20 “Akomodasi Dalam Sosiologi” Pengertian, Jenis, dan Contohnya Lengkap

Diposting pada

Pengertian Akomodasi Dalam Sosiologi dan Contohnya

DosenSosiologi.Com– Keteraturan sosial yang ada di dalam masyarakat pada hahekatnya tidak selalu berjalan dengan baik, ada penyelewengan dan pertentangan yang dihadapi, hingga akhirnya kondisi ini menyebabkan adanya pertentangan dahsyat. Pertentangan tersebut biasanya diikuti dengan akomodasi yang melahirkan bentuk-bentuk kerja sama baru antarnegara atau masyarakat yang terlibat di dalam konflik. Sebagai penjelasan lebih lanjut dalam artikel ini akan memberikan penjelasan tentang pengertian, jenis, dan contoh akomodasi dalam sosiologi.

Akomodasi Dalam Sosiologi

Akomodasi dalam sosiologi yaitu interaksi sosial antara individu dan kelompok dalam upaya menyelesaikan suatu konflik atau pertentangan.  Akomodasi ini adalah bentuk proses sosial asosiatif yang dapat dilakukan dengan interaksi sosial. Baca Juga: Pengertian Interaksi Sosial, Ciri, Syarat, Faktor, dan Bentuknya

Pengertian Akomodasi Dalam Sosiologi

Akomodasi dalam arti ilmu sosiologi memiliki 2 definisi secara mendalam, definisi pertama adalah memberikan penjelasan mengenai keadaan dengan imbang antara interkasi sosial dan akomodasi berupa nilai serta norma. Definisi kedua akomodasi dinilai sebgai proses yang artinya usaha nyata manusia untuk meminimalisir pertentangan -pertentangan yang terjadi di dalam kehidupan.

Jenis-Jenis Akomodasi

Akomodasi mempunyai beberapa bentuk, atau jenis. Diantaranya bentuk dan jenis akomodasi antara lain sebagai berikut;

  1. Kompromi (compromise), yaitu perundingan secara damai antara kedua belah pihak yang bertikat untuk saling mengurangi tuntutan.
  2. Toleransi, yaitu suatu sikap menghargai perbedaan dalam masyarakat.
  3. Arbitrase (arbitration), yaitu upaya penyelesaian sengketa dengan bantuan pihak ketiga yang dipilih oleh kedua belah pihak yang bersengketa. Pihak ketiga dalam arbitrase adalah majelis arbitrase.
  4. Mediasi (mediation), yaitu proses pengikutsertaan pihak ketiga sebagai penasihat yang bersifat netral dalam penyelesaian suatu perselisihan.
  5. Koersi (coercion), yaitu bentuk akomodasi yaing digunakan untuk menggunakari tekanan (pemaksaan) sehingga salah satu pihak berada dalam keadaan Iebih lemah dibandingkan pihak awan.
  6. Konsiliasi (conciliation), yaltu usaha rnempertemukan pihak yang berselisih untuk mencapai persétujuan melalul lembaga sosial sebagai usaha menyelesaikan perselisihan tersebut.
  7. Ajudikasi (adjudication), yaitu suatu usaha penyelesaian konflik atau perselisihan melalul pengadilan (meja hijau).
  8. Stalemate, yaitu keadaan yang ditandai adanya kekuatan seimbang dan kedua pihak yang bertikai sehingga pertikaian berahkhir pada titik tertentu.
  9. Displacement, definisi displacement dalam sosiologi adalah mengakhiri konflik bersama dengan cara memberik pengalihan pada objek secara bersama-sama.
  10. Konversi adalah bagian bentuk akomodasi dalam sosiologi yang dipergunakan untuk memberi penyelesaian konflik dengan menjadikan salah satu pihak untuk bisa bersedia menerima penuh dengan pendirian pihak lain.

Artikel Terkait;

  1. 16 Fungsi dan Manfaat Sosiologi Secara Umum
  2. 2 Objek Kajian Sosiologi dan Contohnya
  3. 4 Ciri-Ciri Sosiologi Sebagai Ilmu Beserta Contohnya
  4. 14 Teori Sosiologi dan Tokohnya

Contoh-Contoh Akomodasi

Contoh mengenai akomodasi dalam sosiologi antara lain adalah sebagai berikut;

  1. Koersi, contoh koersi dalam sosiologi adalah sistem perbudakan ataupun sistem penjajahan yang dilakukan antar bangsa. Indonesia pernah mengalami sitem ini yang selama 3,5 abad lamanya Indonesia menjadi negara bekas jajahan negara-negara barat.
  2. Kompromi, contoh kompromin dalam sosiologi adalah kasus adalah adanya Kemerdekaan di GAM (Gerakan Aceh Merdeka) yang dulu menjadi salah satu masalah yang besar serta sulit dilakukan titik temua antara keduannya. Dengan adanya kompromi wilayah di Aceh akhirnya bisa terselesiakan dengan baik.
  3. Arbitrasi, Contoh arbitasi dalam sosisologi adalah pertentangan antara karyawan dan pengusaha yang bisa dilakukan dengan upaya pembentukan serikat buruh dan Departemen Tenaga Kerja sebagai pihak-pihak ketiga dalam penuntasan permasalahan.
  4. Mediasi, pemerintah RI untuk mendamaikan fraks-fraksi yang berselisih di Kamboja. RI hanya menjadi fasilitator, sedangkan keputusan mau berdamai atau tidak bergantung niat baik tiap-tiap faksi yang bertikai.
  5. Konsiliasi, contoh mengenai konsiliasi adalah proses demo yang pernah dilakukan oleh Mahasiswa di Indonesia untuk menggulingkan kekuasaan Jokowi, yang akhirnya berlangsung dengan makan bersama anara Jokowi dan mahasiswa.
  6. Toleransi , contoh tolerasi dalam hal ini adalah adanya kepekaan sosial umat yang berbeda agama di Indonesia ketika terjadi Bulan Ramadhan. Baik umat kristen, hindu, budha, dan lainnya memberi penghormatan lebih kepada umat Islam.
  7. Stalemate, contohnya mengenai adanya persaingan yang dilakukan pada Perang Dunia Kedua, terutama terjadi antara Blok Barat dan Blok Timur yang akhirnya bisa terselesaikan dengan sendiri, dalam hal ini tidak ada yang menang dan kalah.
  8. Ajudikasi, contohnya dalam kasus ini untuk sosiologi adalah adanya persengketaan tanah yang biasanya diselesaikan di pengadilan atau meja hijau untuk mencari pemenang dan siapa yang kalah.
  9. Displacement, contoh dalam akomodasi ini adalah persengketaan yang pernah dilakukan antara Indonesia dan Australia tentang batas ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif), hingga akhirnya kondisi seperti ini berakhir dengan dilakukannya pembagian minyak bumi di yang berada di Celah Timor.
  10. Konversi, contoh dalam sosiologi adalah adanya konflik yang sering terjadi antara Amerika Serikat dan Rusia. Dengan berjalannya waktu dan dalam kurun tertentu konflik diantara mereka bisa selesai dengan sendiri meskipun sampai saat ini konflik dan persiangan ada dalam perkembangan teknologi dan pengetahuan, bukan lagi pada penjajahan terhadap bangsa-bangsa lain di dunia.

Tujuan  Akomodasi dalam Sosiologi

Akomodasi bermakna postif karena mencoba melerai pihak-pihak yang bertikai, dar kondisi ini dapat dituliskan tentang beberapa tujuan dalam akomodasi, diantarnya adalah sebagai berikut;

Mengurangi Pertikaian

Pertiakan yang terjadi akbiat ketaraturan sosial tidak berjalan dengan baik, dapat dilakukan dengan akomodasi. Prtikaian ini bisa dilakukan antar kelompok atau antar individu, bahwa pertiakan antar lembaga sosial juga sering terjadi. Misalnya saja dalam Lembaga Hukum yang ada di Indonesia, sering terjadi pertikaian antara Kepolisian dan KPK. Baca Juga: 7 Pengertian Lembaga Sosial Menurut Ahli, Contoh dan Proses Terbentuknya

Mempererat Kerjasama

Kerjasama pada dasarnya akan lebih menguntungkan daripada melakukan pertikaian, oleh karenannya salah satu fungsi adalah akomodasi adalah mepererat kerjasama antar masyarakat, negara, bahkan antar individu yang bertikai sekalipun.

Mengusakan Peleburan dalam Kelompok Sosial

Usaha peleburan antar budaya, yang bisa dilakukan dengan asimilasi atau akulturasi bisa dilakukan dengan merangkain akomodasi yang baik. Akomodasi dalam hal ini tentusaja akan menjadi postif karena latar belakangnya manusia saling membutuhkan satu sama lain.

Membuat Perubahan Sosial dalam Jalan Yang Lebih Baik

Fungsi dan tujuan adanya akomodasi bisa menjadikan perubahan sosial ke arah yang lebih baik, perubahan sosial tidak bisa dihindari oleh masyarakat. Oleh karennnya dalam faktor pendorong perubahan sosial atau faktor penghambat perubahan sosial bisa di filtrasi dengan adanya akomodasi.

Demikinalah penjelasan mengenai pengertian, jenis, dan contoh akomodasi dalam sosiologi. Semoga dengan adanya tulisan ini bisa memberikan wawasan dan juga memberikan pengetahuan mendalam bagi setiap pembaca yang sedang mencari refrensi mengenai “Materi Akomodasi Dalam Sosiologi”. Trimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *