengakuan pada Pancasila maka perpolitiaknnya akan diberikan pengakuan.

Contoh Budaya Politik

Untuk gambaran sementara budaya politik di Indonesia, yang tentunya masih memerlukan telaah dan pembuktian secara lebih lanjut, adalah didasarkan pada pengamatan beberapa variable. Sehingga dapat diskripsikan berikut ini, adalah beragam contoh kasus budaya politik yang berkembang di masyarakat Indonesia, terutama mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Antara lain;

Konfigurasi Subkultur

Konfigurasi subkultur atau budaya di Indonesia masih beraneka ragam, meskipun tidak sekompleks yang dihadapi oleh India misalnya, yang menghadapi masalah perbedaan dalam hal bahasa, agama, kelas, kasta yang semuanya relatif masih rawan/rentan.

Parokial-Kaula/Politik Partisipan

Budaya politik yang berkembang di Indonesia di satu pihak adalah budaya politik Parokial-kaula dan di sisi lain adalah budaya politik partisipan.

Di satu sisi masih terdapat masyarakat yang tertinggal dalam menggunakan hak dan memikul tanggung jawab politiknya. Ini kemungkinkan disebabkan karena isolasi dari kebudayaan luar, pengaruh penjajahan, feodalisme, bapakisme, dan ikatan primordial.

Ikatan Primordial

Sikap ikatan primordial masih berakar kuat. Hal tersebut bisa dilihat dari beberapa indikator yaitu berupa sentimen kedaerahan, kesukaan, keagamaan, perbedaan pendekatan terhadap keagamaan tertentu; purutanisme dan non puritanisme dan lain-lain.

Sikap Paternalisme dan Sifat Patrimonial

Kecendrungan budaya politik di Indonesia masih mengukuhi sikap paternalisme dan sifat patrimonial. Hal ini dapat dilihat dari indikator yaitu bapakisme, sikap asal bapak senang.

Introduksi Modernisasi

Dilema interaksi tentang introduksi modernisasi (dengan segala konsekuensinya) dengan pola-pola yang telah lama berakar sebagai tradisi dalam masyarakat.

Nah, itulah tadi ulasan yang dapat kami tuliskan kepada segenap pembaca sekalian terkait dengan beberapa ciri budaya politik di Indonesia dan contohnya dalam kehidupan masyarakat. Semoga memalui artikel ini bisa memberikan wawasan serta memberikan edukasi mendalam. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *