8 Bentuk Pengendalian Sosial Sifat, Tahapan dan Contohnya

Diposting pada

Bentuk Pengendalian Sosial

Pengendalian sosial tentu menjadi salah satu tindakan yang wajib dilakukan oleh beragam tipe lembaga sosial ataupun kemasyarakatan di Indonesia. Hal ini lantaran berkaitan dengan sistem untuk menciptakan keteraturan hidup agar sesuai dengan tujuan.

Oleh karena itulah artikel ini mengulas tentang bentuk dari pengendalian sosial yang tidak terlepas daripada proses sosial dan interaksi sosial dimana masyarakat mengatur dan mengontrol perilaku anggotanya agar sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku.

Pengendalian Sosial

Pengendalian sosial adalah sikap yang dilakukan oleh insititusi formal atau informal dalam masyarakat sebagai upaya menciptakan social equilibrium (keseimbangan sosial) atas berbagai penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan individu dan kelompok.

Tindakan ini dijalankan oleh setiap negara berdaulat, sebagai pengontrol kesimbangan hidup antara aturan yang dilakukan dengan implementasi masyarakat. Oleh karena itulah termasuk warga negara Indonesia menjalankan secara penuh aturan pengendalian ini dalam beragam bentuknya.

Bentuk Pengendalian Sosial

Beragam jenis-jenis dari pengendalian sosial yang ada dalam masyarakat, antara lain;

  1. Formal

Bentuk pengendalian sosial formal adalah pengendalian yang dilakukan secara resmi oleh lembaga kemasyarakatan negara kepada seseorang/kelompok yang melakukan pelanggaran, dengan mempertimbangkan aspek-aspek hukum masyarakat yang memiliki legalitas jelas.

Kekuatan dalam pengendalian ini tidak bisa terbatantahkan, lantaran hampir smeua sikap masyarakat menyetujuinya sebagai konsensus bersama-sama. Contohnya ktentang adanya diskriminasi agama yang dilakukan oleh beberapa oknum-oknum yang tidak bertangung jawab.

Atas keadaan inilah setiap negara memberikan hukum jelas, dengan pasal perundang-undangan ataupun atas dasar Pancasila. Bahkan karena adanya kejadian ini untuk mengatasinya pemerintah menenamkan sikap tolerasi dalam beragama.  Selengkapnya, baca; Pengertian Toleransi dan Contohnya

  1. Informal

Jenis pengendalian sosial yang selanjutnya adalah informal yang memiliki karakteristik tidak tertulis akan tetapi mendapatkan teguran keras masyarakat. Penjalanan pengendalian ini paling lama dianut masyarakat, lantaran setiap orang pertamakali akan merasakan fenomena sosial ketika ia bergabung di dalam lingkungannya.

Contoh yang menjadi salah satu jenis pengendalian sosial informal misalnya saja celaan masyarakat yang diberikan kepada tetangga kerana ia melakukan tindakan kriminal, seperti mencuri, sabung ayam, bermaian judi, mabuk-mabukan, dan lain sabagiannya.

Atas tindakan tersebut masyarakat memiliki sisi negatif yang berakibatkan pada kurangnya pandangan positif yang dilakukan oleh individu yang bersangkutan. Atas dasar inipulalah celaan yang diberikan bisa dikategorikan sebagai pengendalian sosial.

Sifat Pengendalian Sosial

Sifat dalam penerapan pengendalian sosial yang ada di masyarakat, antara lain;

  1. Preventif

Preventif adalah jenis pengendalian sosial tanpa kekerasan dengan cara mengantisipasi prilaku penyimpangan sebelum dilakukan oleh seseorang dalam masyarakat. Prilaku ini mengindikasikan penting pencegahan sebelum pelanggaran.

Contoh penerapan dalam sifat preventif dalam pengendalian sosial misalnya saja adanya adanya seorang anak yang dimasukan pondok pesantren untuk belajar Ilmu Agama dengan baik, salah satu tujuan penanaman pendidikan tersebut ialah agar anak dapat membedakan mana yang baik dan buruk.

  1. Reprensif

Represif adalah jenis pengendalian sosial dengan cara paksaan atau kekerasan yang dilakukan pihak berwajib (polisi). Pengendalian ini diwjudkan dalam upaya memberikan hukuman kepada seseorang yang telah melanggar konsensus yang telah disepakati.

Tujuan dari adanya penerapan dalam pengendalian ini salah satunya agar mampu memulihkan keadaan seperti sebelum terjadinya tindakan penyimpangan-penyimpangan dalam masyarakat. Oleh karenanya kerap kali pengendalian ini diatur dalam undang-undang kenegaraan.

Contoh yang menjadi salah satu bentuk pengendalian sosial ini misalnya saja adanta tindakan prilaku korupsi yang dilakukan seseorang atas dasar mementingkapan kepentingan pribadi. Prilaku ini langsung mendapatkan hukuman setimpal.

Meskipun pada proses penarapan dalam pengebdalian ini tidak aka nada unsur keikhlasan dari para pelaku akan tetapi tetap saja tindakan ini dilakukan sebagai wujud komitmen bersama untuk mementikkan asas-asas hukum yang telah berlaku.

Tahapan Pengendalian Sosial

Adapaun beberapa langkah-langkah yang dilakukan sebagai dasar tahapan pengendalian sosial, antara lain sebagai berikut;

  1. Pengawasan

Tahapan pertama yang dilakukan dalam pengendalian sosial masyarakat ini ialah tahap pengawasan dengan ciri khas mengedepankan nasehat-nasehat yang baik, kepada segenap anak didik ataupun para pejabat pemberintah agar tidak melakukan penyimpangan.

  1. Perilaku

Tahapan selanjutnya dalam penerapan tindakan sosial ini dilakukan dengan langkah penilaian terhadap prilaku yang dijalankan seseorang dalam keseharian. Proses ini dicermati secara seksama dengan pengawasan utamanya dari lingkungan sekitar.

  1. Hukuman

Hukuman sebagai dasar dalam proses penerapan penyimpangan sosial masyarakat, hukuman ini bisa terjadi karena prilaku dilakukan sudah tidak sesuai dengan aturan-aturan keseharian amsyarakat, sehingga mengakibatkan setiap masyarakat wajib untuk melakukan penindakan.

  1. Penindakan

Tahapan terkahir dalam penerapan sebagai proses penyimpangan sosial ialah penindakan. Penindakan ini wujud implementasi masyarakat dalam penggambarannya untuk menyesuaikan kepada aturan yang ada, sehingga kembali masyarakat menajdi tertib dan tidak terjadi kegaduahan.

Kesimpulan

Dari penjelasan dapatlah disimpulkan bahwa kehidupan masyarakat sejatinya menginginkan adanya keteraturan yang dapat mendorong tujuan kedamaian serta kebahagiaan dalam menjalani proses kesaharian. Oleh karena itulah untuk mengulas tentang sifat-sifat penerapan yang dilakukan khususnya kategori sifat ini berdasarkan pada pendapat para ahli yang mengatakan bahwa kebiasaan budaya memberikan pengaruh signifikan pada tahapan pengendalian sosial.

Demikianlah penjelasna tentang bentuk pengendalian sosial, sifat, tahapan, dan contohnya. Semoga dengan adanya tulisan ini bisa memberikan wawasan dan meningkatkan pengatahuan bagi segenap pembaca yang mencari refrensi tentang “pengendalian sosial”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *