Pengertian Postmodernisme, Ciri, dan 2 Contohnya

Diposting pada

Pengertian Postmodernisme

Postmodernisme pada dasarnya dianggap sebagai salah satu istilah yang cukup dikenal pada abad ke-20. Istilah ini dalam sejarahanya keluar sebagai lanjutan dari arti modernisasi tepatnya pada tahun 1930 dengan salah satu tokoh terkenalnya ialah Federico de Onis.

Sebagai penjelasan dalam bentuk perubahan sosial yang terjadi di masyarakat, tentusaja sangat penting untuk memahami seluk beluk yang ada di dalam postmodernisme.

Postmodernisme

Postmodernisme akan senantisa dianggap sebagai wawasan atas pengetahuan yang memberikan penjelasan dari berbagai disiplin ilmu, baik dalam nilai seni, studi literatur, arsitekur, hukum, hubungan antar manusia, dan ilmu sosial) lainnya.

Hingga akhirnya, pengulasan mengenai postmodernisme ini dapat dimengerti dan dijelaskan melalui beragam cara yang berbeda. Adapun dalam sejarah munculnya padangan terhadap postmodernisme terjadi pertamakali bukan dari ahli sosial, akan tetapi munculnya dimulai dari ahli arsitektur dalam Buku The Language of Postmodern Architecture, yang dikehendaki untuk mencari arti pluralisme terhadap bagunan-bangunan yang ada di dunia.

Pengertian Postmodernisme

Postmodernisme adalah serangkaian paradigma mengenai kritik terhadap karakteristik masyarakat modern dan terhadap kegagalan yang dilakukan dalam semua janji-janjinya, sehingga postmodernisme terdapat kecenderungan yang digambaran sebagai segala sesuatu yang diasosiasikan dengan modernitas atau berbalik dengan modernitas yang terjadi.

Pengertian Postmodernisme Menurut Para Ahli

Adapun definisi postmodernisme menurut para ahli, diantaranya;

  1. Kvale (2006), Pengertian postmodernisme adalah pengistilahan yang jauh berbeda dalam posmodern, hal ini dikarenakan postmodernisme memiliki karektristik yang luas, kontroversial, dan ambigu. Akan tetapi yang pasti Kvale berpendapat bahwa postmodernisme tersusun dari istilah postmodernitas dan posmodernism.
  2. Anthony Giddens, Definisi postmodernisme menurut Anthony Giddens yang bersumber di dalam bukunya ’The Consequences of Modernity’ adalah munculnya gerakan mengenai agenda sosial dan agenda politik dengan kosentrasi pada lingkungan, hingga akhirnya istilah ini menjadi penggantidaripada sistem kapitalisme dengan sosialisme yang berkembang pada saat ini.
  3. Lyotard, Arti postmodernisme adalah munculnya rasa ketidakpercayaan terhadap permasalahan yang besar di dalam melegitimasikan perkembangan ilmu pengetahuan.
  4. Josh McDowell dan Bob Hostetler, Postmodernisme adalah persefrektif terhadap dunia yang dicirikhasi dengan munculnya suatu keyakinan mengenai kebenaran yang diciptakan bukan kembenaran yang berasal dari sifat kebudayaan yang ada dalam masyarakat.
  5. Marvin Harris, Makna postmodernisme adalah peregrakan menculnya keintelektualan yang berbalik dengan istilah modernisme. Postmodernisme memberi titik fokus dalam pemahaman unsur budaya dan juga penelitian yangdianggap lebih istimewa.
  6. Eagleton, Definisi postmodernisme adalah pengambilan mengenai ide dari modernisme dengan mempertajam terhadap kritik dan jarak, karena postmodernisme dibentuk dengan tujuan untuk memberikan pemecahan atas penyebab masalah sosial yang terjadi dalam masyarakat, termasuk di dalamnya adalah masalah kebudayaan.
  7. Habermas, Pengertian postmodernisme adalah terjadinya keberadaan terhadap kebudayaan elit yang justru dihancurkan pada masa masa modernisme.

Ciri Postmodernisme

Ciri khas yang terjadi dalam postmodernisme, antara lain;

  1. Menitiberatkan dalam padangan sosial dan hubungan sosial dalam masyarakat, bukan dalam pandangan ekonomi
  2. Kelanjutan terhadap adanya istilah modernisme
  3. Postmodernisme diaggap sebagai padangan dunia tanpa tatanan yang heterogen, akhirnya ciri ini mengabtraksika bahwa postmodernisme menolak padangan terhadap pembagian masyarakat prolenter dan borjuis.

Contoh Postmodernisme

Contoh Postmodernisme

Sedangkan untuk contoh nyata dalam pandangan postmodernisme, antara lain;

  1. Paradigma

Paradigma dianggap sebagai pengganti istilah dalam teori yang ada di antara masyarakat modernisasi. Istilah paradigma ini terus menerus dikembangkan hingga memunculkan bahwa arti paraidgma yang ada dalam ilmu pengetahuan di era postmodernisme memberikan gembaran mengenai proses berfikir terhadap masalah-masalah yang dikaji dan keluar jauh dari pandangan terhadap perekonomian.

Oleh karena itulah pada postmodernisme jarang dikenal dengan pandangan masyarakat kapitalis atau sosialis, pada postmodernisme sejatinya memberikan penjelasan mengenai paradigma yang tidak menunjukan pada proses perkonomian akan tetapi dalam proses budaya dan sosial.

  1. Pendidikan

Aspek pendidikan yang menjadi bagian daripada contoh adanya postmodernisme ialah terkait adanya pandangan tentang kesetaraan antara wanita dan pria dalam memperoleh beragam aspek pengetahuan. Kesetaraan ini kemudian memunculkan emansipasi yang artinya semua individu dan kelompok antara laki-laki dan perempuan ialah setara.

Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan, dapat dikatakan bahwa secara garis besar postmodernisme ialah kelanjutan dari adanya era modern yang menitikbertakan dalam kasus-kasus sosial, bukan perekonomian. Kasus sosial yang menjadi titik fokus dalam postmodernisme misalnya adalah tentang arti kebudayaan.

Demikinalah tulisan mengenai pengertian postmodernisme menurut para ahli, ciri, dan contohnya di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Semoga dengan adanya tulisan ini bisa memberikan penjelasan dan juga memberikan wawasan kepada setiap pembaca yang pada saat ini sedang mencari refrensinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *